Blog Archives

Kamis Putih dari Perspektif Imam

Oleh Romo Boniface Hicks, OSB

Perjamuan Terakhir (Sumber: stpaulcenter.com)

Salah satu bagian favorit saya dari Kamis Putih adalah masa adorasi yang diperpanjang setelah Misa Perjamuan Tuhan di altar keheningan. Setelah itu adalah peringatan doa Yesus di Taman Getsemani ketika para rasul ikut bersama-Nya, dan ketika Yesus berkata kepada Petrus, Yakobus, dan Yohanes untuk tetap tinggal berjaga-jaga bersama-Nya satu jam saja. Itulah “jam suci” yang asli dan karena menjadi masa yang indah dan berharga untuk kita masuki. Inilah waktu liturgis, karena diatur oleh rubrik liturgy dan merupakan perpanjangan dari akhir Misa Perjamuan Tuhan. Waktu ini pula bersifat renungan, tanpa ada bentuk khusus sehingga masing-masing pribadi bisa memasukinya dengan caranya sendiri. Read the rest of this entry

Tradisi Yahudi dalam Tri Hari Suci

Oleh Sean Innerst

Carrying the Cross karya Giovanni Battista Tiepolo (Sumber: stpaulcenter.com)

Hari-hari raya dalam Pekan Suci, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Paskah, merupakan penggenapan tiga pesta musim semi Yahudi yang pada awalnya terjadinya bertepatan dengan peristiwa di akhir kehidupan Yesus di bumi. Kita menyebutnya tiga liturgi agung Pekan Suci, Misa Perjamuan Tuhan pada Kamis Putih malam, ibadat Jumat Agung, dan Vigili Paskah, tiga perayaan ini disebut Tri Hari Suci. Pada tahun wafat Sang Kristus, yaitu pada Paskah Yahudi pada 14 Nisan akan dimulai pada saat matahari terbenam pada hari Kamis, malam yang sama dengan perayaan Perjamuan Malam Terakhir dan selesai pada saat matahari terbenam pada hari Jumat Agung, hari wafat-Nya. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: