Category Archives: Kisah Iman

Pencarian Gereja Universal – Kisah Dr. G. Lloyds Raja

Dr. G. Lloyds Raja (Sumber: chnetwork.org)

Masa kecil

Saya lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang menjadi anggota CSI (Church of South India / Gereja India Selatan), yang dibentuk oleh persatuan gereja-gereja Episkopal dan non-Episkopal pada tahun 1940-an. Nenek dari pihak ayah adalah seorang guru Alkitab di CSI, dan kakek dari pihak ibu adalah seorang penginjil. Menurut norma CSI, saya dibaptis sewaktu masih bayi dan diikutsertakan ke Sekolah Minggu dan Christian Endeavor Union di usia yang sangat dini. Saya memenangkan banyak hadiah dalam kompetisi pengetahuan Alkitab yang diadakan oleh Keuskupan CSI Kanyakumari. Ibu saya mendorong saya supaya membaca Alkitab dan berdoa, tapi sebagian besar belajar dan berdoa tidak ada artinya selain untuk mendapatkan hadiah dalam kontes tanya jawab Alkitab. Read the rest of this entry

Suatu Hari Nanti Kita Semua akan Jadi Katolik – Kisah Ben Eicher

Ben Eicher (Sumber: chnetwork.org)

“Suatu hari nanti kita semua akan jadi Katolik.” “Apa!?” Waktu itu saya berusia delapan tahun ketika ayah saya mengucapkan  kata-kata itu. Waktu itu Minggu malam tanggal 22 Oktober 1967. Ayah sedang menyetir dari rumah kami di West Milford, New Jersey, tempat ia melayani sebagai pendeta di Holy Faith Missouri Synod Lutheran Church, yang ia dirikan pada tahun 1960 langsung dari Concordia Seminary. Tujuan kami adalah 20 mil (± 32 km) ke wilayah selatan melalui jalan tol ke Gereja Katolik Our Lady of the Valley di Wayne, New Jersey, tempat ayah saya dan Romo James Rugel akan bersama-sama memimpin kegiatan ekumenis pasca-Vatikan II.

Ayah pernah menulis pesan “Selamat Datang” yang ada pada malam itu di buletin paroki Katolik itu. Ia akan melayani sebagai salah satu dari sembilan rohaniwan: lima orang presbiter Katolik dan empat pendeta Lutheran. Don Bosco College Choir dan Lutheran Theological Seminary of Philadelphia Chorus akan membawakan lagu pujian. Read the rest of this entry

Selangkah demi Selangkah Dibimbing Tuhan – Kisah Nick Alexander

Nick Alexander (Sumber: chnetwork.org)

Kasih karunia Tuhan yang membimbing kita semua. Ia tidak memaksa orang untuk berbuat sesuatu, melainkan Ia menggunakan berbagai elemen duniawi dan keadaan orang itu sendiri untuk membuka dan menutup pintu, Ia yang memberikan tuntunan dan kebijaksanaan.

Saya mengenal Kristus secara pribadi pada tahun 1984, waktu saya berumur 14 tahun. Saya pernah ikut retret orang muda musim panas di New England, ketika saya menjadi yakin akan realitas keberadaan Tuhan yang personal. Sesudah itu saya pulang ke sebuah apartemen di New York City dengan realitas yang baru di hadapan saya, suatu semangat yang baru ditemukan. Read the rest of this entry

Pramugari Masuk Biara – Kisah Sr. Evelyn dari Kanak-kanak Yesus

Oleh Matilde Latorre

Sor Evelyn del Niño Jesús (Sumber: aleteia.org dan declausura.org)

Evelyn meninggalkan pekerjaannya di salah satu maskapai penerbangan ternama di Singapura untuk mengabdikan dirinya kepada Tuhan dalam hidup doa dan karya bakti.

Read the rest of this entry

Bersyukur karena Bisa Bersyukur – Kisah Jeff Miller

Jeff Miller (Sumber: chnetwork.org)

 

Salah satu hal yang saya ketahui di kemudian hari yaitu kalau saya lahir satu hari setelah Paus Pius XII wafat. Jadi saya lahir pada waktu takhta kosong, dan saya rasa itulah peribahasa yang tepat dalam hidup saya. Sebagian besar saya menjalani hidup kalau seolah-olah Tuhan tidak ada. Saya seperti seorang semi-sedevakantis, karena saya percaya kalau tidak ada Tuhan di takhta surga … tapi juga saya percaya kalau Tuhan dan surga tidak ada sama sekali. Read the rest of this entry

Kenapa Petrus Tenggelam? – Kisah Peter Flies

Peter Flies (Sumber: chnetwork.org)

Di tengah perjalanan hidup saya, saya melihat lampu mobil polisi di kaca spion saya. Saya menepi di sisi jalan dan pantas ditangkap. Saya masih ingat waktu itu saya menolak tes ketenangan, bukan karena saya ingin melawan penilaian polisi di pengadilan, namun karena saya hampir tidak bisa berdiri. Saya mengemudi dengan kecepatan 35 mil/jam (±56 km/jam) di jalan raya yang seharusnya dalam kecepatan 65 mil/jam (±104 km/jam) pada jam 4 dini hari, tanpa pakaian dan sepatu. Saya dibawa ke tempat detoksifikasi, kemudian ke penjara. Itulah hari terbaik dalam hidup saya. Read the rest of this entry

Keberanian untuk Berpindah – Kisah Courtney Comstock

Courtney Comstock (Sumber: chnetwork.org)

Memori masa kecil mula-mula saya tentang gereja yaitu waktu saya masih di prasekolah pada pertengahan 1980-an. Ibu saya mengantar saya ke sekolah Minggu di First Southern Baptist Church di Prescott Valley, Arizona, sementara itu ibu saya ikut kebaktian dewasa. Saya tidak terlalu ingat lagi tentang masa itu kecuali belajar lagu, “Yes, Jesus loves me, the Bible tells me so (lirik versi bahasa Indonesia: Ya, Yesus sayang, Dia sayang padaku).” Kami tidak lama menjadi umat di gereja itu. Ibu saya berpindah-pindah gereja sampai menemukan gereja yang dia senangi. Ayah saya tidak ikut ke gereja bersama kami, ia sudah meninggalkan Gereja Mormon sewaktu remaja dan tidak lagi beragama. Ketika kami mencoba gereja yang berbeda-beda, saya masih ingat ikut gereja aliran Pentakosta yang jemaatnya berbicara dan bergumam dalam bahasa roh. Orang-orang maju ke depan dan menangis dengan keras sambil pendeta menumpangkan tangannya atas mereka dan dengan keras mengusir setan. Saya sangat ketakutan! Saya pikir kalau suasana seperti itu diperlukan untuk dekat dengan Tuhan, saya tidak mau ikut di dalamnya. Read the rest of this entry

Otoritas Kitab Suci – Kisah Vivian Centurion

Vivian Centurion (Sumber: chnetwork.org)

Kenapa seorang Kristen yang percaya Alkitab bisa bergabung dengan Gereja Katolik? Saya tidak mengabaikan Kitab Suci, sebaliknya saya mendalami Kitab Suci. Hal itu yang memicu saya. Saya sudah mengajar sebuah kelompok kecil dalam bidang studi Alkitab bagi wanita selama bertahun-tahun. Saya tahu bagaimana melakukan riset dan melihat tafsiran. Tapi saya punya banyak keraguan, pertanyaan, dan kesulitan yang saya sembunyikan karena saya tidak menemukan jawaban atau jawaban yang saya temukan itu tidak memuaskan. Namun kemudian, saya mencari jawaban di mana-mana kecuali di Gereja Katolik. Pengalaman saya berjumpa dengan orang-orang Katolik adalah kalau mereka itu orang yang percaya takhayul dan tidak tahu akan Kitab Suci – bahkan mereka itu punya doktrin sendiri yang tidak mampu memberikan jawaban yang cerdas untuk mendukung keyakinan mereka. Maka saya pikir mereka itu yang sebaik-baiknya adalah orang yang berpikiran sederhana dan yang paling buruk adalah orang-orang sesat. Read the rest of this entry

Semua Pertanyaanku Terjawab – Kisah Celine Faustina Tan

Waktu saya memutuskan untuk ikut RCIY (kelas katekumen bagi orang muda –red.), saya merasa sangat ragu. Ikut RCIY adalah komitmen besar yang tidak tahu apakah saya bisa memutuskannya. Sebagai umat beriman yang masih baru dan juga belum dibaptis, saya pernah mengalami dijauhi dalam komunitas di masa lalu, saya merasa sebagai pengamat, orang yang ada di luar gereja dan mengamatinya. Bagi saya, menjadi bagian dari komunitas selalu menjadi perjuangan karena saya akan merasa tidak berada di tempatnya dan juga merasa cemas dalam berbagai situasi sosial. Sebelum mendaftar RCIY, ada dalam benak saya pemikiran, “Bagaimana kalau saya merasa canggung selama kelas berlangsung?” dan “Bagaimana kalau tidak kerasan lagi tapi harus ada di sana selama setahun?” Read the rest of this entry

Yang Hilang, Yang Ditemukan – Kisah Tony Barrett, Ph.D.

Tony Barrett, Ph.D. (Sumber: chnetwork.org)

Masa Kecil

Saya dibesarkan di beberapa gereja Baptis di sebuah kota kecil di wilayah utara Georgia, sekitar sejam di luar kota Atlanta. Pada hari Minggu pagi biasanya kami mengisi waktu dengan  pergi ke gereja atau menonton khotbah seorang pendeta Injili terkenal di TV. Saya masih ingat dengan lagu pujiannya, karena Sekolah Minggu dilakukan di basement gereja, saya juga memakai gelang WWJD, ikut kelompok remaja setiap Rabu malam, dan khotbah yang berapi-api. Mereka suka dengan lagu-lagu gospel, terutama lagu-lagu bergaya Appalachian selatan. Kadang-kadang mereka membawa saya ke konser kuartet Injili di gereja-gereja kecil di pedesaan. Biasanya, lagunya diiringi dengan piano dan kadang-kadang dengan gitar, orang-orang akan membagikan kesaksian pribadi mereka tentang bagaimana mereka mengenal Tuhan dan kadang-kadang kami melakukan persekutuan dan sekali-kali melakukan pembaptisan sekali atau dua kali setahun. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: