Blog Archives

Allah-Ku, Allah-Ku, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku

Oleh Dr. Brant Pitre

Eli, Eli, Lama Sabakhtani dari The Passion of the Christ (Sumber: YouTube DJ Anthony)

Sesudah Tuhan Yesus disidang dan didera di sepanjang jalan menuju Golgota, Matius mengisahkan kisah sebenarnya dalam penyaliban dan wafat Yesus. Dalam Minggu Sengsara dikisahkan dalam Injil Matius 27:32 demikian:

Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. Read the rest of this entry

Yesus – Hamba yang Menderita dan Yusuf yang Baru

Oleh Dr. Brant Pitre

Joseph Sold (Sumber: YouTube Catholic Productions)

Aspek ketiga dalam narasai Kisah Sengsara Yesus adalah mengenai hamba yang menderita. Perlu diketahui bahwa hal ini penting. Dalam Perjanjian Lama ada nubuat tentang hamba yang menderita seperti dalam Yesaya 50:4-7, yang merupakan bacaan pertama pada Minggu Palma. Perikop itu menggambarkan hamba Allah yang misterius yang memberikan punggungnya pada para penyesah, dan ia tidak menyembunyikan mukanya ketika dinodai dan diludahi. Dan apa yang terjadi setelah Penderitaan di Taman Getsemani? Read the rest of this entry

Kebangkitan Yesus dan Tanda Yunus

Oleh Dr. Brant Pitre

Jonah and the Whale karya Pieter Lastman (Sumber: wikipedia.org)

Mengapa orang Kristen perdana percaya Yesus bangkit?

Ada tiga alasan utama orang Kristen perdana percaya akan Kebangkitan, perlu diketahui mereka semua ini adalah orang Kristen Yahudi. Read the rest of this entry

Paskah Yahudi dan Misa Kudus – Perjamuan Kenangan dan Kurban

Oleh Dr. Brant Pitre

“The Last Supper” foto oleh Sibeaster (Sumber: wikimedia.org)

Jika kita ingin memahami Paskah pada zaman Yesus, kita tidak cukup melihat kitab suci Yahudi kuno, kita juga perlu memperhatikan beberapa tradisi Yahudi kuno karena peribadatan berkembang dari waktu ke waktu. Berbagai hal ditambahkan, kebiasaan ditambahkan seiring berjalannya waktu, dan hal yang sama berlaku dengan peribadatan Yahudi. Maka, tradisi Yahudi pada zaman Kristus memiliki beberapa unsur lain dalam perjamuan Paskah yang ingin saya bagikan kepada Anda dalam sesi ini, semacam persiapan untuk apa yang akan kita lihat nanti dalam Perjamuan Malam Terakhir. Read the rest of this entry

Penyaliban, Ekaristi, dan Tamid

Oleh Dr. Brant Pitre

Agnus Dei karya Francisco de Zurbarán (Sumber: wikipedia.org)

Tamid dijelaskan di beberapa tempat dalam Perjanjian Lama. Saya akan memberikan beberapa perikop mengenai Tamid, dan marilah kita lihat apa yang Alkitab katakan mengenai perjamuan kuno ini dan bagaimana Yesus menggenapinya. Kutipan pertama dari Keluaran 29, yang menggambarkan kurban harian yang akan dilakukan bangsa Yahudi di Bait Allah:

“Inilah yang harus kauolah di atas mezbah itu: dua anak domba berumur setahun, tetap tiap-tiap hari. Domba yang satu haruslah kauolah pada waktu pagi dan domba yang lain kauolah pada waktu senja. Dan beserta domba yang satu kauolah sepersepuluh efa tepung yang terbaik dengan minyak tumbuk seperempat hin, dan korban curahan dari seperempat hin anggur” (Keluaran 29:38-40). Read the rest of this entry

Penyaliban – Brutalnya Salib

Oleh Dr. Brant Pitre

Yesus Berjumpa dengan Maria, Ibu-Nya (Sumber: thecatholictalks.com)

Kebanyakan orang Kristen saat ini sudah biasa dengan istilah penyaliban. Bahkan mereka yang bukan Kristen sudah pernah mendengar penyaliban, hanya dengan merujuk pada Yesus dari Nazaret. Sudah banyak diketahui bahwa penyaliban yang dialami Yesus itu sebagai cara kematian yang sangat kejam dan menyakitkan. Dan khususnya, belakangan ini semakin diperjelas dengan film The Passion of the Christ karya Mel Gibson. Bahkan mereka yang bukan Kristen, juga orang Katolik sekalipun yang menonton film itu mendapat khazanah yang brutal dari penyaliban menurut Romawi kuno. Read the rest of this entry

Penyaliban – Penghinaan di Kayu Salib

Oleh Dr. Brant Pitre

Calvary karya Paolo Veronese, abad ke-16 (Sumber: wikimedia.org)

Kehormatan dan penghinaan adalah hal yang sangat penting pada zaman kuno. Maka elemen kedua mengenai penderitaan batin berhubungan dengan salib adalah penghinaan karena disalibkan [Elemen pertama bisa dibaca di artikel Penyaliban – Brutalnya Salib]. Bahkan Cicero seorang retoris ternama membicarakan tentang salib sebagai “pohon penghinaan.” Alasan hal itu dianggap demikian karena penyaliban secara khusus hukuman bagi para budak. Seneca menyebutnya “hukuman ekstrem dan pamungkas bagi seorang budak” dan Valerius Maximus menyebutnya “hukuman para budak.” Read the rest of this entry

Apakah Yohanes Pembaptis Mengenal Tuhan Yesus?

Oleh Dr. Brant Pitre

Baptism of Christ karya David Zalenka (Sumber: wikimedia.org)

Yohanes Penginjil menuliskan kisah Yohanes Pembaptis yang memberikan kesaksian setelah Roh turun atas Yesus (Yohanes 1:32-34). Yohanes Pembaptis berkata bahwa, “Aku pun tidak mengenal-Nya.” Bukankah kita mengetahui bahwa Yohanes itu adalah sepupu Yesus. Maka satu hal ini membuat saya bingung. Oleh karena itu saya harus melihat literatur para Bapa Gereja yang artinya saya harus melihat kembali tradisi Gereja yang hidup untuk menjelaskan hal ini. Hal ini sungguh menarik. Read the rest of this entry

Dari Seder Paskah ke Ekaristi

Oleh Vladimir Mauricio-Perez

Misa bukanlah penemuan para rasul atau sesuatu yang Yesus ciptakan entah dari mana asalnya. Ada suatu tradisi tua yang mengatakan bahwa Misa adalah perubahan liturgi Yahudi: Perjamuan Paskah Yahudi atau dikenal kemudian dengan istilah Seder. Read the rest of this entry

Akar Perjanjian Lama mengenai Minggu Palma

Oleh Dr. Brant Pitre

Assisi frescoes entry into jerusalem by Pietro Lorenzetti (Sumber: wikipedia.org)

Salah satu Misa dan bacaan-bacaan Kitab Suci yang saya sukai dalam lingkaran tahun liturgi adalah Minggu Palma Mengenang Sengsara Tuhan atau lebih umum dikenal dengan “Minggu Palma.”

Melalui bacaan-bacaan pada Minggu Palma, Gereja menghantar kita menuju puncak perayaan tahun liturgi pada perayaan Pekan Suci. Inilah hari Minggu terakhir sebelum memulai masa Triduum (Trihari Suci), yang akan mencapai puncaknya pada perayaan Paskah (Paskah Latin), yang dalam Katekismus disebut sebagai “pesta segala pesta” (KGK 1169). Read the rest of this entry

%d bloggers like this: