Blog Archives

Allah-Ku, Allah-Ku, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku

Oleh Dr. Brant Pitre

Eli, Eli, Lama Sabakhtani dari The Passion of the Christ (Sumber: YouTube DJ Anthony)

Sesudah Tuhan Yesus disidang dan didera di sepanjang jalan menuju Golgota, Matius mengisahkan kisah sebenarnya dalam penyaliban dan wafat Yesus. Dalam Minggu Sengsara dikisahkan dalam Injil Matius 27:32 demikian:

Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. Read the rest of this entry

Jika Kristus Mengalahkan Maut, Mengapa Kita Mati?

Oleh Regis Flaherty

El Descendimiento karya Rogier van der Weyden (Sumber: wikimedia.org)

Kristus benar-benar wafat di kayu salib. Dan peristiwa ini tidak dipalsukan, dan bukan juga tipuan maupun sulap. Kematian-Nya adalah hal yang nyata, yang di dalamnya ada rasa sakit, kesendirian, dan pindah dari alam kehidupan. Namun ketika Ia menundukkan kepala-Nya yang bermahkotakan duri dan mengucapkan perkataan yang mengguncangkan bumi, “Sudah selesai” (Yohanes 19:30), bukan hidup-Nya yang selesai melainkan kekuasaan maut yang sudah selesai. Kristus dibaringkan di dalam kubur hanya untuk keluar dan memberikan kejutan, mendorong batu yang memisahkan orang mati dari yang hidup, batu yang melambangkan hukuman mati bagi semua umat manusia. Kebangkitan-Nya bukan hanya batu kubur yang disingkirkan, namun gerbang surga juga dibuka. Read the rest of this entry

Imamat dan Salib

Oleh Dr. John Bergsma

Chemin de croix, église Saint-Symphorien de Pfettisheim, Bas-Rhin, France foto oleh Pethrus (Sumber: wikimedia.org)

Jauh dalam narasi kisah sengsara, dalam Yohanes 19:23 kita akan melihat betapa uniknya antara imamat dan salib. Perhatikan bahwa jubah-Nya itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. Mengapa Yohanes menjelaskan hal ini? Hal ini seringkali dianggap sepele. Yesus mengenakan pakaian yang tidak dijahit dan rapi yang lebih nyaman daripada pakaian lainnya. Nah, hanya ada satu referensi mengenai jubah yang tidak dijahit dalam literatur Yahudi kuno, dan Josephus sedang membicarakan pakaian seorang imam agung:

Memang imam agung itu dihiasi dengan pakaian yang sama … berwarna biru. Pakaian ini juga merupakan jubah panjang sampai ke kaki. … Sekarang jubah ini tidak dibuat dengan dua potong, juga tidak dijahit sepanjang bahu dan sampingnya, namun sebagai satu jubah panjang yang ditenun yang memiliki lubang untuk leher. (Flavius Josephus, Antiquities of the Jews, 3.15) Read the rest of this entry

Penyaliban, Ekaristi, dan Tamid

Oleh Dr. Brant Pitre

Agnus Dei karya Francisco de Zurbarán (Sumber: wikipedia.org)

Tamid dijelaskan di beberapa tempat dalam Perjanjian Lama. Saya akan memberikan beberapa perikop mengenai Tamid, dan marilah kita lihat apa yang Alkitab katakan mengenai perjamuan kuno ini dan bagaimana Yesus menggenapinya. Kutipan pertama dari Keluaran 29, yang menggambarkan kurban harian yang akan dilakukan bangsa Yahudi di Bait Allah:

“Inilah yang harus kauolah di atas mezbah itu: dua anak domba berumur setahun, tetap tiap-tiap hari. Domba yang satu haruslah kauolah pada waktu pagi dan domba yang lain kauolah pada waktu senja. Dan beserta domba yang satu kauolah sepersepuluh efa tepung yang terbaik dengan minyak tumbuk seperempat hin, dan korban curahan dari seperempat hin anggur” (Keluaran 29:38-40). Read the rest of this entry

Penyaliban – Brutalnya Salib

Oleh Dr. Brant Pitre

Yesus Berjumpa dengan Maria, Ibu-Nya (Sumber: thecatholictalks.com)

Kebanyakan orang Kristen saat ini sudah biasa dengan istilah penyaliban. Bahkan mereka yang bukan Kristen sudah pernah mendengar penyaliban, hanya dengan merujuk pada Yesus dari Nazaret. Sudah banyak diketahui bahwa penyaliban yang dialami Yesus itu sebagai cara kematian yang sangat kejam dan menyakitkan. Dan khususnya, belakangan ini semakin diperjelas dengan film The Passion of the Christ karya Mel Gibson. Bahkan mereka yang bukan Kristen, juga orang Katolik sekalipun yang menonton film itu mendapat khazanah yang brutal dari penyaliban menurut Romawi kuno. Read the rest of this entry

Penyaliban – Penghinaan di Kayu Salib

Oleh Dr. Brant Pitre

Calvary karya Paolo Veronese, abad ke-16 (Sumber: wikimedia.org)

Kehormatan dan penghinaan adalah hal yang sangat penting pada zaman kuno. Maka elemen kedua mengenai penderitaan batin berhubungan dengan salib adalah penghinaan karena disalibkan [Elemen pertama bisa dibaca di artikel Penyaliban – Brutalnya Salib]. Bahkan Cicero seorang retoris ternama membicarakan tentang salib sebagai “pohon penghinaan.” Alasan hal itu dianggap demikian karena penyaliban secara khusus hukuman bagi para budak. Seneca menyebutnya “hukuman ekstrem dan pamungkas bagi seorang budak” dan Valerius Maximus menyebutnya “hukuman para budak.” Read the rest of this entry

Arti Tengkorak di bawah Salib Yesus

Oleh Evan H. Harrington

Tengkorak di bawah Salib Foto oleh Darren and Brad (Sumber: flickr.com dan aleteia.org)

Pengantar

Gereja Katolik sangat kaya akan karya seni, baik yang berupa lukisan maupun patung. Karya seni itu memiliki nilai teologis di dalamnya. Salah satunya salib (crucifix) yang di bawah kaki Yesus ada lambang tengkorak. Sekilas, kita melihatnya seperti lambang bajak laut, dan pikiran kita mulai berpikir yang macam-macam, misalnya salib sesat bahkan berpikir bahwa Gereja Katolik sesat. Maka dari itu sebelum kita menghakimi hal ini menurut pemikiran kita yang terbatas. Mari kita mau sedikit membaca mengenai berbagai hal mengenai iman kita. Dan semoga dengan mau membaca, kita menjadi tahu dan iman kita semakin diteguhkan. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: