Category Archives: Apologetika

Sakramen Penguatan dalam Alkitab

Oleh Dr. Brant Pitre

The Sacrament of Confirmation karya Jacques Dumont le Romain (Sumber: fineartamerica.com)

Apakah Sakramen Penguatan diajarkan dalam Kitab Suci? Nah, jika kita sudah menerima Sakramen Penguatan maka Anda mengerti bahwa Sakramen Penguatan adalah penyempurnaan dari Pembaptisan kita. Itulah urapan kedua dengan Roh Kudus (daya Roh Kudus) yang dilakukan oleh uskup yang memetaraikan kita (menyempurnakan kita). Maka, Penguatan menyempurnakan Baptisan kita kepada Kristus untuk suatu tujuan tertentu. Apakah Anda tahu tujuannya apa? Untuk menjadi saksi Injil. Banyak orang tidak terlalu paham tentang mengapa kita menerima Penguatan karena tidak tahu apa itu Sakramen Penguatan. Jangan salah paham, Penguatan bukanlah Baptisan kedua. Dan juga bukan semacam hari wisuda Katolik, ya? Read the rest of this entry

Bertobat dan Dibaptis

Oleh Dr. Brant Pitre

Baptism of the Neophytes karya Masaccio (1425-1426) di Brancacci Chapel, Florence (Sumber: wikipedia.org)

Jika kita melihat kembali Kisah Para Rasul 2, yang mengisahkan homili Petrus pada hari raya Pentakosta. Dikatakan demikian:

Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara? (Kisah Para Rasul 2:14, 36-37) Read the rest of this entry

Apakah Orang Majus Hadir ketika Tuhan Yesus Lahir?

Oleh Trent Horn

The Adoration of the Magi – Peter Paul Rubens (Sumber: wikipedia.org)

Injil Lukas dan Matius kelihatannya saling bertentangan mengenai orang majus yang datang pada hari kelahiran Yesus. Apakah mereka benar-benar datang ke sana atau tidak? Trent Horn memecahkan kisah mengenai orang majus dan juga menjelaskan mengapa hal ini bukan alasan yang tepat untuk mendiskreditkan Injil. Read the rest of this entry

Kisah Kelahiran Menurut Matius dan Lukas Kontradiktif?

Oleh Tim Staples

Shepherds Field Nativity by Munir Alawi (Sumber: pinterest.com)

Apa kesamaan dari pembela ateisme dan ahli Kitab Suci liberal? Mereka suka menemukan “kontradiksi” yang dituduhkan kepada Kitab Suci. Perlu diingat, ini bukanlah tugas yang mudah karena “kontradiksi” ini sebenarnya tidak ada. Meskipun banyak dugaan tentang “kontradiksi” itu, salah satu kesukaan kedua pihak itu adalah yang sering dikemukakan terus menerus di internet, khususnya Ketika menjelang Natal. Salah satu “kontradiksi” yang umum ditemukan adalah “kisah masa kecil Yesus” menurut St. Matius dan St. Lukas. Read the rest of this entry

Mengapa Kanak-kanak Suci bukan Martir yang Pertama?

Oleh Romo Luke Fong

St. Stefanus (Sumber: catholicnews.sg)

Pertanyaan dari Edwina Prabha D’Cruz:

Kanak-kanak Suci dibunuh tak lama setelah kelahiran Yesus. Kenapa St. Stefanus yang dianggap martir pertama bukan Kanak-kanak Suci? Read the rest of this entry

Sejarah Aneh Sinterklas

Oleh Trent Horn

Santa Claus (Sumber: factretreiver.com)

Sewaktu saya manjadi seorang penginjil pro-life, organisasi tempat saya bekerja terdiri dari orang-orang Katolik dan Protestan. Dalam satu acara yang kami adakan di bulan Desember, saya bertanya kepada seorang rekan kerja yang Protestan tentang apa yang hendak dia rencanakan buat Natal.

Dia menjawab, “Saya tidak merayakan Natal.”

“Oh, kenapa?”

Kemudian dia melanjutkan alasannya dengan nada yang sederhana dan lugas: “Karena merayakan Natal tidak ada dalam Alkitab.” Setiap orang Protestan lainnya yang berada di tim kami masih merayakan Natal, namun wanita muda yang satu ini menolak Natal. Penolakan ini mengingatkan saya pada orang-orang Protestan mula-mula. Read the rest of this entry

Sensus yang Membawa Tuhan kita ke Betlehem

Oleh Paul Senz

Joseph and Mary (Sumber: pozdravka.ru)

Yesus Kristus adalah tokoh nyata yang pernah ada di muka bumi dalam waktu dan tempat yang nyata. Ada sesuatu yang sangat luar tentang-Nya, dan kita sering meremehkannya. Bahkan jika kita mengesampingkan apa yang kita yakini bahwa Ia sungguh Allah dan sungguh manusia, inkarnasi logos Allah, pribadi kedua Tritunggal yang Mahakudus, kita harus mengakui suatu fakta Yesus itu nyata.

Anehnya ada banyak orang di luar sana yang terus menerus mempertanyakan fakta yang tampaknya jelas ini. Maka dari itu, mereka mempertanyakan apakah sisi historis Injil itu bisa diandalkan. Read the rest of this entry

Masyarakat Sekuler Menyembah Sesuatu yang Bukan Kristus

Oleh Dr. Scott Hahn dan Brandon McGinley

New York City foto oleh Dorian Mongel (Sumber: stpaulcenter.com)

Segala sesuatu yang benar menurut apa yang dikatakan oleh masyarakat sekuler juga berlaku bagi siapa saja yang disebut sebagai individu sekuler. Menolak menyerahkan diri kepada Allah yang hidup bukanlah pilihan yang netral. Pilihan yang tidak netral itu juga tidak melindungi objektivitas atau kebebasan intelektual seseorang, dan tidak memerdekakan jiwa. Adapun, penolakan akan Allah yang hidup itu dilakukan dengan menolak untuk mengakui, menyembah, dan melayani-Nya sebagai tuntutan keadilan. Read the rest of this entry

Salib Terbalik – Simbol Iblis kah?

Oleh Hector Molina

Crucifixion of Saint Peter karya Caravaggio (c. 1600) (Sumber: wikipedia.org)

Selama bertahun-tahun saya sering bertemu dengan orang-orang yang anti-Katolik. Argumen mereka yang menentang iman Katolik cukup mudah ditebak, salah satu yang paling populer adalah tuduhan bahwa Paus itu adalah Antikristus. Salah satu bukti yang khas atas tuduhan ini adalah simbol Kepausan yaitu salib terbalik, yang para anti-Katolik yakin sebagai lambang Iblis. Oleh karena itu, menurut mereka, Paus sendiri bersekutu dengan Iblis. Read the rest of this entry

Janganlah Kamu Menyebut Siapapun Bapa, Maksudnya Apa?

Oleh Dr. Brant Pitre

Woe unto You, Scribes and Pharisees (Malheur à vous, scribes et pharisiens) karya James Tissot di Brooklyn Museum (Sumber: wikipedia.org)

Ada ajaran Yesus yang terkenal, “Janganlah kamu menyebut siapapun bapa.” Dan saya kira perkataan itu menjadi ayat yang sulit, karena dalam Katolikisme, khususnya di Barat, ada kebiasaan yang sudah berlangsung berabad-abad untuk menyebut seorang presbiter sebagai bapa (di Indonesia istilah yang sama adalah rama atau romo). Saya sebagai seorang umat merasa janggal ketika seorang presbiter berkata, “Janganlah kamu menyebut siapapun bapa,” dan kita semua merasa tidak nyaman karena kita semua memanggil presbiter itu dengan sebutan romo. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: