Kenapa Kita Menyebut Maria sebagai “Bunda Allah”

Gerburt Christi (The Nativity) karya Franz von Rohden (Sumber: stpaulcenter.com)

 

Gambaran Maria sebagai Bunda Ratu secara langsung berkaitan dengan dogma resmi Maria yang pertama yang didefinisikan oleh Gereja, yaitu status Maria sebagai Bunda Allah. Bahasa Yunani untuk gelar ini adalah Theotokos, yang secara harfiah bermakna “Yang Melahirkan Allah.” Gelar itu merupakan yang paling tua dan paling umum digunakan kepada Maria, yang digunakan oleh orang-orang Kristen pada abad pertama Gereja. Gelar itu ada dalam salah satu doa Kristen paling kuno yang pernah ditemukan, yaitu Sub Tuum Praesidium (Di bawah Perlindunganmu; Judul Bahasa Indonesia: “Perlindungan Bunda Maria”) yang merupakan bentuk awal Memorare yang berasal dari abad ketiga.

Umat Kristen mula-mula tidak ragu menyebut Maria “Sang Bunda Allah.” Ada pandangan alkitabiah yang sudah ada sebelumnya, dan tampaknya logis. Jika Yesus adalah Allah, dan Maria adalah ibu-Nya, maka itu akan menjadikannya Bunda Allah. Logika seperti itu bergantung pada prinsip yang disebut “Komunikasi Idiom.” Menurut prinsip itu,  apa pun yang dikatakan seseorang mengenai salah satu kodrat Kristus bisa dikatakan tentang Kristus sendiri. Karena Yesus memiliki dua kodrat, yaitu kodrat ilahi dan kodrat manusia, yang bersatu dalam diri-Nya. Yesus adalah satu pribadi ilahi.

Namun, pada abad kelima, beberapa orang mengajukan keberatan terhadap gelar itu, dan begitu pula yang terjadi pada hari ini yang dikemukakan oleh orang-orang Kristen bukan Katolik: Mereka berpendapat bahwa “Bunda Allah” menyiratkan bahwa Maria adalah “asal muasal Allah.” Mereka yang keberatan itu hanya bisa menerima gelar “Bunda Kristus” tapi bukan “Bunda Allah.” Bagaimana pun juga, inti dari keberatan mereka itu sebenarnya keberatan akan kesatuan dua kodrat Kristus. Mereka berpendapat bahwa Maria hanya melahirkan kodrat manusiawi Kristus, bukan kodrat yang ilahi. Gereja yang dipimpin oleh Paus St. Selestinus I dan St. Sirilius dari Alexandria, tidak setuju dengan keberatan itu. Seperti yang dikemukakan oleh St. Sirilius bahwa seorang ibu melahirkan seorang pribadi, bukan satu kodratnya. Oleh karena itu, Maria melahirkan Yesus Kristus, yang dulu dan sekarang adalah pribadi yang Ilahi. Meskipun Maria tidak “menjadi asal” atau “menghasilkan” Allah, Maria mengandung Yesus  dalam rahimnya dan melahirkan Yesus. Dia adalah Bunda Allah.

Kontroversi gelar Maria sebagai “Bunda Allah” dibahas dalam Konsili Efesus pada tahun 431 M. Pada konsili itu, gelar Maria dipertaruhkan bukan sekadar mempertahankan saja. Ajaran Kristen mengenai dua kodrat Kristus adalah masalah yang sebenarnya. Gereja ingin menjawab satu pertanyaan: Apakah Yesus itu satu pribadi atau dua pribadi? Dengan menolak ajaran sesat Nestorius, Gereja menyatakan bahwa Yesus adalah satu pribadi ilahi dengan dua kodrat, kodrat manusiawi Bunda-Nya dan kodrat ilahi Bapa. Maria tidak memberikan kodrat ilahi atau kepribadian Ilahi kepada Yesus. Dua kodrat itu Ia miliki sejak awal mula sebagai Putra Bapa yang diperanakkan. Namun Maria juga tidak hanya memberikan dagingnya kepada Yesus, Maria melahirkan pribadi yang utuh. Maria melahirkan Yesus Kristus, sungguh Allah, sungguh manusia. Dan itulah yang kita akui setiap kita mengucapkan Syahadat Para Rasul.

Memanggil “Bunda Allah” kepada Maria berarti menyatakan kebenaran yang harus dinyatakan untuk melindungi kebenaran yang hakiki tentang Kristus. Dengan cara yang sama, itulah yang dilakukan oleh semua para ratu pendahulu Maria untuk putra-putranya. Salah satu dari tiga tugas utama Bunda Ratu adalah menjadi tanda keabsahan putranya. Bunda ratu menjadi pengubung antara ayahnya, yang merupakan mantan raja yang sah, ke raja yang sah saat ini yaitu putranya. Begitu pula Maria sebagai “Bunda Allah” yang perawan adalah penghubung antara kemanusiaan dan keilahian Putranya. Dia adalah tanda bahwa Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia.

 

Sumber: “Why Do We Call Mary the Mother of God?”

Posted on 27 October 2020, in Apologetika and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: