Category Archives: Kisah Iman

Tanda Yunus – Kisah Romo Scott Wooten

 

Romo Scott Wooten (Sumber: fwdioc.org)

Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka. Tetapi jawab Yesus: “Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi (Matius 16:1-4)

Pernahkan Anda punya ayat dari Kitab Suci yang terbayang-bayang selama bertahun-tahun? Suatu waktu, Matius 16:1 menjadi salah satu ayat yang membingungkan bagi saya. Mengapa ayat ini? Ayat ini bukanlah ayat yang sangat unik, dan tidak secara khusus mewakili ayat tentang “kabar gembira” melainkan ayat yang menyedihkan. Namun, ayat ini melekat pada diri saya karena saya merasa kasihan pada orang-orang Farisi dan Saduki. Tampaknya mereka tersesat, dan setelah membaca kisah berikutnya, saya tahu kalau akhir cerita mereka tidak bagus. Read the rest of this entry

Kepada Siapa Ku Harus Pergi? – Kisah Douglas Beaumont Ph.D.

Douglas Beaumont (Sumber: douglasbeaumont.com)

Saya tidak menerima pendidikan yang sangat religius dari keluarga. Tetapi, secara tidak langsung saya diajarkan bahwa Tuhan itu ada, dan saya memegang kepercayaan yang samar-samar mengenai hal itu sampai sekolah menengah (setara SMA –red.), saat itu saya menjadi seorang agnostik praktis. Dengan adanya ribuan agama di dunia, dan juga ilmu pengetahuan yang terus mengubah pemikiran tentang “kebenaran.” Saya merasa tidak butuh untuk berkomitmen pada keyakinan apa pun. Lebih penting lagi, saya suka akan hidup saya tanpa aturan agama. Lebih jauh lagi, kelihatannya setiap orang Kristen yang berusaha menginjili saya, mereka tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Saya tidak akan mengubah hidup saya jika saya tidak punya alasan yang kuat untuk mengubahnya. Read the rest of this entry

Dari Agnostik ke Baptis ke Katolik – Kisah Ian Murphy Ph.D.

Dr. Ian Murphy (Sumber: EWTN YouTube Channel)

Mungkin aneh jika seseorang yang punya nama khas Katolik Irlandia seperti “Ian Murphy” ternyata seorang yang berpindah keyakinan ke Gereja Katolik. Awalnya, saya ragu apakah Tuhan itu ada, akhirnya saya menjadi pengkhotbah Kristen Baptis, dan sekarang saya seorang Katolik. Di satu sisi, saya kira saya punya sesuatu yang disebut orang banyak sebagai “salah satu kisah perubahan keyakinan yang dramatis.” Perjumpaan fisik dengan peperangan rohani membawa saya keluar dari keraguan saya sebagai seorang ateis, rasa keadilan saya di tahun-tahun sebagai orang Protestan mengilhami undang-undang negara bagian dari Kongres Amerika Serikat. Saya pasti bisa memahami kalau ada seseorang yang menganggap perjalanan ini sebagai kisah perubahan keyakinan yang dramatis. Read the rest of this entry

Kepenuhan Kehidupan – Kisah Christine Hall

Christine Hall (Sumber: chnetwork.org)

Saya lahir di Schenectady, New York pada tahun 1957 di sebuah keluarga Katolik yang sangat tradisional. Saya anak bungsu dari empat bersaudara. Empat bersaudara itu terdiri dari dua orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan. Kami semua bersekolah di sekolah Katolik dan setiap hari Minggu kami ikut Misa sebagai satu keluarga. Di rumah kami, kami punya satu gambar Yesus, sebuah patung Maria, dan beberapa salib (ber-corpus) yang diselipi daun palem dari perayaan Minggu Palma. Kami seperti keluarga Katolik Amerika pada biasanya. Kota tempat tinggal kami sangat Katolik. Hampir semua teman saya beragama Katolik, dan di setiap bagian wilayah kota ada sebuah paroki dan sekolah Katolik. Read the rest of this entry

Mengelilingi Dunia Protestan dalam 48 Tahun – Kisah Kira Ciupek

Kira Ciupek (Sumber: kira-marie-mccullough.com)

Jika Jules Verne penulis “Around the World in 80 Days (Mengelilingi Dunia dalam 80 Hari),” menuliskan kisah hidup saya, mungkin judulnya “Around the Protestant World in 48 Years (Mengelilingi Dunia Protestan dalam 48 Tahun).” Saya bukan penjelajah bumi, tapi saya seorang yang pindah-pindah gereja. Sebagian besar hidup saya, saya tidak mendalami berbagai denominasi yang saya ikuti, sekadar mengagumi keindahan dan bingung akan perbedaan denominasi-denominasi itu. Saya bergabung dengan sebuah gereja dan kemudian dengan gereja lainnya, pindah dari Texas ke Tennessee, kemudian ke California dan kembali ke Texas, coba-coba dari non-denominasi, Presbiterian, Injili Bebas (Evangelical Free), gereja Baptis Amerika, dan gereja Southern Baptist. Akhirnya pada usia 49 tahun, saya menemukan apa yang saya cari-cari sepanjang hidup saya, yaitu Gereja Katolik. Anehnya, Alkitab yang membimbing saya kepada Gereja Katolik. Read the rest of this entry

Sukacita Pulang ke Gereja Katolik – Kisah Margaret Reveira

Margaret LaCovara-Reveira (Sumber: Facebook)

Pada bulan Maret 1984, di tengah krisis emosional yang saya alami, saya membuat keputusan untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi saya. Saya menyadari kalau saya butuh bertumbuh dalam berbagai hal yang berhubungan dengan Tuhan dan membiasakan diri dengan Firman-Nya. Saya tidak takut “dijual” kepada Allah, karena kasih saya bagi Sang Juruselamat sudah dibina sejak masa kanak-kanak. Sebagai seorang pelajar Katolik yang usianya delapan tahun, ikut Misa harian adalah hal yang biasa, dan praktik ini berlangsung lama setelah ini. Secara harfiah, ada sukacita berada di hadirat Tuhan dan berdoa. Kendati demikian, saya masih melakukan hal yang sangat menyimpang dari-Nya, terutama di usia 20-an. Sepanjang hidup saya, penampilan saya sering dipertanyakan, dan meskipun humor yang menyindir menjadi bagian dari tata bicara saya, saya tidak punya harga diri yang pantas, memulai pencarian cinta yang tak ada hentinya. Saya dengan cepat mengadopsi gaya hidup pergaulan bebas sebagai sarana untuk memuaskan tujuan saya. Namun, hal itu sia-sia. Terlepas dari kesenangan fisik, sebagaian besar perjumpaan yang saya alami tidak menghasilkan apa-apa selain dari kejatuhan emosional. Read the rest of this entry

Memandang Gereja dengan Mata yang Baru – Kisah Doug Doughan

Doug Doughan (Sumber: chnetwork.org)

Saya dibesarkan dalam keluarga Katolik yang hebat. Kami adalah delapan anak dan kedua orang tua kami memastikan supaya kami bertumbuh besar untuk memuji dan menyembah Tuhan. Kami berdoa saat makan dan hari Minggu adalah hari istirahat. Kami bekerja keras dalam sepekan dan ke gereja setiap akhir pekannya dan juga ikut kelas ketakisasi. Saya masih ingat ketika saudara laki-laki saya sedang berada di gereja dan kami mulai cekikikan karena ada sesuatu yang kami anggap lucu, dan kami hanya akan merasakan tepukan di kepala kami dari salah satu orang tua kami. Gereja merupakan tempat penghormatan dan rasa kagum. Meskipun ikut Misa adalah hal yang wajib dalam keluarga kami, saya selalu merasakan suatu perasaan butuh atau ingin untuk berada di sana. Banyak teman saya yang beragama Katolik dan ikut serta di kelas katekisasi bersama saya. Saya sering diingatkan untuk tidak bertanya, cukup percaya saja, dan sebagian besar saya melakukannya demikian. Tapi seperti banyak anak lainnya, ketika mencapai usia remaja, iman menjadi hal yang kurang berarti bagi saya. Read the rest of this entry

Menuju Injil Kehidupan Sejati – Kisah Vicki Larson

Vicki Larson (Sumber: chnetwork.org)

Setelah empat tahun berjuang dan mencari-cari, saya meminta tolong kepada seorang teman, “Berdoalah bagi kami supaya tahu Gereja yang Tuhan ingin kami ikuti.” Dia menjawab, “Mungkin kamu bisa mempertimbangkan Gereja Katolik.” Dalam batin, saya tertawa. Saya dan suami saya sedang mencari gereja yang berdasarkan Alkitab, dan dalam benak saya Gereja Katolik bukanlah sebuah gereja! Namun yang tertawa terakhir adalah Allah sendiri, kurang dari tiga tahun kemudian, kami pulang ke Gereja Katolik. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Read the rest of this entry

Katolik Suam-suam Kuku Jadi Imam – Kisah Romo Jeffrey Kirby, STD

Father Jeffrey Kirby, STD (Sumber: frkirby.com)

Dibayang-bayangi Kristus

Seorang penulis Katolik yang bernama Flannery O’Connor menggambarkan bahwa orang-orang Amerika Serikat bagian tenggara sebagai orang-orang yang “Christ-haunted/dibayang-bayangi Kristus.” Dengan ungkapan sederhana itu, seorang novelis hebat menggambarkan sesuatu relitas yang menyedihkan tentang meninggalkan (atau mengabaikan) iman Kristen, sementara itu orang-orang di sana masih dibayang-bayangi keyakinan intinya. Orang-orang wilayah selatan secara historis dibayang-bayangi oleh penerimaan akan perbudakan, dan orang-orang wilayah barat sedang mengalami kedatangan spiritual yang sama. Ketika saya memulai kisah perubahan keyakinan yang saya alami, saya harus mengakui bahwa ekspresi dari O’Connor tentang dibayang-bayangi Kristus juga menggambarkan masa kecil saya sendiri dan perjumpaan pertama yang terselubung yang saya alami dengan Tuhan Yesus. Mari saya jelaskan. Read the rest of this entry

Perjalanan Panjang Menuju Roma, Seorang Saksi Yehuwa – Kisah Jeffrey Schwehm Ph.D.

Jeffrey Schwehm, Ph.D. (Sumber: bryanhealthcollege.edu)

Saya lahir di sebuah kota Katolik yang besar di negara bagian New Orleans, yaitu Lousiana. Keluarga besar dari ayah saya menganut Katolik, sedangkan dari pihak ibu saya menganut Lutheran (Gereja Lutheran – Sinode Missouri). Ibu saya adalah pemimpin spiritual di keluarga, sedangkan ayah saya bukan seorang Katolik yang taat. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: