Category Archives: Kisah Iman

Marinir Anti-Katolik Menjadi Katolik – Kisah Craig Alexander

Craig Alexander (Sumber: chnetwork.org)

Kisah Masa Kecil

Saya anak kedua dari empat bersaudara yang dibesarkan dalam sebuah keluarga dengan seorang ayah yang seorang alkoholik. Pelecehan dengan kata-kata maupun fisik kepada seluruh anggota keluarga berakhir ketika ayah saya pergi dari kami. Saya memohon kepada para pembaca kisah ini untuk mendoakan ayah saya, nama beliau adalah Ivan.

Setelah kepergian ayah kami, ibu kami bekerja keras supaya kami bisa punya tempat tinggal dan bisa makan. Ibu juga menjadi penjaga kehidupan rohani kami dengan ikut sekolah Minggu setiap pekannya dan ke gereja di Highspire United Methodist Church. Di sinilah saya mengenal Yesus dan tempat saya dibaptis. Saya mengenal Yesus seperti yang dikatakan oleh saudara-saudari Protestan kami, yaitu sebagai Tuhan dan Juruselamat saya. Saya juga melayani sebagai akolit dalam gereja keluarga kami. Dalam tradisi Methodist, akolit merujuk pada seorang anak yang menyalakan lilin sebelum kebaktian di gereja. Read the rest of this entry

Magnet Kebenaran – Kisah Noel Culbertson

Noel Culbertson (Sumber: EWTN YouTube Channel)

Gereja Katolik tidak pernah ada dalam perhatian saya. Saya tidak punya kebencian dan dendam dengan Gereja, lebih dari ketidaktahuan dan sikap apatis orang Amerika terhadap Gereja. Namun, sepertinya banyak jalan menuju Roma, saya sudah berada di sana jauh sebelum saya menyadarinya. Kami bahagia di jemaat Baptis kami, kami ikut terlibat dalam karya pelayanan, pelajaran Alkitab, dan dikelilingi teman-teman Kristen yang luar biasa, tapi di sepanjang jalan hidup, kami dirayu oleh Mempelai Kristus yang agung. Seperti yang dikatakan G. K. Chesterton, “Seseorang yang sudah datang terlalu dekat dengan kebenaran, dan lupa bahwa kebenaran adalah magnet, dengan daya tarik dan tolaknya.” Read the rest of this entry

Seorang Sekuler Datang kepada Kristus – Kisah David McHugh

David McHugh (Sumber: chnetwork.org)

Saya lahir dari seorang ibu Lutheran dan seorang ayah Katolik. Saya dibesarkan di Bavaria, Jerman, dan dibaptis Katolik sejak bayi. Orang tua saya bercerai ketika saya berusia 9 tahun. Karena ibu saya yang mengambil hak asuh, saya tidak dibesarkan sebagai seorang Katolik, saya juga tidak menerima Sakramen Penguatan Katolik. Sebaliknya, saya dan saudari saya ikut dan dibesarkan di sebuah gereja Lutheran. Setelah SMA, saya pindah ke Los Angeles untuk menjalin hubungan dengan ayah saya. Di sana saya berjumpa dengan Dina yang menjadi istri pertama saya. Saya mengadopsi putrinya yang bernama Olivia, dan kami punya dua anak lagi, mereka bernama Anya dan Quentin. Karena gereja tidak punya peran penting dalam kehidupan kami, kami hanya menikah dalam upacara sipil. Akhirnya kami mulai ke gereja Methodist, tempat Dina dan anak-anak dibaptis. Read the rest of this entry

Ketika yang Dikehendaki Tidak Cukup – Kisah Sr. Miriam James Heidland, S.O.L.T.

Sr. Miriam James Heidland, S.O.L.T. (Sumber: chnetwork.org)

Sr. Miriam James Heidland, S.O.L.T. adalah penulis buku “Loved as I Am” yang diterbitkan oleh Ave Maria Press. Dia berbicara kepada Coming Home Network mengenai didikan keluarganya yang Katolik, bagaimana dia berpaling dari atlet mahasiswa di kampus, dan akhirnya menemukan kekuatan untuk percaya akan panggilan Allah dalam kehidupan religius.

Read the rest of this entry

Profesor Harvard Diantar Bunda Maria ke Gereja Katolik – Kisah Roy Schoeman

Roy Schoeman (Sumber: catholicspeakers.com)

Kedua orang tua saya merupakan orang Yahudi yang taat. Mereka melarikan diri dari Eropa ke Amerika Serikat karena Holokaus. Saya dibesarkan dalam keluarga Yahudi “konservatif” yang pada dasarnya agak saleh dan sangat antusias dengan pengajaran agama yang saya terima dan juga kegiatan keagamaan yang saya ikuti.

Saya mengikuti program pendidikan agama Yahudi yang diadakan oleh pihak sinagoga sepulang sekolah (program ini semacam ektrakurikuler yang bernama Hebrew School/Sekolah Ibrani). Saya mengikutinya sejak dari grammar school (setingkat SD-SMP –red.) sampai high school (setingkat SMA –red.). Di SMA menjadi masa fokus utama identitas dan aktivitas saya, walaupun pada saat itu hanya enam orang yang melanjutkan program itu.  Saya sangat dekat dengan rabi saya dan beberapa seminaris yang menjadi guru sekolah yang mengajar bahasa Ibrani. Rabi di kampung halaman saya adalah Arthur Hertzberg. Beliau adalah rabi ternama di Amerika Serikat, yang juga menjabat sebagai presiden Kongres Yahudi Amerika Serikat, penasihat beberapa presiden Amerika Serikat, dan juga menulis beberapa buku laris tentang Yudaisme dan sejarah Yahudi. Beliau adalah guru bahasa Ibrani favorit saya, yang sangat dekat dengan saya, yang menjadi seorang rabi yang sangat terkemuka yang kemudian memimpin seminar kerabian Yahudi terbesar di Amerika Serikat. Read the rest of this entry

Presbiter Episkopal Jadi Katolik – Kisah James Anderson

James Anderson (Sumber: EWTN YouTube Channel)

Yang paling awal dalam ingatan saya tentang iman adalah pembaptisan saya. Waktu itu hari Minggu pagi di musim semi dan saya berusia 4 tahun. Saya masih ingat dengan apa yang saya lihat ketika saya tepat berada di hadapan tempat kudus, sambil memandang umat. Pendeta Methodist kami bernama Doktor Trost, membantu saya naik ke sana, dan itulah peristiwa penting dalam hidup saya. Saya tidak ingat tentang air baptisannya atau memahami mengapa air itu penting, tapi itulah yang menjadi kenangan baik yang hangat dan unik. Read the rest of this entry

Keindahan dari Kehancuran – Kisah Joelle Maryn

Joelle Maryn (Sumber: chnetwork.com)

Iman yang Bernyala-nyala

Dahulu, saya seorang gadis kecil yang rajin berdoa. Saya dilahirkan dan dibesarkan dalam Iman Katolik. Saya dibesarkan di kota kecil di negara bagian New York. Anda bisa melihat gereja St. Mary dan aula parokinya dari jendela ruang tamu di rumah kami. Presbiter paroki sering datang untuk makan malam, dan keluarga saya sangat terlibat di kehidupan menggereja. Iman saya begitu dalam, dan saya berbicara dengan Tuhan seolah-olah saya punya saluran telepon langsung. Saya merasakan kehadiran-Nya dalam hidup saya dan tahu kalau Ia bisa memindahkan gunung. Read the rest of this entry

Apa itu Kebenaran? – Kisah Marcus Grodi

Marcus Grodi (Sumber: chnetwork.org)

Saya mantan pendeta Protestan. Sama seperti banyak orang yang sudah menempuh jalan menuju Roma melalui negara yang dikenal sebagai Protestan, saya tidak pernah membayangkan suatu hari saya akan pindah ke Katolik.

Dengan temperamen dan pelatihan, saya lebih condong ke pendeta daripada seorang ahli, maka kisah perubahan keyakinan saya ke Gereja Katolik tidak punya detail teknis yang dilalui oleh para teolog yang disukai oleh para pembaca. Tapi saya berharap saya akan menjelaskan secara akurat mengapa saya melakukan apa yang saya lakukan, dan mengapa saya percaya dengan sepenuh hati bahwa semua orang Protestan melakukan hal yang sama. Read the rest of this entry

Kecanduan dan Penebusan – Kisah Jim Wahlberg

Jim Wahlberg (Sumber: aetv.com)

Jika Anda memberi tahu saya sebagai seorang anak yang dibesarkan di Dorchester, Massachusetts tempat di mana saya berada hari ini, saya tidak akan mempercayainya. Saya tidak berpikir ada orang yang percaya hal itu bahwa Tuhan punya rencana yang berbeda. Saya menemukan mukjizat sejati yaitu ketenangan hati dan juga menemukan kepenuhan hidup dalam Yesus, dan hidup saya telah diubah secara permanen. Read the rest of this entry

Roma Rumahku – Kisah Dr. Scott Hahn

Scott, Kimberly and Jeremiah Hahn (Sumber: Facebook)

Kisah ini merupakan perjalanan yang membawa seorang pendeta hebat dari aliran Presbiterian dan juga Profesor Teologi dari seminari Protestan ternama, menjadi seorang teolog Katolik Roma dan juga dikenal sebagai apologis Gereja Katolik bertaraf internasional. Melalui pembelajaran dan doa, Scott Hahn menyadari bahwa kebenaran Gereja Katolik berakar kuat dalam Alkitab. Kisah lengkapnya dapat ditemukan di buku laris yang berjudul “Rome Sweet Home,” yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1993.

Read the rest of this entry

%d bloggers like this: