Yesaya 66 dan Pertobatan Bangsa Bukan Yahudi

Oleh Dr. Brant Pitre

Adorazione dei Magi karya Sandro Botticelli (Sumber: wikipedia.org)

Yesaya 66 merupakan contoh terkenal dari sesuatu yang disebut “suatu nubuat pertobatan bangsa bukan Yahudi” atau bisa dikatakan pertobatan bangsa-bangsa. Jadi jika Anda mendalami hal ini, Yesaya merupakan kitab paling terkenal dari Perjanjian Lama.

Contohnya, ketika Naskah Laut Mati ditemukan pada akhir 1940-an, kitab Yesaya menjadi satu-satunya gulungan yang lengkap. Dan juga menjadi kitab yang pertama kali ditemukan dengan sebutan Gulungan Besar Kitab Yesaya yang panjangnya lebih dari 7 meter,[1] yang berisikan 66 bab dalam kitab Yesaya. Dan di bagian akhir gulungan suci dari salah satu nabi besar Perjanjian Lama ini, adalah Yesaya 66:18 yang tertulis demikian:

… Aku mengenal segala perbuatan dan rancangan mereka, dan Aku datang untuk mengumpulkan segala bangsa …

Dan bahasa Ibrani untuk bangsa adalah goyim, yang artinya orang bukan Yahudi (Gentiles).

… dari semua bahasa, dan mereka itu akan datang dan melihat kemuliaan-Ku. Aku akan menaruh tanda di tengah-tengah mereka dan akan mengutus dari antara mereka orang-orang yang terluput kepada bangsa-bangsa …

Nah sekali lagi ini adalah orang bukan Yahudi.

 yakni Tarsis, Pul dan Lud, ke Mesekh dan Rosh, ke Tubal dan Yawan, ke pulau-pulau yang jauh yang belum pernah mendengar kabar tentang Aku dan yang belum pernah melihat kemuliaan-Ku, supaya mereka memberitakan kemuliaan-Ku di antara bangsa-bangsa.

Artinya adalah bangsa-bangsa.

Mereka itu akan membawa semua saudaramu dari antara segala bangsa sebagai korban untuk TUHAN di atas kuda dan kereta dan di atas usungan, di atas bagal dan unta betina yang cepat, ke atas gunung-Ku yang kudus, ke Yerusalem, firman TUHAN, sama seperti orang Israel membawa korban dalam wadah yang tahir ke dalam rumah TUHAN. Juga dari antara mereka akan Kuambil imam-imam dan orang-orang Lewi, firman TUHAN.

Nah, sekarang sulit bagi saya untuk menangkap dengan kata-kata, betapa mengejutkannya nubuat Yesaya, karena ia bukan hanya menggambarkan pertobatan bangsa-bangsa atau penundukkan orang bukan Yahudi. Seperti Israel akan menaklukkan orang pagan (kafir) dan menjadi tuan tanah atas mereka. Yesaya menjelaskan bahwa bangsa bukan Yahudi bukan hanya akan berpaling kepada Allah Israel yang esa. Namun, mereka juga akan melihat kemuliaan-Nya, dan Allah akan mengambil orang-orang dari bangsa itu untuk menjadi para imam dan orang-orang Lewi. Gagasan bahwa orang pagan di kemudian hari akan menjadi para imam dari Allah Israel Yang Esa itu tidak bisa dibayangkan. Tapi, begitulah kitab Yesaya diakhiri.

Baik, jika Anda seorang Yahudi abad pertama yang hidup di bawah penjajahan Romawi. Anda tahu dari Kitab Suci bahwa suatu hari, orang bukan Yahudi akan berpaling kepada Tuhan. Tapi untuk melihat peristiwa itu benar-benar terjadi, menjadi hal yang hampir tidak bisa dibayangkan. Dan melihat situasi politik dan keagamaan pada masa itu, hampir tidak mungkin terjadi.

Namun, apa yang terjadi? Saulus dari Tarsus yang merupakan seorang Farisi yang saleh, bertemu dengan Yesus yang telah bangkit. Saulus dipanggil oleh Yesus melalui suatu wahyu, seperti yang dikatakan dalam surat Efesus yaitu suatu apocalypsis (Efesus 3:3) atau suatu penyingkapan tentang Kristus yang bangkit. Maka ia menjadi rasul bagi ethnē (Efesus 3:1), atau rasul bagi orang-orang bukan Yahudi, seseorang yang akan membawakan Kabar Baik bahwa keselamatan sekarang bukan hanya untuk bangsa Israel melainkan kepada semua bangsa di dunia. Dan bangsa Israel dan orang bukan Yahudi akan dipersatukan dalam satu gereja, Gereja Kristus Yesus, Gereja Sang Mesias.

Itulah misteri yang telah tersembunyi selama berabad-abad. Sesuatu yang tidak nampak. Bahkan juga tidak mungkin terjadi. Namun, sekarang melalui kedatangan Yesus, hal itu dinyatakan dan diungkapkan juga tidak terlihat oleh mata. Dan Paulus melalui suratnya kepada gereja di Efesus berbicara tentang wahyu bahwa Kristus telah diberikan kepada Paulus, bahwa sekarang orang-orang bukan Yahudi menjadi ahli waris bersama dengan bangsa Israel mengenai semua janji Allah.

Pada Hari Raya Epifani, Gereja merayakan salah satu manifestasi mengenai pertobatan bangsa-bangsa, dalam bentuk kedatangan Orang Bijak kepada kanak-kanak Yesus di Betlehem. Karena Orang Bijak itu mewakili orang-orang pagan (kafir). Kenyataannya, orang-orang yang tidak mengenal Allah akan berpaling dan melihat terang yang dibawa kanak-kanak Yesus ke dalam dunia.

Dan saya akan menutup pembicaraan ini dengan kutipan dari tradisi yang hidup. Inilah sesuatu yang kita terima begitu saja sebagai kebanyakan orang Kristen pada zaman ini. Tentu saja ada milyaran orang di seluruh dunia, dari seluruh benua di bumi yang menyembah Yesus dari Nazaret dan dengan-Nya adalah Allah Israel Yang Esa. Tetapi di abad pertama, ada sesuatu yang hampir tidak bisa dibanyangkan. Maksud saya, meskipun para nabi mengatakan demikian, namun sekadar nubuat saja. Melihat nubuat itu tergenapi adalah hal yang lain.

Apa yang terjadi? Yesus dari Nazaret datang ke dunia mulai mewartakan kedatangan Kerajaan, disalibkan, wafat, dimakamkan, dan pada hari ketiga bangkit kembali. Ia memilih dua belas rasul dan mengutus mereka pergi ke empat penjuru bumi dan membaptis bangsa-bangsa di dunia, mengajarkan segala sesuatu yang Ia perintahkan kepada mereka. Lalu apa yang terjadi? Kedua belas orang ini pergi ke dunia dan Paulus juga diikutsertakan kepada mereka, dan mereka mulai memberitakan Kabar Baik tentang pertobatan dan keselamatan bagi bangsa-bangsa. Dan satu per satu, kuil demi kuil, orang-orang kafir meruntuhkan berhala-berhala mereka, dan mereka melakukan persis apa yang dikatakan Yesaya. Mereka berpaling kepada Allah Israel Yang Esa dan berhenti menyembah makhluk-makhluk dunia dan dewa-dewi palsu. Mereka menyembah Sang Pencipta dan Putra-Nya, Yesus Kristus.

Maka di abad-abad awal Gereja, pertobatan orang-orang kafir adalah salah satu motif kredibilitas untuk mempercayai bahwa Yesus dari Nazaret bukanlah satu orang yang mengaku sebagai seseorang. Ia bukan hanya orang yang mengaku-ngakukan diri-Nya sebagai nabi atau mesias. Namun, tidak seperti tokoh-tokoh lain yang muncul pada abad pertama dan menyatakan dirinya sendiri sebagai nabi atau Musa yang baru, Yesus sebenarnya membawakan penggenapan nubuat. Kapan orang-orang kafir menyingkirkan ilah-ilah mereka dan mulai menyembah Allah Israel Yang Esa? Yaitu pada sesudah wafat dan kebangkitan dan pengutusan para rasul Yesus dari Nazaret.

 

Catatan kaki:

[1] Isaiah Scroll, Wikipedia.org

 

Sumber: “Isaiah 66 And The Conversion Of The Gentiles”

Posted on 9 January 2021, in Kenali Imanmu, Kitab Suci and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: