Blog Archives

Tanda dan Simbol dalam Misa

Oleh Philip-Michael Tangorra

Credit photo: Josh Applegate (Sumber: stpaulcenter.com)

Untuk menyampaikan misteri keselamatan kita, liturgi suci menggunakan berbagai macam tanda dan simbol yang merupakan penyingkapan yang nampak dari misteri-misteri yang tidak kelihatan. Adapun misteri itu sedang dirasakan dan dihadirkan kepada kita. Karya seni, arsitektur, lagu, dan puisi linguistik dalam Misa dimaksudkan untuk mengangkat umat beriman supaya hati dan pikiran mereka bersatu dalam pujian, penyembahan, penghormatan dan kemuliaan yang dipersembahkan bagi Allah. Maka tanda-tanda yang nyata ini yang termasuk tata gerak, pergerakan para pelayan liturgi suci, pakaian liturgi dan penggunaan bejana-bejana kudus, diperuntukkan untuk “mengangkat hati kita” maka berbagai tanda-tanda itu harus indah agar dapat mengilhami kehadiran kasih, cahaya, dan keagungan Allah. Read the rest of this entry

Akar Perjanjian Lama mengenai Minggu Palma

Oleh Dr. Brant Pitre

Assisi frescoes entry into jerusalem by Pietro Lorenzetti (Sumber: wikipedia.org)

Salah satu Misa dan bacaan-bacaan Kitab Suci yang saya sukai dalam lingkaran tahun liturgi adalah Minggu Palma Mengenang Sengsara Tuhan atau lebih umum dikenal dengan “Minggu Palma.”

Melalui bacaan-bacaan pada Minggu Palma, Gereja menghantar kita menuju puncak perayaan tahun liturgi pada perayaan Pekan Suci. Inilah hari Minggu terakhir sebelum memulai masa Triduum (Trihari Suci), yang akan mencapai puncaknya pada perayaan Paskah (Paskah Latin), yang dalam Katekismus disebut sebagai “pesta segala pesta” (KGK 1169). Read the rest of this entry

Pelecehan Liturgi dan Korupsi Moral

Oleh Birgit Jones

Ilustrasi (Sumber: catholic365.com)

Pelanggaran batas tentang pelecehan liturgi di dalam Gereja adalah perdebatan panjang yang diperdebatkan oleh berbagai kalangan dalam anggota Tubuh Kristus. Selain itu, berbagai perbedaan pemikiran tentang Misa bentuk biasa dan bentuk luar biasa, tentang Semangat Konsili Vatikan II yang membawa kesempatan yang memecah belah yang tidak seperti Konsili-konsili lainnya. Kembali ke masa lampau, umat awam tidak bisa menelitinya di internet seperti saat ini, sekarang kita bisa mengandalkan internet untuk menelitinya. Pada saat ini kutipan dan dokumen lengkap Vatikan bisa didapatkan semudah mengklik tetikus, hal ini tidak bisa dilakukan pada masa lalu. Karena itu semuanya berubah, setiap pembaruan memiliki pemerhatinya masing-masing. Mereka yang mencari kreativitas dan merendahkan makna liturgi hanya melakukan apa yang mereka lakukan. Bertahun-tahun penghormatan kepada otoritas membangun sikap menerima yang hampir bersifat otomatis (sifat menerima begitu saja terhadap pelanggaran liturgi –red.). Hanya sedikit umat mempertanyakannya. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: