Advertisements

Doa Tersembunyi dalam Permohonan Terakhir “Salam Maria”

Oleh Elizabeth Zuranski

Rosario (Sumber: aleteia.org)

Bunda Maria akan menemani kita, jika kita memperkenankannya.

“Doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati.”

Saya mempelajari kata-kata itu ketika permulaan masa kanak-kanak. Saya belajar mengucapkannya, menempatkan jeda, bahkan saya menguasai seni memadukan suara dengan umat lainnya yang membentuk suatu gelombang permohonan yang begitu menyatu. Namun setelah bertahun-tahun mendaraskan Salam Maria, suatu hari saya sadar bahwa ada permohonan tersembunyi di bait terakhirnya.

“Waktu kami mati.” Kita memohon supaya Bunda Maria mendoakan kita di saat paling penting dalam kehidupan kita, ketika roh meninggalkan tubuh, dan berdiri di hadapan Tuhan kita. Ketika kita berada di alam yang kekal, segala hal yang baik maupun yang buruk, semuanya terbentang di hadapan kita.

Namun bagi saya, “waktu kami mati” itu bermakna lebih dari itu. Satu atau dua tahun yang lalu, ketika saya berdoa sambil menggunakan treadmill di pusat kebugaran. Pada suatu titik ketika sambil berolahraga, ada suatu rahmat yang memberikan sedikit pemikiran mengenai dua macam kematian. Bukan hanya kematian fisik, tetapi kematian terhadap diri sendiri. Kematian “manusia lama” seperti yang disebutkan oleh St. Paulus, yaitu diri kita yang meninggalkan Allah dan mengikatkan kepada perhambaan diri sendiri dan dosa.

Dan apakah kita perlu dukungan Bunda Maria saat waktu “kematian” itu juga?

Sekarang, saya mengerti tentang permohonan dalam doa Salam Maria ini yang merangkum semua permohonan ini: Berdoalah bagi saya sekarang pada waktu kematian fisik saya, dan doakan saya juga pada waktu kematian kecil saya sehari-hari, kematian terhadap diri sendiri, ketika saya dipanggil untuk menguburkan “manusia lama” sehingga saya mati terhadap dosa dan dapat bangkit dalam kehidupan Kristus yang paripurna.

“Berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama … dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah,” kata St. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus.

Bukankah “menanggalkan manusia lama” itu semacam kematian? Kematian yang kita takuti dan hindari dalam kehidupan sehari-hari? Kadang-kadang saya tergoda untuk berpikir bahwa satu kali kemartiran jasmani terdengar relatif sederhana dibandingkan dengan berbagai pengorbanan kehendak diri sendiri, hari demi hari.

Di sinilah Bunda Maria datang. Saya dapat berlari kepadanya dengan segala ketakutan, gambaran diri saya yang akan terjadi di masa depan dan juga segala kelemahan saya. Berdoalah bagi saya sekarang, dalam segala masalah, ketakutan, pergumulan saya saat ini. Dan pada waktu kematian-kematian terhadap diri sendiri dan pada waktu kematian yang terakhir yang mana saya akan dibawa ke tempat penghakiman.

 Ketika kita bertahan dalam Kristus sampai akhir, jika kita memperkenankan Bunda Maria, maka dia akan menemani kita. Bunda Maria ingin menopang kita dalam kematian kita sehari-hari sehingga dia akan melihat kita tiba sebagai pemenang di hadapan Kristus pada waktu terakhir dalam hidup kita.

Pertempuran kita nyata! Perjuangan kecil kita diperhitungkan! Namun kita tidak dapat menang dengan kekuatan kita sendiri. Marilah kita berdoa dengan sungguh-sungguh, dan juga dengan tulus hati, dan percaya diri kepada Bunda kita yang setia.

Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin.

Sumber: “There’s a hidden prayer in the final petition of the Hail Mary”

Advertisements

Posted on 28 October 2019, in Doa, Kenali Imanmu and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: