Category Archives: Kisah Iman

Mengelilingi Dunia Protestan dalam 48 Tahun – Kisah Kira Ciupek

Kira Ciupek (Sumber: kira-marie-mccullough.com)

Jika Jules Verne penulis “Around the World in 80 Days (Mengelilingi Dunia dalam 80 Hari),” menuliskan kisah hidup saya, mungkin judulnya “Around the Protestant World in 48 Years (Mengelilingi Dunia Protestan dalam 48 Tahun).” Saya bukan penjelajah bumi, tapi saya seorang yang pindah-pindah gereja. Sebagian besar hidup saya, saya tidak mendalami berbagai denominasi yang saya ikuti, sekadar mengagumi keindahan dan bingung akan perbedaan denominasi-denominasi itu. Saya bergabung dengan sebuah gereja dan kemudian dengan gereja lainnya, pindah dari Texas ke Tennessee, kemudian ke California dan kembali ke Texas, coba-coba dari non-denominasi, Presbiterian, Injili Bebas (Evangelical Free), gereja Baptis Amerika, dan gereja Southern Baptist. Akhirnya pada usia 49 tahun, saya menemukan apa yang saya cari-cari sepanjang hidup saya, yaitu Gereja Katolik. Anehnya, Alkitab yang membimbing saya kepada Gereja Katolik. Read the rest of this entry

Sukacita Pulang ke Gereja Katolik – Kisah Margaret Reveira

Margaret LaCovara-Reveira (Sumber: Facebook)

Pada bulan Maret 1984, di tengah krisis emosional yang saya alami, saya membuat keputusan untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi saya. Saya menyadari kalau saya butuh bertumbuh dalam berbagai hal yang berhubungan dengan Tuhan dan membiasakan diri dengan Firman-Nya. Saya tidak takut “dijual” kepada Allah, karena kasih saya bagi Sang Juruselamat sudah dibina sejak masa kanak-kanak. Sebagai seorang pelajar Katolik yang usianya delapan tahun, ikut Misa harian adalah hal yang biasa, dan praktik ini berlangsung lama setelah ini. Secara harfiah, ada sukacita berada di hadirat Tuhan dan berdoa. Kendati demikian, saya masih melakukan hal yang sangat menyimpang dari-Nya, terutama di usia 20-an. Sepanjang hidup saya, penampilan saya sering dipertanyakan, dan meskipun humor yang menyindir menjadi bagian dari tata bicara saya, saya tidak punya harga diri yang pantas, memulai pencarian cinta yang tak ada hentinya. Saya dengan cepat mengadopsi gaya hidup pergaulan bebas sebagai sarana untuk memuaskan tujuan saya. Namun, hal itu sia-sia. Terlepas dari kesenangan fisik, sebagaian besar perjumpaan yang saya alami tidak menghasilkan apa-apa selain dari kejatuhan emosional. Read the rest of this entry

Memandang Gereja dengan Mata yang Baru – Kisah Doug Doughan

Doug Doughan (Sumber: chnetwork.org)

Saya dibesarkan dalam keluarga Katolik yang hebat. Kami adalah delapan anak dan kedua orang tua kami memastikan supaya kami bertumbuh besar untuk memuji dan menyembah Tuhan. Kami berdoa saat makan dan hari Minggu adalah hari istirahat. Kami bekerja keras dalam sepekan dan ke gereja setiap akhir pekannya dan juga ikut kelas ketakisasi. Saya masih ingat ketika saudara laki-laki saya sedang berada di gereja dan kami mulai cekikikan karena ada sesuatu yang kami anggap lucu, dan kami hanya akan merasakan tepukan di kepala kami dari salah satu orang tua kami. Gereja merupakan tempat penghormatan dan rasa kagum. Meskipun ikut Misa adalah hal yang wajib dalam keluarga kami, saya selalu merasakan suatu perasaan butuh atau ingin untuk berada di sana. Banyak teman saya yang beragama Katolik dan ikut serta di kelas katekisasi bersama saya. Saya sering diingatkan untuk tidak bertanya, cukup percaya saja, dan sebagian besar saya melakukannya demikian. Tapi seperti banyak anak lainnya, ketika mencapai usia remaja, iman menjadi hal yang kurang berarti bagi saya. Read the rest of this entry

Menuju Injil Kehidupan Sejati – Kisah Vicki Larson

Vicki Larson (Sumber: chnetwork.org)

Setelah empat tahun berjuang dan mencari-cari, saya meminta tolong kepada seorang teman, “Berdoalah bagi kami supaya tahu Gereja yang Tuhan ingin kami ikuti.” Dia menjawab, “Mungkin kamu bisa mempertimbangkan Gereja Katolik.” Dalam batin, saya tertawa. Saya dan suami saya sedang mencari gereja yang berdasarkan Alkitab, dan dalam benak saya Gereja Katolik bukanlah sebuah gereja! Namun yang tertawa terakhir adalah Allah sendiri, kurang dari tiga tahun kemudian, kami pulang ke Gereja Katolik. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Read the rest of this entry

Katolik Suam-suam Kuku Jadi Imam – Kisah Romo Jeffrey Kirby, STD

Father Jeffrey Kirby, STD (Sumber: frkirby.com)

Dibayang-bayangi Kristus

Seorang penulis Katolik yang bernama Flannery O’Connor menggambarkan bahwa orang-orang Amerika Serikat bagian tenggara sebagai orang-orang yang “Christ-haunted/dibayang-bayangi Kristus.” Dengan ungkapan sederhana itu, seorang novelis hebat menggambarkan sesuatu relitas yang menyedihkan tentang meninggalkan (atau mengabaikan) iman Kristen, sementara itu orang-orang di sana masih dibayang-bayangi keyakinan intinya. Orang-orang wilayah selatan secara historis dibayang-bayangi oleh penerimaan akan perbudakan, dan orang-orang wilayah barat sedang mengalami kedatangan spiritual yang sama. Ketika saya memulai kisah perubahan keyakinan yang saya alami, saya harus mengakui bahwa ekspresi dari O’Connor tentang dibayang-bayangi Kristus juga menggambarkan masa kecil saya sendiri dan perjumpaan pertama yang terselubung yang saya alami dengan Tuhan Yesus. Mari saya jelaskan. Read the rest of this entry

Perjalanan Panjang Menuju Roma, Seorang Saksi Yehuwa – Kisah Jeffrey Schwehm Ph.D.

Jeffrey Schwehm, Ph.D. (Sumber: bryanhealthcollege.edu)

Saya lahir di sebuah kota Katolik yang besar di negara bagian New Orleans, yaitu Lousiana. Keluarga besar dari ayah saya menganut Katolik, sedangkan dari pihak ibu saya menganut Lutheran (Gereja Lutheran – Sinode Missouri). Ibu saya adalah pemimpin spiritual di keluarga, sedangkan ayah saya bukan seorang Katolik yang taat. Read the rest of this entry

Perjalanan Berliku dari Ateisme ke Katolik – Kisah Gregory Graham

Gregory Graham (Sumber: EWTN Youtube Channel )

Masa Kanak-kanak

Saya lahir pada tahun 1962 di Abilene, Texas. Ayah saya seorang operator rudal Nike di Angkatan Darat. Saya dibesarkan dalam tradisi gereja Baptis, dan ibu saya dibesarkan dalam gereja Methodist. Ayah saya keluar dari Angkatan Darat, dan kami pindah ke Dallas ketika saya berumur setahun. Ayah saya memasuki bidang baru yaitu pemrograman komputer dan terus di bidang itu sampai ia pensiun. Ibu saya bekerja di perusahaan telepon selama beberapa tahun, sampai adik laki-laki saya lahir. Read the rest of this entry

Seorang Pengkritik Katolik menjadi Katolik – Kisah Kelli Beaumont

Kelli Beaumont (Sumber: chnetwork.org)

Suami saya bernama James, ia lahir dan dibesarkan sebagai seorang Katolik, tapi saya beruntung untuk menginjili langsung suami saya untuk keluar dari Gereja Katolik dan menjadikannya seorang Methodist yang baik, dan akhirnya kami melayani bersama sebagai pelayan orang muda Methodist. Saya percaya kalau pendidikan Katoliknya kurang mempunyai pengajaran doktrinal yang benar dan kurangnya pengetahuan akan Alkitab, berpusat hanya setia ikut Misa dan tata cara seremonial saja, tanpa memahami realitas di balik itu semua. Ajaran doktrinal yang salah yang telah ia terima membuat pekerjaan saya dalam memisahkan ia dari Gereja Katolik menjadi semakin mudah. Saya berpikir kalau saya menyelamatkannya, dari tradisi yang dibuat manusia yang mengajarkan karya teologi yang tidak beriman, sarat dengan paganisme dan takhayul. Ia bergabung saya dalam antusiasme Protestan saya, yang mengkritik Gereja Katolik. Read the rest of this entry

Diakon Mormon Menjadi Diakon Katolik – Kisah Diakon Steve Clifford

Deacon Steve Clifford (Sumber: Twitter @DcnSteveC)

Para rasul sudah gagal menjalankan misi mereka. Mereka sudah gagal dalam menunjuk para penggantinya. Ketika rasul terakhir meninggal, kunci-kunci kerajaan hilang dari muka bumi. Gereja yang Yesus serahkan kepada mereka runtuh, dikuasai oleh kekuatan alam maut. Yang disebut Gereja Kristen bukan lagi Gereja Tuhan. Sebuah organisasi baru, “gereja yang besar dan keji” lahir. Gereja yang jahat ini didirikan oleh iblis, yang dikenal dengan nama “Gereja Katolik.” Dalam kerusakan yang dilakukannya, Gereja Katolik mencabut banyak bagian Injil yang gamblang dan paling berharga, menjadikannya tidak berdaya guna untuk menyampaikan rencana Injil seutuhnya. Gereja itu tetap menjadi gereja yang murtad sampai kunci-kunci kerajaan itu dipulihkan kembali ke bumi melalui Nabi Joseph Smith. Read the rest of this entry

Rahmat yang Menyelamatkanku – Kisah Michele Gower

Michele Gower (Sumber: michelegower.com.au)

Masa Kecil

Saya dibesarkan di sebuah keluarga kelas menengah biasa di Sydney, Australia dan saya merasa dicintai kedua orang tua saya. Ibu saya seorang Katolik yang tidak menjalankan imannya (yang tidak saya ketahui selama beberapa tahun) dan ayah saya seorang penganut Anglikan (Church of England). Saya di baptis di Gereja Anglikan. Keluarga saya tidak mengikuti atau meyakini agama apa pun. Saya punya sedikit teman yang suka pergi ke gereja, meskipun kadang-kadang saya suka ikut bersama mereka, saya berpikir bahwa gereja itu hanya untuk orang-orang yang “tidak keren.” Saya tahu sedikit tentang kisah Adam dan Hawa, namun hanya begitu saja. Ketika saya memasuki masa remaja, saya kadang-kadang ikut “persekutuan” di gereja setempat namun bukan karena saya punya minat akan agama. Tapi, saya ikut karena teman-teman saya ada di sana dan juga ada beberapa cowok ganteng! Read the rest of this entry

%d bloggers like this: