Eksorsisme Kosmik Agung

Oleh Dr. Brant Pitre

The Crucifixion karya Andreas Pavias (Sumber: wikipedia.org)

Dalam akhir kehidupan Yesus ada bagian menarik karena akan mengingat kembali peristiwa di Taman Getsemani, kecuali penekanannya yang berbeda. Apa yang dikatakan-Nya adalah telah tiba saat-Nya dan Ia tidak berkata supaya Bapa menyelamatkan-Nya dari saat itu, melainkan Ia berkata, “Bapa, muliakanlah nama-Mu.” Jadi dalam puncak sengsara-Nya, Ia menyatakan bahwa Ia tidak menghindari saat itu, Ia hendak menerimanya dalam perbuatan yang menyatakan penerimaan akan saat itu. Allah melakukan sesuatu yang unik dalam kitab-kitab Injil. Inilah sesuatu yang Allah lakukan sebanyak tiga kali. Maka ketika Allah berkata, “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!” Apa artinya? Apa yang dimaksud Allah? Allah tidak banyak membicarakan hal ini dalam kitab-kitab Injil. Allah berkata demikian: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” dan “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” Tapi apa arti “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!”? Ingat kembali tentang pemuliaan dalam Injil Yohanes. Pemuliaan selalu menjadi istilah teknis untuk memberikan kemuliaan bagi Allah, secara khusus dalam sengsara dan wafat Sang Kristus. Jadi apa yang sebagian besar dipikirkan oleh para ahli adalah alusi terhadap dua peristiwa penting dalam sejarah keselamatan: inkarnasi dan sengsara. Seperti dua pilar Kredo, kelahiran Yesus dan wafat-Nya, dengan kata lain adalah Natal dan Paskah. Karena jika kita kembali ke permulaan Injil Yohanes, ketika merenungkan misteri Natal yaitu ketika dikatakan, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.” Maka itulah kemuliaan dalam suatu kenyataan bahwa Putra Allah, Putra Allah yang kekal, sudah menjadi manusia dan tinggal di antara kita di Bumi. Tapi elemen kedua kemuliaan lainnya adalah bahwa Sang Putra Allah yang sama itu akan menyerahkan nyawa-Nya. Ia akan menyerahkan tubuh manusia yang Ia ambil dalam peristiwa inkarnasi, dan membiarkan  diri-Nya dibunuh, sehingga Ia bisa dibangkitkan dan supaya Ia bisa memberikan karunia kehidupan kekal. Jadi ada hal yang tertata rapi di sini, dan bagi saya sungguh tertata rapi yang begitu mendalam bahwa Bapa mengacu pada misteri Natal dan misteri Paskah sebagai dua saat pemuliaan-Nya, di mana Allah mengungkapkan kemuliaan-Nya melalui dua misteri besar ini.

Dan yang saya suka mengenai hal ini  adalah bagaimana sikap orang banyak. Anda tahu bahwa suara itu berasal dari surga dan jelas sekali suara itu terdengar oleh sebagian besar orang, mereka bisa mendengar suara itu tapi tidak memahaminya. Mereka berpikir kalau suara itu seperti guruh atau sesuatu lainnya, mereka tidak bisa memahaminya. Dan sebagian lagi berkata, bukan, itu seorang malaikat yang berbicara kepada-Nya. Jadi ada semacam dimensi yang bisa didengar dari suara ini tetapi tidak semua orang mengerti persis apa yang terjadi.Maka di sini Yesus seperti berkata, “Lihat suara itu, suara ini datang demi kalian” (bdk. Yohanes 12:30). Dengan kata lain, ini bukan berita bagi Yesus karena Ia tahu apa misi-Nya. Suara itu ada demi orang-orang yang ada di sekitar-Nya sehingga mereka mengetahuinya. Dan inilah ayat yang sangat kuat, “Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar” (Yohanes 12:31).

Hal ini benar-benar menonjol. Apa yang Yesus maksud dengan ‘penguasa dunia ini’ atau beberapa terjemahan lain menuliskan ‘pangeran dunia ini (prince of this world)’ akan dilemparkan ke luar? Nah, inilah aspek lain kekhasan Injil Yohanes. Jika Anda membandingkan Injil Matius, Markus, dan Lukas dengan Injil Yohanes, salah satu perbedaan yang bisa Anda perhatikan adalah ketika Yesus terus menerus melakukan pengusiran setan dalam Injil Matius, Markus, dan Lukas. Ia tidak pernah melakukan pengusiran setan dalam Injil Yohanes selain yang satu ini yaitu eksorsisme salib. Maka dalam Injil Yohanes, Yesus mengungkapkan kepada kita bahwa salib bukan hanya suatu kurban seperti Paskah atau Hari Penebusan, tapi sebagai semacam eksorsisme agung. Karena dengan menyerahkan hidup-Nya, Ia mengambil kuasa maut dari Iblis dan demikian pula Ia mengusir Iblis. Mengambil kuasanya seperti yang dikatakan Yesus dalam artian tertentu adalah ‘penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar.’ Dan ketika Yesus mengacu pada penguasa dunia ini, Ia berbicara tentang setelah kejatuhan manusia dalam Kejadian 2 dan 3, Iblis punya kuasa tertentu atas anak-anak manusia, atas umat manusia, dan juga atas dunia keseluruhan. Jadi dengan berpaling ke salib, salah satu aspek salib, misteri salib adalah Yesus merampas kuasa Iblis itu. Yesus mengambil kutukan dosa dan maut kepada diri-Nya sendiri, dan dengan demikian sama artinya dengan melucuti kekuatan si jahat. Jadi saya pikir, inilah salah satu contoh klasik tentang bagaimana Yohanes melakukan hal yang sama seperti Injil sinoptik, tapi dengan caranya sendiri ia memberi kita pengajaran Yesus yang istimewa dan khas. Dan dalam hal ini, Yohanes mengungkapkan kepada kita bahwa Yesus sendiri memandang salib-Nya sebagai eksorsisme kosmik agung dunia. Inilah cara yang ampuh dalam memikirkannya.

Dan yang terakhir, ada satu hal lagi. Kita sudah melihat gambaran tentang Yesus yang ditinggikan sebelumnya dalam Injil, yaitu di Yohanes 3, ketika Yesus menggunakan gambaran Musa yang meninggikan ular tembaga di padang gurun sebagai semacam tipe atau prefigurasi mengenai penyaliban-Nya. Yesus menggunakan istilah yang sama yaitu ‘ditinggikan’ untuk menggambarkan wafat-Nya dalam Yohanes 12 ketika Ia berkata, “Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.” Itulah gambaran yang menarik karena seperti yang baru saya jelaskan, para nabi berulang kali menyatakan bahwa suatu hari nanti Yerusalem akan menarik semua orang ke kota itu. Orang-orang bukan Yahudi dari seluruh dunia akan berziarah ke kota Yerusalem yang mulia ini, Yerusalem baru dengan Bait Sucinya yang baru untuk menyembah Allah dengan cara itu. Tapi pada saat ini, apa yang Yesus lakukan adalah Ia mengambil gambar setiap orang yang berziarah ke Bait Suci ke Bait Suci yang baru, dan Ia menempatkan diri-Nya sendiri di tengah gambar itu. Dan apa yang dimaksud ketika Ia berkata, “Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku”? Sekali lagi, sebenarnya Ia sedang mengungkapkan bahwa diri-Nya adalah Bait Suci yang sejati, tempat kediaman Allah yang sejati. Dan hal misterius mengenai ini adalah Bait Suci yang sedang Ia bicarakan adalah Bait Suci Tubuh-Nya yang disalibkan. Dengan kata lain, salib menjadi mekanisme keselamatan, bukan hanya bagi orang Yahudi melainkan juga bagi orang Yunani, bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi, yang mulai mencari-Nya pada hari terakhir pelayanan publik-Nya ini. Maka ada gambar yang sangat kuat di sana. Sebuah perikop yang sangat kuat dalam Injil Yohanes yang benar-benar kaya dengan segala macam wawasan tentang misteri Paskah, dalam wafat dan kebangkitan-Nya.

 

Sumber: “The Great Cosmic Exorcism”

Posted on 2 August 2021, in Kenali Imanmu, Kitab Suci and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: