Advertisements

Apakah Nuh Hidup Selama 950 Tahun?

Oleh Philip Kosloski

Nuh (Sumber: aleteia.org)

Beberapa kemungkinan mengapa Kitab Kejadian mencatat usia manusia lebih lama daripada manusia sekarang ini.

Karena berbagai alasan, Kitab Kejadian mungkin membingungkan bagi para pembaca modern. Salah satu contoh yang paling menonjol adalah ketika penulis Kitab Kejadian menyatakan ada banyak orang yang hidup selama ratusan tahun sebelum mereka mati.

Nuh masih hidup tiga ratus lima puluh tahun sesudah air bah. Jadi Nuh mencapai umur sembilan ratus lima puluh tahun, lalu ia mati. (Kejadian 9:28-29)

Lalu, bagaimana hal itu bisa terjadi?

Gereja Katolik tidak memiliki tafsiran “resmi” mengenai ayat ini dan memungkinkan adanya suatu kepercayaan yang luas mengenai hal ini. Ada satu kemungkinan bahwa manusia memang hidup lebih lama daripada kita sekarang, terutama sebelum Air Bah menutupi muka bumi.

Ada berbagai macam teori, salah satunya bahwa dahulu ada “penghalang pelindung” di atmosfer bumi yang membuat usia manusia lebih panjang sebelum terjadi Air Bah. Setelah Air Bah terjadi, penghalang itu hilang dan usia manusia menjadi lebih pendek.

Ada juga teori lainnya yang menyatakan bahwa manusia purba tidak memiliki cara yang tepat dalam mengukur waktu, dan apa yang dicatat dalam Kitab Kejadian berarti “umur yang panjang.” Hal ini menjadi penafsiran yang mungkin, karena angka 40 memiliki simbolisme Alkitabiah sebagai “waktu yang panjang,” dan tidak harus tepat jumlah hari dan tahunnya.

Dr. Scott Hahn, seorang ahli Kitab Suci dalam komentarnya mengenai Kitab Kejadian menjelaskan demikian, “Hipotesis terbaik yang memungkinkan, dan yang akan membantu dalam menjelaskan baik terhadap data Alkitabiah dan data wilayah Timur Dekat, adalah memberikan usia yang sangat panjang kepada para tokoh purbakala sebagai cara membuat suatu gagasan betapa agungnya umat manusia pada zaman dahulu. Dalam kata lain, mungkin inilah teknik sastra yang digunakan untuk menegaskan usia umat manusia yang luar biasa.”

Pada saat yang sama pula, ada kemungkinan bahwa adanya penjelasan historis tentang sistem penomoran, yang juga memungkinkan adanya dimensi spiritual dalam angka-angka itu.

Romo Edward McIlmail menjelaskan, “Rencana awal Allah bagi Adam dan Hawa adalah kekekalan, mereka tidak akan mati. Namun Adam dan Hawa jatuh, sehingga dosa masuk ke dalam dunia. Ketika kita membaca Kitab Kejadian, kita melihat bahwa rentang usia para tokoh penting menjadi semakin pendek. Seolah-olah memberi kiasan bagaimana dosa membawa maut ke dalam dunia.”

Maka, Kitab Kejadian bukan hanya mengingatkan kita mengenai asal usul kita, namun juga nasib kita. Kita diciptakan untuk sesuatu yang kekal, dan untuk sementara waktu kita kehilangan karunia itu karena kehidupan yang fana di dunia, kita akan mengalami kekekalan itu begitu kita berpindah dari kehidupan ini ke kehidupan berikutnya.

Suatu hari, kita akan merasakan umur panjang yang dimiliki Nuh, namun kabar baiknya adalah bahwa ketika kita tinggal bersama Allah dalam keabadian, usia 900 tahun itu hanya akan menjadi waktu yang sangat singkat

Sumber: “Did Noah really live for 950 years?”

Advertisements

Posted on 14 October 2019, in Kenali Imanmu, Kitab Suci and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: