Blog Archives

Tidak Dapat Menghadapi Penderitaan Tanpa Misa

Oleh Jeff Cavins

Salib Penderitaan Kristus foto oleh Adrian Dascal (Sumber: stpaulcenter.com)

Paus Yohanes Paulus II berkata, “Selama berabad-abad dan generasi sudah terlihat bahwa dalam penderitaan ada kekuatan besar yang tersembunyi yang menarik seseorang secara batin dekat kepada Kristus, itulah anugerah khusus.” Read the rest of this entry

Sejarah dan Makna Pallium

Oleh Philip Kosloski

Paus Fransiskus mengenakan pallium kepada seorang uskup foto oleh Vincenzo Pinto untuk AFP (Sumber: aleteia.org)

Pallium adalah busana kuno yang berasal dari abad ke-4

Read the rest of this entry

Sejarah dan Makna Kasula

Oleh Philip Kosloski

Kasula foto oleh Br. Joseph Bailham, OP (Sumber: flickr.com dan aleteia.org)

Kasula Romawi berasal dari gaya busana dari berabad-abad lalu, namun Gereja mempertahankannya selama berabad-abad

Read the rest of this entry

Ajaran Gereja tentang Kehadiran Nyata Yesus dalam Ekaristi

Oleh Leon K. Suprenant Jr. dan Philip C.L. Gray

Adoración de la Sagrada Forma por Carlos II (Museo del Prado) (Sumber: stpaulcenter.com)

Gereja Katolik selalu mengajarkan bahwa dalam Sakramen Mahakudus Ekaristi, tubuh dan darah bersama dengan jiwa dan keilahian dari Tuhan kita Yesus Kristus, yakni keseluruhan Kristus benar-benar hadir secara substansial. Ajaran ini berakar pada Kitab Suci, diajarkan para Bapa dan Doktor Gereja, dan ditegaskan kembali oleh para paus dan konsili ekumenis sepanjang sejarah Gereja. Ajaran ini dirangkum dalam Katekismus Gereja Katolik paragraf 1379-1381. Read the rest of this entry

Ekaristi dan Kebangkitan Badan

Oleh Dr. Scott Hahn

Adoration of the Mystic Lamb (Sumber: denvercatholic.org)

Sebelum Yesus melangkah menuju Kalvari, Ia memberi tahu para pendengar-Nya bagaimana kebangkitan kita akan terjadi: “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” (Yohanes 6:51).

Roti apakah itu? Yesus memberi tahu kita di ayat yang sama: “Roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia” (Yohanes 6:51). Read the rest of this entry

Peran Penting Bunga dalam Misa

Oleh Philip Kosloski

Bunga Altar di Katedral Arundel, foto oleh Leimenide (Sumber: aleteia.org dan flickr.com)

Penggunaan bunga dalam Misa mengandung berbagai tingkatan makna simbolis yang tidak boleh kita lupakan

Read the rest of this entry

Apakah Misa Katolik itu Alkitabiah?

Oleh Karlo Broussard

Misa Katolik (Sumber: romancatholicman.com)

Apakah umat Katolik merupakan orang Kristen yang alkitabiah? Bagi seorang Katolik yang merenungkan pertanyaan ini mungkin akan berpikir demikian, “Saya tahu bahwa orang Protestan memanggil dirinya sendiri sebagai orang Kristen yang alkitabiah, dan karena umat Katolik jarang sekali menggunakan istilah ”alkitabiah.” Maka saya kira, saya harus menjawab ‘Tidak’.” Tapi, umat Katolik harus menjawab pertanyaan itu dengan cepat tanggap dengan jawaban “YA!” Read the rest of this entry

11 Tips untuk Membuat Misa Lebih Bermakna

Oleh Tom Hoopes

Umat Katolik di Keuskupan Saginaw (Sumber: flickr.com dan aleteia.org)

Anda tidak perlu mengubah cara menjalani liturgi ketika Misa

Read the rest of this entry

Mengapa Misa Katolik Sama Setiap Minggunya?

Oleh David G. Bonagura, Jr.

Perayaan Ekaristi foto oleh Jeffrey Bruno (Sumber: aleteia.org dan Instagram)

Dalam liturgi, hati berbicara dengan kuat, namun juga sekaligus pikiran kita menuntunnya …

Read the rest of this entry

Tanda dan Simbol dalam Misa

Oleh Philip-Michael Tangorra

Credit photo: Josh Applegate (Sumber: stpaulcenter.com)

Untuk menyampaikan misteri keselamatan kita, liturgi suci menggunakan berbagai macam tanda dan simbol yang merupakan penyingkapan yang nampak dari misteri-misteri yang tidak kelihatan. Adapun misteri itu sedang dirasakan dan dihadirkan kepada kita. Karya seni, arsitektur, lagu, dan puisi linguistik dalam Misa dimaksudkan untuk mengangkat umat beriman supaya hati dan pikiran mereka bersatu dalam pujian, penyembahan, penghormatan dan kemuliaan yang dipersembahkan bagi Allah. Maka tanda-tanda yang nyata ini yang termasuk tata gerak, pergerakan para pelayan liturgi suci, pakaian liturgi dan penggunaan bejana-bejana kudus, diperuntukkan untuk “mengangkat hati kita” maka berbagai tanda-tanda itu harus indah agar dapat mengilhami kehadiran kasih, cahaya, dan keagungan Allah. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: