Advertisements

Category Archives: Kitab Suci

Mengapa Tuhan Yesus Dibaptis?

Baptism of Christ karya Gerard David, c. 1502-1508 (Sumber: stpaulcenter.com)

Pengantar

Tuhan kok dibaptis? Ketika memikirkan jawabannya saya teringat ketika mengikuti pelajaran agama dahulu. Tentu saja Yesus menjadi sama dengan manusia, kecuali dalam hal dosa (bdk. Ibrani 4:15). Maka alasan yang saya terima waktu itu tentang pembaptisan Tuhan bukan karena Yesus itu berdosa dan memerlukan pembaptisan, tapi pembaptisan adalah bentuk solidaritas Yesus kepada manusia. Alasan ini tentu saja benar, namun ada makna yang lebih dalam lagi tentang peristiwa ini. Dalam refleksi yang dibawakan oleh Scott Hahn, kita bisa melihat makna alkitabiah dari peristiwa ini khususnya dalam hubungannya dengan perjanjian. Selamat membaca! Read the rest of this entry

Advertisements

7 Perjanjian dalam Alkitab

Oleh Chris McCarthy

Alkitab oleh Dwight Stone (Sumber: flickr.com)

Sebagian besar umat Kristiani percaya bahwa hanya ada dua perjanjian yang ditetapkan oleh Allah dalam sejarah keselamatan (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru –red.). Sebenarnya ada tujuh. Tentu saja ada pembagian utama antara perjanjian yang ketujuh dengan enam perjanjian yang dirumuskan sebelumnya (lihat Scott Hahn dalam bukunya “A Father who Keeps His Promises: God’s Covenant Love in Scripture” tersedia dalam Bahasa Indonesia terbitan Dioma –red.). Seorang penulis ternama yaitu John Bergsma, dalam bukunya “Bible Basics for Catholics” dia menunjukkan bahwa yang kita sebut Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru itu ternyata ada lebih banyak lagi kronologi dalam Perjanjian Lama dari yang kita baca sepintas lalu. Read the rest of this entry

Kisah Natal dalam Kitab Suci

Oleh Joby Provido

Adoration of the sheperds (Karya: Matthias Stomer) Sumber: wikimedia.org

Pendahuluan

Kisah kelahiran Kristus digambarkan secara romantis dengan sebuah palungan yang nyaman lengkap dengan lembu dan keledai, para malaikat menampakan diri kepada para gembala, dan juga kunjungan dari tiga raja. Semua itu ditunjukkan dalam gambaran kelahiran Yesus yang kita tampilkan selama Masa Natal, dan kita merindukan kenyamanan yang kita peringati dalam kisah yang hangat dan menggemaskan ini.

Namun jika kita lebih dalam lagi dalam Kitab Suci, kisah Natal tidak lebih dari kisah yang kasar sekaligus mengagumkan. Tidak ada kegemasan ataupun kenyamanan sedikitpun jika kita menelaahnya. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: