Blog Archives

Penjala Manusia dalam Konteks Yahudi Kuno

Oleh Dr. Brant Pitre

Fishing for Souls karya Adriaen van der Venne (Sumber: wikipedia.org)

Apa artinya menjadi penjala manusia di abad pertama? Anda mungkin melihatnya sebagai metafora sederhana. Jelas sekali apa yang nelayan lakukan? Menangkap ikan. Maka Yesus sedang menjadikan mereka penjala manusia, Ia memanggil mereka untuk mengikuti-Nya dan mengundang atau menangkap orang lain untuk menjadi murid, mengumpulkan pengikut yang akan percaya akan kabar gembira Kerajaan Allah dan memanggil orang banyak supaya bertobat. Itulah arti yang jelas dari penjala manusia. Read the rest of this entry

Monoteisme dan Keilahian Yesus Menurut Paulus

Oleh Dr. Brant Pitre

Kristus Raja dalam kaca patri di Annunciation Melkite Catholic Cathedral di Roslindale, Massachusetts (Sumber: wikipedia.org)

Dikatakan demikian:

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Filipi 2:9-11) Read the rest of this entry

Penyaliban – Kutukan Salib

Oleh Dr. Brant Pitre

XII Station Jesus Dies on the Cross by Patricia Trudeau (Sumber: fineartamerica.com)

Ada satu elemen terakhir mengenai penyaliban dalam konteks Yahudi yang sangat penting. Salib bukan sekadar sesuatu yang kejam, bukan sekadar penghinaan baik secara publik atau sosial. [Elemen pertama bisa dibaca di artikel ‘Penyaliban – Brutalnya Salib’ dan elemen kedua bisa dibaca di artikel ‘Penyaliban – Penghinaan di Kayu Salib’]. Tapi punya signifikansi teologis dalam agama Yahudi, yaitu dianggap sebagai tanda kutukan Allah: kutukan penyaliban. Read the rest of this entry

Barabas, Putra dari Bapa?

Oleh Dr. Brant Pitre

Choice between Jesus and Barabbas (Sumber: bobkaylor.com)

Setelah kisah pengkhianatan terjadi, Matius menceritakan peristiwa terkenal mengenai Yesus di hadapan Pontius Pilatus untuk diadili. Dalam peristiwa itu, Pilatus menawarkan dua pilihan kepada orang-orang Yerusalem, yaitu membebaskan Barabas atau Yesus. Mari kita lihat kisahnya  untuk melihat apa yang hendak digenapi Yesus dalam Matius 27:15: Read the rest of this entry

Sakramen Penguatan dalam Alkitab

Oleh Dr. Brant Pitre

The Sacrament of Confirmation karya Jacques Dumont le Romain (Sumber: fineartamerica.com)

Apakah Sakramen Penguatan diajarkan dalam Kitab Suci? Nah, jika kita sudah menerima Sakramen Penguatan maka Anda mengerti bahwa Sakramen Penguatan adalah penyempurnaan dari Pembaptisan kita. Itulah urapan kedua dengan Roh Kudus (daya Roh Kudus) yang dilakukan oleh uskup yang memetaraikan kita (menyempurnakan kita). Maka, Penguatan menyempurnakan Baptisan kita kepada Kristus untuk suatu tujuan tertentu. Apakah Anda tahu tujuannya apa? Untuk menjadi saksi Injil. Banyak orang tidak terlalu paham tentang mengapa kita menerima Penguatan karena tidak tahu apa itu Sakramen Penguatan. Jangan salah paham, Penguatan bukanlah Baptisan kedua. Dan juga bukan semacam hari wisuda Katolik, ya? Read the rest of this entry

Akar Kitab Suci Rabu Abu

Oleh Dr. Brant Pitre

Ash Wednesday (Sumber: philstar.com)

Sesudah Hari Raya Natal, salah satu hari paling populer dalam setahun untuk ikut Misa adalah Rabu Abu, meskipun umat Katolik yang jarang Misa ikut Misa Rabu Abu. Rabu Abu menjadi hari pertama dari Masa Prapaskah. Namun, di saat yang sama, terlepas dari popularitas dan tingkat kehadiran umat yang tinggi, menjadi salah satu hari dalam setahun yang paling membingungkan karena umat Katolik melakukan hal-hal yang sangat aneh.

Pertama-tama, kita punya abu yang dibubuhkan di dahi kita dalam bentuk salib, banyak orang banyak bertanya-tanya: Apa arti abu itu? Mengapa orang Katolik mengenakan abu di dahi mereka? Dan bahkan kemudian ada orang lain yang menantang kita demikian, “Mengapa kalian orang Katolik membubuhkan abu di dahi supaya menunjukkan bahwa kalian sedang berpuasa padahal Yesus dengan jelas mengatakan dalam Injil bahwa kapan pun kalian berpuasa jangan sampai ada orang yang tahu, kalian harus mencuci muka kalian, dan meminyaki kepala kalian supaya tidak ada orang yang tahu kalau kalian sedang berpuasa dan melakukannya dengan tersembunyi.” Bukankah Rabu Abu dalam pengertian demikian menjadi bertentangan dengan ajaran Yesus sendiri? Berikut ini jawaban mengenai pertanyaan-pertanyaan itu dengan melihat dua hal: Read the rest of this entry

Bertobat dan Dibaptis

Oleh Dr. Brant Pitre

Baptism of the Neophytes karya Masaccio (1425-1426) di Brancacci Chapel, Florence (Sumber: wikipedia.org)

Jika kita melihat kembali Kisah Para Rasul 2, yang mengisahkan homili Petrus pada hari raya Pentakosta. Dikatakan demikian:

Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara? (Kisah Para Rasul 2:14, 36-37) Read the rest of this entry

Yesus dan Keluaran Perjanjian Baru

Oleh Dr. Brant Pitre

Flight to Egypt (Sumber: pinterest.com)

Dalam Injil Matius ada tertulis mengenai penggenapan Kitab Suci, yakni pada:

Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.” (Matius 2:15b) Read the rest of this entry

Yesus dan Murid Yohanes Pembaptis

Oleh Dr. Brant Pitre

Ikon ‘Behold the Lamb of God’ karya Peter Murphy (Sumber: fineartamerica.com)

Dalam Yohanes 1:35-42 berbunyi demikian:

Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah!”

Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.

Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat. Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).” Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).” Read the rest of this entry

Baptisan Yesus dan Ishak yang Baru

Oleh Dr. Brant Pitre

El sacrificio de Isaac karya Domenichino (Sumber: wikipedia.org)

Ada satu hal yang penting yaitu gambaran Yesus sebagai Ishak yang baru. Nah, di mana kita bisa melihat gambaran itu? Ada dalam baris terakhir dalam kisah Pembaptisan, ketika Allah berkata:

“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Matius 3:17) Read the rest of this entry

%d bloggers like this: