Category Archives: Apologetika

Apa Arti “Di Luar Gereja Tidak Ada Keselamatan”?

Oleh Jim Blackburn

Noah’s Ark (1846) karya Edward Hicks (Sumber: wikimedia.org)

Salah satu ajaran Gereja Katolik yang paling disalahpahami adalah:

“Di luar Gereja tidak ada keselamatan” (Extra ecclesiam nulla salus).

Mereka yang berusaha memahami arti dari ajaran ini sering bergumul dengan rumusan dari para Bapa Gereja dan Konsili Gereja di sepanjang sejarah. Tentu saja, untuk memahami suatu rumusan yang ada di dalam berbagai ajaran Gereja, seseorang harus mempelajari konteks sejarah ketika ajaran itu dituliskan: Read the rest of this entry

7 Alasan Mengapa Petrus adalah Sang Batu Karang

Oleh Tim Staples

Delivery of the Keys (Pietro Perugino) (Sumber: wikimedia.org)

Yesus berjanji untuk memberikan kunci-kunci kerajaan hanya kepada Petrus, yang melambangkan otoritas Kristus

Read the rest of this entry

Jika Kristus Mengalahkan Maut, Mengapa Kita Mati?

Oleh Regis Flaherty

El Descendimiento karya Rogier van der Weyden (Sumber: wikimedia.org)

Kristus benar-benar wafat di kayu salib. Dan peristiwa ini tidak dipalsukan, dan bukan juga tipuan maupun sulap. Kematian-Nya adalah hal yang nyata, yang di dalamnya ada rasa sakit, kesendirian, dan pindah dari alam kehidupan. Namun ketika Ia menundukkan kepala-Nya yang bermahkotakan duri dan mengucapkan perkataan yang mengguncangkan bumi, “Sudah selesai” (Yohanes 19:30), bukan hidup-Nya yang selesai melainkan kekuasaan maut yang sudah selesai. Kristus dibaringkan di dalam kubur hanya untuk keluar dan memberikan kejutan, mendorong batu yang memisahkan orang mati dari yang hidup, batu yang melambangkan hukuman mati bagi semua umat manusia. Kebangkitan-Nya bukan hanya batu kubur yang disingkirkan, namun gerbang surga juga dibuka. Read the rest of this entry

Memahami Tubuh sebagai Jembatan

Oleh Dr. Scott Hahn

The Incredulity of Saint Thomas karya Caravaggio (Sumber: stpaulcenter.com)

Orang Katolik sering menuduh budaya karena terlalu materialistik. Namun masalah kita yang sebenarnya adalah budaya itu tidak terlalu materialistik. Kita terlalu meremehkan masalah. Kita sudah tidak menghargai bagaimana Allah melalui hal fisik memengaruhi yang spiritual. Dan yang paling penting, kita sudah tidak menghargai tubuh kita. Read the rest of this entry

Apakah Kenaikan Yesus ke Surga itu Benar-benar Terjadi?

Oleh Matt Nelson

Jesus ascending to heaven (1775) karya John Singleton Copley (Sumber: wikimedia.org)

Sebagian besar bukti yang ada menunjukkan bahwa Kenaikan Yesus sebagai fakta sejarah

Puncak dari empat puluh hari yang dihabiskan bersama para murid setelah kebangkitan-Nya, Yesus naik secara jasmani ke surga. Umat Katolik selalu memahami bahwa peristiwa ini secara harfiah sebagai peristiwa yang ajaib. Kita percaya peristiwa itu benar-benar terjadi dan sebagai satu Gereja kita menyatakannya setiap hari Minggu (dalam syahadat –red.). Read the rest of this entry

Apakah Maria Dikandung Tanpa Noda itu Alkitabiah?

Oleh Dr. Edward Sri

The Virgin Mary karya Giovanni Battista Salvi (Sumber: edwardsri.com)

Apakah “Maria Dikandung Tanpa Noda” adalah salah satu contoh kalau umat Katolik itu melebih-lebihkan peran Maria, dan menjadikannya setara dengan Yesus? Read the rest of this entry

Mengapa Dua Belas?: Para Rasul dan Israel yang Baru

Oleh Dr. Edward Sri

Calling of the Apostles karya Domenico Ghirlandaio (1481) (Sumber: wikipedia.org)

Bagi orang Yahudi, angka 12 lebih sekadar angka selusin. Angka yang disucikan ini mengingatkan tentang 12 suku Israel yang merupakan keturunan 12 putra bapa Yakub. Kedua belas suku ini adalah batu fondasi di mana bangsa Israel dibangun. Yesus menggunakan simbolisme tradisional ini. Read the rest of this entry

Pertanyaan Historis Seputar Kebangkitan Yesus

Kebangkitan Yesus (Sumber: stpaulcenter.com)

St. Paulus menjelaskan bahwa Kebangkitan adalah aspek penting dari iman Kristen. Ia menyatakan, “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia” (1 Korintus 15:17-19). Read the rest of this entry

Keberatan mengenai “Hasil Pokok Anggur”

Oleh Karlo Broussard

Perjamuan Malam Terakhir (Sumber: stpaulcenter,com)

Umat Katolik mempertahankan keyakinannya akan Ekaristi dengan mengacu kepada perkataan Kristus pada Perjamuan Malam Terakhir. Kita berpendapat bahwa Yesus berkata, “Inilah tubuh-Ku” bukan “Inilah yang melambangkan tubuh-Ku,” Ia secara harfiah menyatakan bahwa roti itu menjadi tubuh-Nya (dan anggur adalah darah-Nya). Read the rest of this entry

Apa itu Darah Perjanjian?

Oleh Karlo Broussard

Jesus Christ at a table with chalice and holding bread Stained glass at Calgary Alberta Canada by Posterazzi (Sumber: amazon.com)

Kurban penebusan Perjanjian Baru sudah dimulai pada Perjamuan Malam Terakhir

Ketika saatnya membela doktrin kehadiran nyata Kristus dalam Ekaristi, umat Katolik biasanya merujuk kapada kata-kata Yesus dalam Perjamuan Malam Terakhir berikut ini:

Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa (Matius 26:26-28, dengan penekanan tambahan). Read the rest of this entry

%d bloggers like this: