Category Archives: Apologetika

Salib Terbalik – Simbol Iblis kah?

Oleh Hector Molina

Crucifixion of Saint Peter karya Caravaggio (c. 1600) (Sumber: wikipedia.org)

Selama bertahun-tahun saya sering bertemu dengan orang-orang yang anti-Katolik. Argumen mereka yang menentang iman Katolik cukup mudah ditebak, salah satu yang paling populer adalah tuduhan bahwa Paus itu adalah Antikristus. Salah satu bukti yang khas atas tuduhan ini adalah simbol Kepausan yaitu salib terbalik, yang para anti-Katolik yakin sebagai lambang Iblis. Oleh karena itu, menurut mereka, Paus sendiri bersekutu dengan Iblis. Read the rest of this entry

Beriman ala Masker

5 Kesalahan Umum Cara Pakai Masker (Sumber: kompas.com)

Pada masa pandemi seperti sekarang, masker menjadi sesuatu yang wajib dikenakan ketika berada di luar rumah. Berbagai elemen masyarakat dari pemerintah, pemimpin agama, dan pemimpin masyarakat ikut serta menganjurkan masyarakatnya untuk mengenakan masker dengan benar. Dalam hal ini, saya melihat adanya anggapan umum bahwa mengenakan masker pasti terhindar dari penyakit. Sayang sekali anjuran yang sudah diberikan hanya dibaca sepotong saja, banyak orang lupa bahwa mengenakan masker juga harus benar. Read the rest of this entry

Janganlah Kamu Menyebut Siapapun Bapa, Maksudnya Apa?

Oleh Dr. Brant Pitre

Woe unto You, Scribes and Pharisees (Malheur à vous, scribes et pharisiens) karya James Tissot di Brooklyn Museum (Sumber: wikipedia.org)

Ada ajaran Yesus yang terkenal, “Janganlah kamu menyebut siapapun bapa.” Dan saya kira perkataan itu menjadi ayat yang sulit, karena dalam Katolikisme, khususnya di Barat, ada kebiasaan yang sudah berlangsung berabad-abad untuk menyebut seorang presbiter sebagai bapa (di Indonesia istilah yang sama adalah rama atau romo). Saya sebagai seorang umat merasa janggal ketika seorang presbiter berkata, “Janganlah kamu menyebut siapapun bapa,” dan kita semua merasa tidak nyaman karena kita semua memanggil presbiter itu dengan sebutan romo. Read the rest of this entry

Maria Diangkat ke Surga dalam Alkitab

Maria diangkat ke surga (Sumber: stpaulcenter.com)

Dogma mengenai Maria diangkat ke surga mengajarkan bahwa pada akhir hidupnya di bumi, Maria diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya. Di sana, Maria duduk di sebelah kanan Putranya, sebagai Ratu Surga dan Bumi. Dasar ajaran ini berakar dalam Kitab Suci, khususnya dalam penglihatan misterius dan apokaliptik yang dialami oleh Yohanes yang dicatat dalam Wahyu 12. Read the rest of this entry

Kenapa Kita Menyebut Maria sebagai “Bunda Allah”

Gerburt Christi (The Nativity) karya Franz von Rohden (Sumber: stpaulcenter.com)

 

Gambaran Maria sebagai Bunda Ratu secara langsung berkaitan dengan dogma resmi Maria yang pertama yang didefinisikan oleh Gereja, yaitu status Maria sebagai Bunda Allah. Bahasa Yunani untuk gelar ini adalah Theotokos, yang secara harfiah bermakna “Yang Melahirkan Allah.” Gelar itu merupakan yang paling tua dan paling umum digunakan kepada Maria, yang digunakan oleh orang-orang Kristen pada abad pertama Gereja. Gelar itu ada dalam salah satu doa Kristen paling kuno yang pernah ditemukan, yaitu Sub Tuum Praesidium (Di bawah Perlindunganmu; Judul Bahasa Indonesia: “Perlindungan Bunda Maria”) yang merupakan bentuk awal Memorare yang berasal dari abad ketiga. Read the rest of this entry

Yesus Berjalan di atas Air dan Keilahian-Nya

Oleh Dr. Brant Pitre

Le Christ marchant sur la mer karya Amédée Varint (Sumber: Wikipedia.org)

Kisah Tuhan Yesus berjalan di atas air dicatat dalam sebagian besar Injil, namun ada yang berbeda dengan Matius, yang memberikan kita sesuatu yang penting. Matius memberi tahu kita tentang adanya adegan tambahan. Dalam Injilnya, Matius yang menberi tahu kita bahwa Yesus tidak hanya berjalan di atas air, namun juga Ia mengajak Petrus untuk datang dan berjalan di atas air. Maka dalam konteks ini, Matius melanjutkan kisah ini dengan kisah Petrus yang berjalan di atas danau di mana Petrus berkata, “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Maka Yesus berkata kepadanya supaya Petrus “datang”, dan tentu saja Petrus menjadi contoh klasik sebagai seorang yang terburu nafsu. Petrus menjadi orang yang selalu membolak-balik perkataannya, mengatakan hal yang salah dan juga tindakan yang salah sebelum ia berpikir. Read the rest of this entry

Merokok di Area Gereja, Bolehkah?

Ilustrasi Berhenti Merokok (healtheuropa.eu)

Fenomena merokok merupakan hal yang lazim kita temukan di Indonesia. Kita bisa menemukan fenomena ini di berbagai tempat umum. Dengan berbagai bentuk dari rokok konvensional sampai rokok elektrik, yang istilah merokoknya disebut vaping. Karena hal yang dianggap lazim, maka suka atau tidak suka, fenomena merokok ini ditemukan juga di area gereja. Read the rest of this entry

Mengapa Allah itu Kekal?

Oleh Uskup Jeffrey Monforton

Lukisan Tritunggal Mahakudus (Sumber: stpaulcenter.com)

Allah itu kekal. Dalam kata lain, Allahlah yang menciptakan. Kitab Kejadian mengajarkan kepada kita bahwa Allah menciptakan waktu dan alam semesta tempat kita hidup. Tentu saja, sebagai manusia yang mengukur apa yang kita lakukan dengan “ukuran waktu,” maka akan sulit memahami konsep bahwa Allah selalu beserta kita. Read the rest of this entry

Allah-Ku, Allah-Ku, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku

Oleh Dr. Brant Pitre

Eli, Eli, Lama Sabakhtani dari The Passion of the Christ (Sumber: YouTube DJ Anthony)

Sesudah Tuhan Yesus disidang dan didera di sepanjang jalan menuju Golgota, Matius mengisahkan kisah sebenarnya dalam penyaliban dan wafat Yesus. Dalam Minggu Sengsara dikisahkan dalam Injil Matius 27:32 demikian:

Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. Read the rest of this entry

Membongkar Paham New Age tentang Yesus

Oleh Trent Horn

Jesus and beautiful angel being with dove and sprig, spiritual concept. Jesus face in cosmic space (Sumber: catholic.com)

Deepak Chopra seorang dokter pengobatan alternatif dan konsultan kemandirian hidup yang nasihatnya terdengar mendalam namun setelah penelitian lebih lanjut ternyata ucapannya hanya omong kosong belaka. Misalnya dalam dua kutipan ini:

  • “Perhatian dan niat adalah mekanisme dalam perwujudan.”
  • “Kesadaran Anda menenangkan ekspresi akan pengetahuan.”

Read the rest of this entry

%d bloggers like this: