Advertisements

Takhayul dan Supernatural

Oleh Romo Dwight Longenecker

Grotte Massabielle di Lourdes (Sumber: wikipedia.org)

Alasan film eksorsisme begitu laku di pasaran karena menjadi salah satu dari sedikit fenomena kehidupan beragama di mana yang tidak kelihatan menjadi kelihatan, dan para pembuat film memerlukan suatu adegan dan sesuatu untuk dilihat.

Itulah mengapa film disebut “gambar bergerak.”

Film eksorsisme begitu populer, namun ketika Anda menoton salah satu fim itu, apa reaksi Anda? Apakah Anda akan menanggapinya sebagai takhayul atau sesuatu yang adikodrati / supernatural? Takhayul merupakan segala kepercayaan atau perilaku yang berkaitan dengan magis. Pemahaman magis agama itu primitif, belum utuh, dan berbahaya. Dalam hal ini berkaitan dengan sihir simpatik[1] atau hubungan irasional antara perilaku tertentu dengan hasil yang terjadi. Dengan cara demikian bisa diartikan bahwa kita berusaha untuk memanipulasi berbagai hal untuk menghasilkan hasil yang kita harapkan.

Sihir simpatik menghubungkan dua sisi yang tidak berhubungan menjadi satu, biasanya yang satunya merupakan hal fisik dan hal lainnya bersifat metafisik kemudian mengharapkan adanya hasil kausal. Misalnya, Anda mempunyai seekor kucing hitam, dan Anda percaya bahwa kucing hitam itu melambangkan kejahatan, kemudian Anda mengucapkan mantra yang Anda percayai akan memindahkan kejahatan ke kucing hitam itu, kemudian Anda membunuh kucing hitam itu untuk membunuh kejahatan. Bentuk sihir yang membuat hubungan irasional antara perilaku atau objek tertentu dengan hasilnya merupakan hal yang berbahaya. Seseorang yang percaya bahwa berjalan berputar searah jarum jam sebanyak tiga belas kali dan melemparkan garam ke atas bahu akan menangkal si jahat. Demikian pula, membawa kaki kelinci atau jimat lain untuk membawa kemujuran atau berkat atau menangkal kejahatan semuanya merupakan bentuk sihir yang membuat suatu hubungan irasional antara objek atau perilaku dan hasil yang diharapkan.

Yang jadi masalah, ada sejumlah umat Kristen, secara khusus umat Katolik, dan saya harus katakan bahwa praktik devosi mereka mendekati takhayul. Jika seorang Katolik yang hidup seperti iblis tapi mengenakan skapulir coklat karena Bunda Maria berjanji bahwa orang yang mengenakannya akan dibebaskan dari neraka, maka orang itu melakukan hal takhayul. Jika seseorang berpikir bahwa  dengan berdoa novena atau melakukan hal tertentu untuk mendapatkan indulgensi (tetapi mereka tidak berada dalam disposisi batin yang tepat) jika mereka berpikir bahwa dengan melakukannya otomatis akan mendapat manfaatnya, maka mereka jatuh ke dalam takhayul.

Mungkin mudah bagi kita untuk berpikir sebaliknya yaitu berpikir materialistik dan mengabaikan semua yang bersifat supernatural. Tapi itu juga tidak benar. Keseimbangan yang benar akan takhayul itu bukan materialisme, tetapi supernaturalisme. Pandangan supernatural yang benar itu berdasarkan pada kepercayaan yang mendasar bahwa rahmat Allah bekerja di dunia kita dan melalui hidup kita. Maka dimungkinkan untuk terjadi dan berharap akan mukjizat. Pandangan itu memahami bahwa rahmat Allah datang kepada kita melalui sakramen-sakramen dan kita mendekatkan diri kepada Allah secara sacramental. Namun menolak interpretasi sihir apapun, dan selalu melibatkan akal budi manusia dan manusia akan berada dalam interaksi antara dunia ini dan dunia yang akan datang.

Lebih jauh lagi, walaupun mungkin tidak ada kategori yang tidak bisa dibantah dan juga tidak ada penjelasannya untuk sesuatu karya supernatural, tetapi ada alasan teologis dan interpretasi rasional tentang apa yang terjadi. Karya Allah di dunia selalu mengalir dari dan berorientasi pada interaksi utama-Nya, yaitu inkarnasi Putra-Nya yang menjadi daging manusia. Segala karya supernatural Allah di dunia berasal dari dan kembali kepada Yesus Kristus – Putra Allah dan Putra Maria.

Perbedaan lainnya antara takhayul dan supernatural adalah arah interaksi. Takhayul atau bisa disebut juga sihir, orang yang melakukannya selalu memanipulasi dunia materi untuk bertujuan memanipulasi dunia supernatural demi keuntungannya sendiri. Penyihir atau cenayang membunuh kucing hitam untuk membunuh kuasa jahat yang mengancam seseorang. Orang yang percaya takhayul memakai jimat untuk menangkal si jahat. Umat Katolik yang jatuh ke dalam takhayul, mendaraskan doa dan melakukan silih supaya Allah memberikan apa yang dia inginkan. Umat Katolik yang jatuh ke dalam takhayul, menggunakan skapulir coklat untuk menghindari neraka, bukan sebagai tanda konsistensi kehidupan doa dan imannya.

Di sisi lain, supernaturalisme merupakan anugerah Allah yang menghampiri kita melalui dunia kita yang lazim ini. Dalam takhayul kita berusaha memaksakan kehendak kita. Dalam supernaturalisme kita berusaha menyesuaikan diri dengan kehendak Allah. Dalam takhayul kita melakukan sesuatu untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Dalam supernaturalisme, Allah melakukan sesuatu untuk mengubah kita ke jalan-Nya. Inilah mengapa dalam permohonan doa kita kepada Allah, kita selalu memasukkan doa, “Sesuai dengan kehendak-Mu.”

Dan yang terakhir, perkataan klarifikasi. Mungkin seolah-olah terdengar bahwa saya menentang devosi tradisional, doa novena, indulgensi, skapulir, dan lainnya. Namun sebenarnya tidak demikian. Saya menentang praktik yang tidak terpikirkan oleh mereka, dan kecenderungan mereka yang mengarah ke takhayul, yaitu kecenderungan untuk menggunakan devosi Gereja untuk tidak menyesuaikan diri dengan Kehendak Yang Ilahi, tapi membuat Allah supaya melakukan apa yang kita inginkan.

Devosi Gereja diberikan kepada kita untuk memfasilitasi kata-kata dan tata cara untuk mengungkapkan kasih kita kepada Allah. Devosi-devosi itu menyediakan suatu metode dan tata cara untuk penyesalan kita, ketaatan kita kepada Kehendak Allah dan cara untuk mendekatkan diri kita kepada Kristus. Maka devosi itu harus disertai dengan pertobatan hati yang sejati, penyesalan yang tulus, pengabdian yang sejati, dan kepercayaan yang teguh kepada Allah, di mana di dalam Dialah kita menghidupi, menjalani, dan memiliki Keberadaan kita.

Catatan kaki:

[1] dikenali sebagai sihir meniru – (imitative magic), adalah jenis sihir berasaskan peniruan atau (“rupa”) seumpama dengannya [id.wikipedia.org].

Sumber: Superstition and the Supernatural

Advertisements

Posted on 5 September 2019, in Kenali Imanmu and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: