Blog Archives

Apakah Misa itu Kurban?

Oleh Dr. Brant Pitre

Holy Sacrifice of the Mass – A painting inside the chapel of St. Benedict’s Monastery in Corte, Carmen, Cebu, Philippines karya Jun Rebayla (Sumber: flickr.com)

Ada satu pertanyaan tentang Misa, di mana ada perikop yang dijadikan kontroversi di abad ke-16 oleh para reformator Protestan, terutama Martin Luther. Ketika kebanyakan umat Katolik masa kini membicarakan tentang Reformasi Protestan maka seringkali membahas perdebatan mengenai Kehadiran Nyata – misalnya tentang Transsubstansiasi.

Ada teori-teori yang berbeda mengenai Kehadiran nyata pada zaman Reformasi. Apakah Yesus hanya hadir secara rohani dalam roti dan anggur, seperti pendapat Calvin? Atau konsubstansiasi seperti pendapat Luther, di mana roti dan anggur hadir bersama dengan Tubuh dan Darah Kristus? Dan itu semua salah. Maka, apa itu transsubstansiasi yang diajarkan Konsili Trente? Yaitu tidak ada roti dan anggur setelah konsekrasi atau tidak ada lagi substansi roti dan anggur setelah konsekrasi – yang masih tetap adalah rupanya, tetapi yang hadir di altar adalah Yesus Kristus, Tubuh, Darah, Jiwa dan Keilahian-Nya. Read the rest of this entry

Ajaran Gereja tentang Kehadiran Nyata Yesus dalam Ekaristi

Oleh Leon K. Suprenant Jr. dan Philip C.L. Gray

Adoración de la Sagrada Forma por Carlos II (Museo del Prado) (Sumber: stpaulcenter.com)

Gereja Katolik selalu mengajarkan bahwa dalam Sakramen Mahakudus Ekaristi, tubuh dan darah bersama dengan jiwa dan keilahian dari Tuhan kita Yesus Kristus, yakni keseluruhan Kristus benar-benar hadir secara substansial. Ajaran ini berakar pada Kitab Suci, diajarkan para Bapa dan Doktor Gereja, dan ditegaskan kembali oleh para paus dan konsili ekumenis sepanjang sejarah Gereja. Ajaran ini dirangkum dalam Katekismus Gereja Katolik paragraf 1379-1381. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: