Apakah Orang Majus Hadir ketika Tuhan Yesus Lahir?

Oleh Trent Horn

The Adoration of the Magi – Peter Paul Rubens (Sumber: wikipedia.org)

Injil Lukas dan Matius kelihatannya saling bertentangan mengenai orang majus yang datang pada hari kelahiran Yesus. Apakah mereka benar-benar datang ke sana atau tidak? Trent Horn memecahkan kisah mengenai orang majus dan juga menjelaskan mengapa hal ini bukan alasan yang tepat untuk mendiskreditkan Injil.

Banyak orang mengatakan bahwa kisah kelahiran Yesus bertentangan satu sama lain karena dalam Injil Lukas tidak menyebutkan tentang orang-orang majus (magi) atau orang bijak (wise men) yang hadir pada kelahiran Yesus, sedangkan dalam Injil Matius menyebutkannya. Hal ini mungkin menjadi kasus bagi Matius yang mencatat rincian yang Lukas hilangkan, tapi tebak: Matius juga tidak mencatat orang majus itu hadir pada hari kelahiran Yesus.

Matius 2:1 mengatakan, “Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem.” Kita bisa lihat, Matius juga tidak pernah mengatakan bahwa orang majus hadir pada saat kelahiran Yesus. Ia hanya mengatakan bahwa “pada zaman raja Herodes” orang majus datang ke Yerusalem, bukan ke Betlehem.

Dan juga, Matius tidak pernah mengatakan ada tiga orang majus. Itu adalah tradisi kesalehan yang berkembang di kemudian hari berdasarkan tiga persembahan yang dibawa mereka untuk dipersembahkan kepada Yesus, persembahan itu adalah emas, kemenyan, dan mur. Matius memberi tahu kita bahwa orang majus itu tidak kembali kepada Herodes setelah mengunjungi Yesus, kemudian Herodes memerintahkan untuk membunuh semua anak laki-laki Betlehem yang berusia dua tahun ke bawah.

Jika orang majus sudah pergi sejauh enam mil dari Yerusalem untuk mengunjungi Yesus yang baru lahir di Betlehem dan tidak kembali setelah beberapa hari, lalu mengapa Herodes harus membunuh anak kecil (toddler)? Maka ini menyiratkan bahwa ada jeda waktu yang berlalu antara kelahiran Yesus dan para majus yang tidak kembali kepada Herodes, sehingga hal ini mendorong Herodes untuk membunuh setiap anak kecil yang akan berpotensi menjadi raja muda, pada saat dikeluarkannya perintah ini, mungkin Yesus sudah berusia dua tahun.

Matius 2:11 mengatakan bahwa “masuklah mereka [orang majus] ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia.” Jika Yesus masih anak kecil (toddler) ketika orang majus itu mengunjungi-Nya, maka Keluarga Kudus tinggal secara permanen di Betlehem setelah Kristus lahir sebelum mereka mengungsi ke Mesir dan kemudian kembali ke Israel untuk menetap di Nazaret. Atau mereka juga bisa tinggal di Betlehem untuk sementara waktu mungkin juga bersama dengan kerabat mereka, sementara mereka jauh dari kampung halaman mereka di Nazaret.

Bagaimanapun juga, rincian mengenai kunjungan orang majus bukanlah kontradiksi. Sebaliknya, ini merupakan wahyu tentang bagaimana Allah bisa diketahui, atau menjadi epifani (penampakan Tuhan), bukan hanya untuk segelintir orang di Israel, tapi bagi seluruh dunia. Melalui manifestasi Inkarnasi ini, pada akhirnya semua umat manusia bisa bersukacita atas kelahiran Tuhan penyelamat mereka.

 

Sumber: “Were There Magi At Jesus’ Birth?” dengan sedikit perubahan

Posted on 8 January 2021, in Apologetika and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: