Category Archives: Kisah Iman

Kenapa Petrus Tenggelam? – Kisah Peter Flies

Peter Flies (Sumber: chnetwork.org)

Di tengah perjalanan hidup saya, saya melihat lampu mobil polisi di kaca spion saya. Saya menepi di sisi jalan dan pantas ditangkap. Saya masih ingat waktu itu saya menolak tes ketenangan, bukan karena saya ingin melawan penilaian polisi di pengadilan, namun karena saya hampir tidak bisa berdiri. Saya mengemudi dengan kecepatan 35 mil/jam (±56 km/jam) di jalan raya yang seharusnya dalam kecepatan 65 mil/jam (±104 km/jam) pada jam 4 dini hari, tanpa pakaian dan sepatu. Saya dibawa ke tempat detoksifikasi, kemudian ke penjara. Itulah hari terbaik dalam hidup saya. Read the rest of this entry

Keberanian untuk Berpindah – Kisah Courtney Comstock

Courtney Comstock (Sumber: chnetwork.org)

Memori masa kecil mula-mula saya tentang gereja yaitu waktu saya masih di prasekolah pada pertengahan 1980-an. Ibu saya mengantar saya ke sekolah Minggu di First Southern Baptist Church di Prescott Valley, Arizona, sementara itu ibu saya ikut kebaktian dewasa. Saya tidak terlalu ingat lagi tentang masa itu kecuali belajar lagu, “Yes, Jesus loves me, the Bible tells me so (lirik versi bahasa Indonesia: Ya, Yesus sayang, Dia sayang padaku).” Kami tidak lama menjadi umat di gereja itu. Ibu saya berpindah-pindah gereja sampai menemukan gereja yang dia senangi. Ayah saya tidak ikut ke gereja bersama kami, ia sudah meninggalkan Gereja Mormon sewaktu remaja dan tidak lagi beragama. Ketika kami mencoba gereja yang berbeda-beda, saya masih ingat ikut gereja aliran Pentakosta yang jemaatnya berbicara dan bergumam dalam bahasa roh. Orang-orang maju ke depan dan menangis dengan keras sambil pendeta menumpangkan tangannya atas mereka dan dengan keras mengusir setan. Saya sangat ketakutan! Saya pikir kalau suasana seperti itu diperlukan untuk dekat dengan Tuhan, saya tidak mau ikut di dalamnya. Read the rest of this entry

Otoritas Kitab Suci – Kisah Vivian Centurion

Vivian Centurion (Sumber: chnetwork.org)

Kenapa seorang Kristen yang percaya Alkitab bisa bergabung dengan Gereja Katolik? Saya tidak mengabaikan Kitab Suci, sebaliknya saya mendalami Kitab Suci. Hal itu yang memicu saya. Saya sudah mengajar sebuah kelompok kecil dalam bidang studi Alkitab bagi wanita selama bertahun-tahun. Saya tahu bagaimana melakukan riset dan melihat tafsiran. Tapi saya punya banyak keraguan, pertanyaan, dan kesulitan yang saya sembunyikan karena saya tidak menemukan jawaban atau jawaban yang saya temukan itu tidak memuaskan. Namun kemudian, saya mencari jawaban di mana-mana kecuali di Gereja Katolik. Pengalaman saya berjumpa dengan orang-orang Katolik adalah kalau mereka itu orang yang percaya takhayul dan tidak tahu akan Kitab Suci – bahkan mereka itu punya doktrin sendiri yang tidak mampu memberikan jawaban yang cerdas untuk mendukung keyakinan mereka. Maka saya pikir mereka itu yang sebaik-baiknya adalah orang yang berpikiran sederhana dan yang paling buruk adalah orang-orang sesat. Read the rest of this entry

Semua Pertanyaanku Terjawab – Kisah Celine Faustina Tan

Waktu saya memutuskan untuk ikut RCIY (kelas katekumen bagi orang muda –red.), saya merasa sangat ragu. Ikut RCIY adalah komitmen besar yang tidak tahu apakah saya bisa memutuskannya. Sebagai umat beriman yang masih baru dan juga belum dibaptis, saya pernah mengalami dijauhi dalam komunitas di masa lalu, saya merasa sebagai pengamat, orang yang ada di luar gereja dan mengamatinya. Bagi saya, menjadi bagian dari komunitas selalu menjadi perjuangan karena saya akan merasa tidak berada di tempatnya dan juga merasa cemas dalam berbagai situasi sosial. Sebelum mendaftar RCIY, ada dalam benak saya pemikiran, “Bagaimana kalau saya merasa canggung selama kelas berlangsung?” dan “Bagaimana kalau tidak kerasan lagi tapi harus ada di sana selama setahun?” Read the rest of this entry

Yang Hilang, Yang Ditemukan – Kisah Tony Barrett, Ph.D.

Tony Barrett, Ph.D. (Sumber: chnetwork.org)

Masa Kecil

Saya dibesarkan di beberapa gereja Baptis di sebuah kota kecil di wilayah utara Georgia, sekitar sejam di luar kota Atlanta. Pada hari Minggu pagi biasanya kami mengisi waktu dengan  pergi ke gereja atau menonton khotbah seorang pendeta Injili terkenal di TV. Saya masih ingat dengan lagu pujiannya, karena Sekolah Minggu dilakukan di basement gereja, saya juga memakai gelang WWJD, ikut kelompok remaja setiap Rabu malam, dan khotbah yang berapi-api. Mereka suka dengan lagu-lagu gospel, terutama lagu-lagu bergaya Appalachian selatan. Kadang-kadang mereka membawa saya ke konser kuartet Injili di gereja-gereja kecil di pedesaan. Biasanya, lagunya diiringi dengan piano dan kadang-kadang dengan gitar, orang-orang akan membagikan kesaksian pribadi mereka tentang bagaimana mereka mengenal Tuhan dan kadang-kadang kami melakukan persekutuan dan sekali-kali melakukan pembaptisan sekali atau dua kali setahun. Read the rest of this entry

Dari Permulaan yang Kecil ke Iman yang Besar – Kisah Jeff Bell

Jeff Bell (Sumber: chnetwork.org)

Saya dibesarkan dalam keluarga yang sering disebut sebagai keluarga Kristen yang tidak ke gereja. Ibu saya membacakan Alkitab kepada kami, kami menjalankan nilai-nilai Kristen, tapi kami jarang ke gereja, jarang berdoa sebelum makan, atau tidak ikut organisasi keagamaan apa pun. Saya berdoa sebelum tidur dan diajarkan untuk hidup dengan memegang kebajikan, namun ibadah keagamaan bukan pusat kehidupan keluarga kami. Saya masing ingat ketika merasakan kehadiran Tuhan di sepanjang waktu, namun saya tidak ingat tentang perasaan mendalam apa pun kalau Tuhan itu penting yang melampaui seseorang dan bisa Anda jangkau dalam doa jika situasi sulit terjadi. Read the rest of this entry

Penghujat Yesus Menjadi Penyembah Yesus – Kisah Jeff Shott

Jeff Shott (Sumber: chnetwork.org)

Saya dibaptis pada Malam Natal 2001. Waktu itu saya berusia 6 tahun, dan keluarga saya aktif di gereja Baptis kami di Largo, Florida. Kami anggota kelompok homeschooling di gereja kami ini, sehingga kami sering ada beberapa kali di sana dalam sepekan. Di rumah dan kelas sekolah Minggu kami, kisah-kisah Kitab Suci diceritakan kembali kepada saya, dan saya diajari untuk menghafal ayat-ayat Alkitab. Saya menumbuhkan kasih yang mendalam akan Firman Tuhan dan saya ditanamkan dengan semangat penginjilan. Saya ingin berbicara tentang Yesus dengan siapa saja yang mau mendengarkan.

Saya masuk ke sekolah negeri di kelas lima, dan tahun berikutnya keluarga saya pindah ke Tennessee, yang menjadi “pusat wilayah Bible Belt.” Akhir-akhir ini, ada dua hal yang disayangkan saya, dan hal ini semakin umum terjadi pada saya sewaktu SMP: Saya mulai kecanduan pornografi, dan kedua orang tua saya bercerai. Sesudah itu, keluarga saya berhenti ke gereja, dan saya sangat kaget: saya masih ingat waktu itu saya menangis dan bertanya-tanya kenapa tidak ke gereja lagi. Read the rest of this entry

Kenapa dan Bagaimana Saya Jadi Katolik – Kisah B. A. Lewis

B. A. Lewis (Sumber: chnetwork.org)

Ketika orang-orang bertanya kepada saya mengenai keputusan saya bergabung dengan Gereja Katolik, saya suka membagi pertanyaan itu menjadi dua bagian. Pertanyaan, “Kenapa Anda jadi Katolik? Dan pertanyaan lainnya, “Bagaimana Anda jadi Katolik?” Pertanyaan pertama bisa dijawab dengan satu kalimat saja: Saya masuk Gereja Katolik karena saya yakin baik dalam pikiran dan hati saya bahwa Gereja Katolik itu seperti yang dinyatakan olehnya: satu-satunya Gereja yang didirikan oleh Tuhan kita Yesus Kristus untuk melakukan misi-Nya di dunia ini dan juga yang dibimbing oleh Roh Kudus untuk mewartakan dan mengajar kepenuhan Injil. Read the rest of this entry

Mantan Pendeta Baptis Jadi Katolik – Kisah John Thompson

John Thompson (Sumber: ncregister.com)

“Jika Gereja inilah yang sama dan bisa dilacak akarnya sampai ke para Rasul, ya! Di sinilah tempat semua orang berada di dalamnya,” kata Thompson

John Thompson adalah seorang Katolik yang ceria, energik, dan sangat ingin menceritakan imannya kepada Kristus dengan orang lain. Ia berbicara dengan penuh keyakinan dan kepastian yang teguh ketika ia menyatakan Gereja Katolik sebagai “Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik yang didirikan oleh Kristus,” dan mengajak orang lain untuk menyelidiki sejarah dan ajaran Gereja. Read the rest of this entry

Segalanya Dipertaruhkan – Kisah Keith Nester

Keith Nester (Sumber: Keith Nester YouTube Channel)

Saya dibesarkan di keluarga pendeta United Methodist di Iowa. Seingat saya, saya sudah mengasihi Yesus. Waktu saya berusia 11 tahun, saya sudah memberikan hati saya kepada Yesus di kamp gereja. Pendeta kami itu sudah memperingatkan kalau kami tidak mengucapkan doa ini, kami bisa masuk neraka. Saya langsung masuk dalam iman dan melakukan yang terbaik untuk hidup bagi Tuhan, meskipun belajar tentang iman bukan menjadi prioritas utama saya. Akhirnya, pada usia 19 tahun, saya membuat komitmen yang lebih kuat lagi untuk mengutamakan iman saya. Tapi tak lama sebelum melakukan komitmen itu, saya pindah ke Philadelphia, Pennsylvania untuk mengejar karier dalam bidang musik. Sebagai seorang drummer, saya akan bermain dengan band saya pada malam Minggu dan ke gereja di hari Minggu, saya berusaha  mencari jalan untuk menjadi seorang pemuda Kristen. Tapi saya mengalami kesulitan, tanpa memiliki gereja yang tetap. Akhirnya saya mulai ikut bersama jemaat Calvary Chapel sambil saya menumbuhkan kecintaan saya untuk belajar Alkitab. Saya merasa cukup yakin bahwa saya menjalani kehidupan yang berpusat pada iman. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: