Blog Archives

Penghujat Yesus Menjadi Penyembah Yesus – Kisah Jeff Shott

Jeff Shott (Sumber: chnetwork.org)

Saya dibaptis pada Malam Natal 2001. Waktu itu saya berusia 6 tahun, dan keluarga saya aktif di gereja Baptis kami di Largo, Florida. Kami anggota kelompok homeschooling di gereja kami ini, sehingga kami sering ada beberapa kali di sana dalam sepekan. Di rumah dan kelas sekolah Minggu kami, kisah-kisah Kitab Suci diceritakan kembali kepada saya, dan saya diajari untuk menghafal ayat-ayat Alkitab. Saya menumbuhkan kasih yang mendalam akan Firman Tuhan dan saya ditanamkan dengan semangat penginjilan. Saya ingin berbicara tentang Yesus dengan siapa saja yang mau mendengarkan.

Saya masuk ke sekolah negeri di kelas lima, dan tahun berikutnya keluarga saya pindah ke Tennessee, yang menjadi “pusat wilayah Bible Belt.” Akhir-akhir ini, ada dua hal yang disayangkan saya, dan hal ini semakin umum terjadi pada saya sewaktu SMP: Saya mulai kecanduan pornografi, dan kedua orang tua saya bercerai. Sesudah itu, keluarga saya berhenti ke gereja, dan saya sangat kaget: saya masih ingat waktu itu saya menangis dan bertanya-tanya kenapa tidak ke gereja lagi. Read the rest of this entry

Kembali dari Neraka – Kisah Elvis Gutierrez

Elvis Gutierrez (Sumber: Facebook)

Saya lahir di Yonkers, New York, di dekat Bronx. Kedua orang tua saya berimigrasi dari Republik Dominika, ayah saya pada tahun 1960-an sedangkan ibu saya pada tahun 1970-an. Keduanya berasal dari komunitas pedesaan yang bernama La Cidra, di mana masyarakatnya hidup dengan bercocok tanam. Air minum mereka berasal dari sungai, anak sungai, dan juga hujan. Tidak ada listrik, tidak ada tata kelola sanitasi, dan banyak penduduknya masih menunggangi kuda dan keledai. Read the rest of this entry

Perjalanan Berliku dari Ateisme ke Katolik – Kisah Gregory Graham

Gregory Graham (Sumber: EWTN Youtube Channel )

Masa Kanak-kanak

Saya lahir pada tahun 1962 di Abilene, Texas. Ayah saya seorang operator rudal Nike di Angkatan Darat. Saya dibesarkan dalam tradisi gereja Baptis, dan ibu saya dibesarkan dalam gereja Methodist. Ayah saya keluar dari Angkatan Darat, dan kami pindah ke Dallas ketika saya berumur setahun. Ayah saya memasuki bidang baru yaitu pemrograman komputer dan terus di bidang itu sampai ia pensiun. Ibu saya bekerja di perusahaan telepon selama beberapa tahun, sampai adik laki-laki saya lahir. Read the rest of this entry

Bagaimana Ateisme Saya Dihapuskan – Kisah Patrick Flynn

Keluarga Patrick Flynn dan Christine Mooney-Flynn beserta anak-anaknya
(Sumber: Instagram @thecatholicmama)

Perubahan keyakinan saya kembali ke dalam Gereja Katolik dari ateisme bukanlah suatu loncatan yang tiba-tiba, namun serangkaian perjalanan yang labil, bertahun-tahun saya menjalaninya dengan melompati batu-batu pijakan spiritual. Saya hanya berharap untuk sampai di suatu tempat yang aman, stabil dan kokoh. Read the rest of this entry

Bangkit dari Jurang Okultisme dan Ateisme – Kisah Christine Mooney-Flynn

Keluarga Patrick Flynn dan Christine Mooney-Flynn beserta anak-anaknya
(Sumber: Instagram @thecatholicmama)

Saya berasal dari keluarga yang stabil dan penuh cinta. Kedua orang tua saya memiliki perkawinan yang kuat. Masa kecil saya bahagia, dan ikatan keluarga kami begitu erat. Hari Minggu dipilih sebagai waktu yang berkualitas untuk bersama. Kami semua memiliki semua tanda dari kehidupan keluarga dan rumah tangga yang sangat baik dan bisa dikatakan tertanam nilai kebajikan Kristen. Namun, agama yang terorganisasi, terutama agama Kristen tidak pernah menjadi pilihan kami. Read the rest of this entry

3 Klerus yang Mengalami Perubahan Keyakinan

Oleh Jim Graves

“Kisah perubahan keyakinan tiga orang, seorang uskup, seorang imam, dan seorang diakon”

Berikut ini kisah tiga orang kaum klerus yang mengalami perubahan keyakinan ke iman Katolik dan menjadi kaum tertahbis.

Fr. Raul Lemus (Sumber: ncregister.com)

Romo Raul Lemus, Direktur Panggilan Suci, Keuskupan Santa Rosa, California

Romo Lemus lahir di El Salvador, dan dibawa oleh kedua orang tuanya ke San Francisco ketika dia berusia 4 tahun. Ayahnya bekerja sebagai pencuci piring, dan keluarganya berpindah-pindah di berbagai wilayah di kota itu (Maka dari itu, sudah terbiasa bagi saya untuk sering berkeliling yang mana kebiasaan itu sangat berguna jika Anda seorang imam, kata Romo Lemus sambil bercanda). Read the rest of this entry

%d bloggers like this: