Maria Diangkat ke Surga dalam Alkitab

Maria diangkat ke surga (Sumber: stpaulcenter.com)

Dogma mengenai Maria diangkat ke surga mengajarkan bahwa pada akhir hidupnya di bumi, Maria diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya. Di sana, Maria duduk di sebelah kanan Putranya, sebagai Ratu Surga dan Bumi. Dasar ajaran ini berakar dalam Kitab Suci, khususnya dalam penglihatan misterius dan apokaliptik yang dialami oleh Yohanes yang dicatat dalam Wahyu 12.

Yang pertama dan paling penting, wanita dalam Wahyu 12 diidetifikasi sebagai Maria, seorang wanita yang “melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya” (Wahyu 12:5). Namun demikian, dalam Wahyu 12 juga menggunakan penggambaran bahwa wanita itu adalah Putri Sion, Ratu dari Mempelai Perempuan Israel, dan Bunda Gereja.

Dalam menyamakan wanita itu dengan Ratu Mempelai Perempuan Israel, digambarkan Yohanes yang menggemakan Maria dalam Kitab Nabi Yesaya, yang mengatakan bahwa Israel akan dirias seperti seorang Raru Mempelai Perempuan (Yesaya 60:19-20, 62:3-5). Mempelai perempuan Salomo dalam Kidung Agung juga dijelaskan dengan cara yang sama (Kidung Agung 6:10). Yohanes menekankan poin ini dengan memberi tahu kita bahwa wanita itu mengenakan mahkota dari dua belas bintang, yang menjadi simbol yang jelas sekali tentang dua belas suku Israel.

Namun, di sepanjang Kitab Wahyu, dua belas suku ini juga diakui sebagai tanda dari dua belas Rasul, yang mewakili Israel yang baru, yakni Gereja (Wahyu 7:4-8, 21:12-14). Maka, sama seperti Putri Sion adalah simbol dari umat pilihan Allah yakni Israel, wanita dalam Kitab Wahyu juga adalah simbol umat kepunyaan Allah yang baru, yaitu Gereja. Dalam bahasa yang serupa dengan Kitab Wahyu, Paulus menyebut Gereja “Yerusalem sorgawi … ialah ibu kita (Galatia 4:26).” Ia juga membicarakan Gereja sebagai Mempelai Kristus (Efesus 5:31-32). Demikian pula, Yohanes menyebut Gereja sebagai “Ibu” (2 Yohanes 1:5). Bagaimanapun juga, Perempuan dalam kitab Wahyu lebih dari sekadar simbol Gereja. Wanita itu juga ibu dari “keturunan” selain Anak tunggal laki-Laki yang dia lahirkan. Dan anak-anak itu dijelaskan dalam kitab Wahyu sebagai mereka yang percaya kepada Yesus.

Dalam Wahyu 12 kita melihat adanya pertempuran besar yang merupakan gambaran dramatis dari penggenapan janji Allah di Taman Eden. Ular itu menunggu di bawah perempuan itu, bersiap untuk menelan Anak dari perempuan itu. Kelahiran Anaknya menjadi kesempatan pertempuran habis-habisan. Selama pertempuran, wanita itu lari ke padang gurun, ke tempat yang disediakan Allah baginya. Kemudian, setelah kekalahan Iblis, Yohanes melihat wanita itu diberikan kedua sayap burung elang untuk terbang ke suatu tempat di padang gurun, di mana dia akan dipelihara Allah. Bahasa Yohanes mengingatkan kembali sabda Yesus kepada para Rasul-Nya dalam Yohanes 14:1-3. Bahasa mempersiapkan sebuah tempat juga sering digunakan dalam Perjanjian Baru untuk menggambarkan rancangan Allah yang sudah direncanakan bagi anak-anak-Nya (Matius 20:23, 25:34; 1 Petrus 1:5, 1 Korintus 2:9). Perkataan Yohanes juga mengungkapkan kepedulian Allah bagi Israel di padang belantara (Keluaran 19:4; Ulangan 1:31-33, 32:10-12, 8:2-3).

Gambaran yang dilukiskan dalam kitab Wahyu menyuguhkan garis besar alkitabiah untuk dogma Gereja tentang Maria Diangkat ke Surga. Maria adalah Putri Sion, wanita yang melahirkan Penyelamat dunia. Karena dia adalah Hawa yang Baru, dia dibebaskan dari bayang-bayang dosa dan konsekuensinya. Dan termasuk juga pemisahan roh dan tubuh dalam jangka panjang yang terjadi pada kita semua yang menantikan kebangkitan badan pada akhir zaman. Maria diangkat ke surga oleh Allah untuk ikut serta bersama Putranya di tempat yang sudah Ia sediakan baginya. Dan tempat itu sebagai Bunda Kristus sang Raja, Maria duduk di sisi kanan-Nya, mengenakan mahkota Bunda Ratu. Pengangkatan Maria terletak pada fakta bahwa setidaknya ada dua bayang-bayang tentang itu dalam Perjanjian Lama seperti yang terjadi dengan Henokh dan Elia.

 

Sumber: “Where Is Mary’s Assumption in the Bible?”

Posted on 29 October 2020, in Apologetika and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: