Blog Archives

Jika Kristus Mengalahkan Maut, Mengapa Kita Mati?

Oleh Regis Flaherty

El Descendimiento karya Rogier van der Weyden (Sumber: wikimedia.org)

Kristus benar-benar wafat di kayu salib. Dan peristiwa ini tidak dipalsukan, dan bukan juga tipuan maupun sulap. Kematian-Nya adalah hal yang nyata, yang di dalamnya ada rasa sakit, kesendirian, dan pindah dari alam kehidupan. Namun ketika Ia menundukkan kepala-Nya yang bermahkotakan duri dan mengucapkan perkataan yang mengguncangkan bumi, “Sudah selesai” (Yohanes 19:30), bukan hidup-Nya yang selesai melainkan kekuasaan maut yang sudah selesai. Kristus dibaringkan di dalam kubur hanya untuk keluar dan memberikan kejutan, mendorong batu yang memisahkan orang mati dari yang hidup, batu yang melambangkan hukuman mati bagi semua umat manusia. Kebangkitan-Nya bukan hanya batu kubur yang disingkirkan, namun gerbang surga juga dibuka. Read the rest of this entry

Kebangkitan Yesus dan Tanda Yunus

Oleh Dr. Brant Pitre

Jonah and the Whale karya Pieter Lastman (Sumber: wikipedia.org)

Mengapa orang Kristen perdana percaya Yesus bangkit?

Ada tiga alasan utama orang Kristen perdana percaya akan Kebangkitan, perlu diketahui mereka semua ini adalah orang Kristen Yahudi. Read the rest of this entry

Pertanyaan Historis Seputar Kebangkitan Yesus

Kebangkitan Yesus (Sumber: stpaulcenter.com)

St. Paulus menjelaskan bahwa Kebangkitan adalah aspek penting dari iman Kristen. Ia menyatakan, “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia” (1 Korintus 15:17-19). Read the rest of this entry

Paskah Yahudi dan Misa Kudus – Perjamuan Kenangan dan Kurban

Oleh Dr. Brant Pitre

“The Last Supper” foto oleh Sibeaster (Sumber: wikimedia.org)

Jika kita ingin memahami Paskah pada zaman Yesus, kita tidak cukup melihat kitab suci Yahudi kuno, kita juga perlu memperhatikan beberapa tradisi Yahudi kuno karena peribadatan berkembang dari waktu ke waktu. Berbagai hal ditambahkan, kebiasaan ditambahkan seiring berjalannya waktu, dan hal yang sama berlaku dengan peribadatan Yahudi. Maka, tradisi Yahudi pada zaman Kristus memiliki beberapa unsur lain dalam perjamuan Paskah yang ingin saya bagikan kepada Anda dalam sesi ini, semacam persiapan untuk apa yang akan kita lihat nanti dalam Perjamuan Malam Terakhir. Read the rest of this entry

Arti Tengkorak di bawah Salib Yesus

Oleh Evan H. Harrington

Tengkorak di bawah Salib Foto oleh Darren and Brad (Sumber: flickr.com dan aleteia.org)

Pengantar

Gereja Katolik sangat kaya akan karya seni, baik yang berupa lukisan maupun patung. Karya seni itu memiliki nilai teologis di dalamnya. Salah satunya salib (crucifix) yang di bawah kaki Yesus ada lambang tengkorak. Sekilas, kita melihatnya seperti lambang bajak laut, dan pikiran kita mulai berpikir yang macam-macam, misalnya salib sesat bahkan berpikir bahwa Gereja Katolik sesat. Maka dari itu sebelum kita menghakimi hal ini menurut pemikiran kita yang terbatas. Mari kita mau sedikit membaca mengenai berbagai hal mengenai iman kita. Dan semoga dengan mau membaca, kita menjadi tahu dan iman kita semakin diteguhkan. Read the rest of this entry

Makna Kehadiran Musa dan Elia dalam Transfigurasi Yesus

Oleh Daniel Esparza

Transfiguration by Feofan Grek from Spaso-Preobrazhensky Cathedral in Pereslavl-Zalessky (15th c, Tretyakov gallery) (Sumber: wikimedia.org)

“Pertemuan” yang tidak biasa ini mempunyai makna eskatologis yang mendalam. Satu kata dalam Bahasa Yunani mengenai perikop ini dapat membantu menguraikannya.

Read the rest of this entry

Dari Seder Paskah ke Ekaristi

Oleh Vladimir Mauricio-Perez

Misa bukanlah penemuan para rasul atau sesuatu yang Yesus ciptakan entah dari mana asalnya. Ada suatu tradisi tua yang mengatakan bahwa Misa adalah perubahan liturgi Yahudi: Perjamuan Paskah Yahudi atau dikenal kemudian dengan istilah Seder. Read the rest of this entry

Mengapa Patung Diselubungi pada Minggu Prapaskah V?

Penyelubungan Salib oleh George Martell (Sumber: flickr.com dan aleteia.org)

Mungkin kita merasa aneh ketika mengikuti Misa pada Minggu Prapaskah V ini semua patung yang indah di gereja bahkan juga crucifix (salib ber-corpus) ditutup kain ungu. Bukankah kita seharusnya melihat adegan yang menyakitkan di Kalvari ketika mendengar pembacaan Kisah Sengsara pada Minggu Palma? Read the rest of this entry

%d bloggers like this: