Blog Archives

Jika Kristus Mengalahkan Maut, Mengapa Kita Mati?

Oleh Regis Flaherty

El Descendimiento karya Rogier van der Weyden (Sumber: wikimedia.org)

Kristus benar-benar wafat di kayu salib. Dan peristiwa ini tidak dipalsukan, dan bukan juga tipuan maupun sulap. Kematian-Nya adalah hal yang nyata, yang di dalamnya ada rasa sakit, kesendirian, dan pindah dari alam kehidupan. Namun ketika Ia menundukkan kepala-Nya yang bermahkotakan duri dan mengucapkan perkataan yang mengguncangkan bumi, “Sudah selesai” (Yohanes 19:30), bukan hidup-Nya yang selesai melainkan kekuasaan maut yang sudah selesai. Kristus dibaringkan di dalam kubur hanya untuk keluar dan memberikan kejutan, mendorong batu yang memisahkan orang mati dari yang hidup, batu yang melambangkan hukuman mati bagi semua umat manusia. Kebangkitan-Nya bukan hanya batu kubur yang disingkirkan, namun gerbang surga juga dibuka. Read the rest of this entry

Ekaristi dan Kebangkitan Badan

Oleh Dr. Scott Hahn

Adoration of the Mystic Lamb (Sumber: denvercatholic.org)

Sebelum Yesus melangkah menuju Kalvari, Ia memberi tahu para pendengar-Nya bagaimana kebangkitan kita akan terjadi: “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” (Yohanes 6:51).

Roti apakah itu? Yesus memberi tahu kita di ayat yang sama: “Roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia” (Yohanes 6:51). Read the rest of this entry

Kebangkitan Yesus dan Tanda Yunus

Oleh Dr. Brant Pitre

Jonah and the Whale karya Pieter Lastman (Sumber: wikipedia.org)

Mengapa orang Kristen perdana percaya Yesus bangkit?

Ada tiga alasan utama orang Kristen perdana percaya akan Kebangkitan, perlu diketahui mereka semua ini adalah orang Kristen Yahudi. Read the rest of this entry

Pertanyaan Historis Seputar Kebangkitan Yesus

Kebangkitan Yesus (Sumber: stpaulcenter.com)

St. Paulus menjelaskan bahwa Kebangkitan adalah aspek penting dari iman Kristen. Ia menyatakan, “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia” (1 Korintus 15:17-19). Read the rest of this entry

%d bloggers like this: