Blog Archives

Keberatan mengenai “Hasil Pokok Anggur”

Oleh Karlo Broussard

Perjamuan Malam Terakhir (Sumber: stpaulcenter,com)

Umat Katolik mempertahankan keyakinannya akan Ekaristi dengan mengacu kepada perkataan Kristus pada Perjamuan Malam Terakhir. Kita berpendapat bahwa Yesus berkata, “Inilah tubuh-Ku” bukan “Inilah yang melambangkan tubuh-Ku,” Ia secara harafiah menyatakan bahwa roti itu menjadi tubuh-Nya (dan anggur adalah darah-Nya). Read the rest of this entry

Apa itu Darah Perjanjian?

Oleh Karlo Broussard

Jesus Christ at a table with chalice and holding bread Stained glass at Calgary Alberta Canada by Posterazzi (Sumber: amazon.com)

Kurban penebusan Perjanjian Baru sudah dimulai pada Perjamuan Malam Terakhir

Ketika saatnya membela doktrin kehadiran nyata Kristus dalam Ekaristi, umat Katolik biasanya merujuk kapada kata-kata Yesus dalam Perjamuan Malam Terakhir berikut ini:

Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa (Matius 26:26-28, dengan penekanan tambahan). Read the rest of this entry

Misi Ekaristis Gereja

Oleh Leroy Huizenga

Perjamuan Malam Terakhir (Sumber: stpaulcenter,com)

Tema “penggenapan” dalam Injil Matius telah membuat banyak perbincangan, khususnya yang berhubungan dengan rumusan kutipan “umpan” yang digunakan St. Matius sebagai rumusan umum untuk menunjukkan kutipan dari Perjanjian Lama, seperti “Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi” (Matius 1:22). Fenomena “penggenapan” begitu terasa dalam seluruh Injil Matius, bukan hanya ditemukan dalam rumusan kutipannya saja. Rumusan kutipan itu disajikan dalam Injil Matius untuk memberikan semacam “umpan” bagi kita tentang penggenapan yang berbeda cara dengan Injil lainnya. Read the rest of this entry

11 Tips untuk Membuat Misa Lebih Bermakna

Oleh Tom Hoopes

Umat Katolik di Keuskupan Saginaw (Sumber: flickr.com dan aleteia.org)

Anda tidak perlu mengubah cara menjalani liturgi ketika Misa

Read the rest of this entry

Ekaristi dan Penggenapan Kerajaan Allah

Oleh Scott Hahn

The Last Supper dari Biara Kremikovtsi Bulgaria (Sumber: stpaulcenter.com)

Yesus berulang kali berjanji bahwa Kerajaan Allah akan segera datang. Di tengah-tengah “apokalips kecil[1]” dari Injil Matius, Yesus bersabda: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi” (Matius 24:34). Read the rest of this entry

Teladan Seorang Imam ketika Umat Menjatuhkan Hosti Kudus

Romo Jim oleh Nick Switzer (Sumber: Facebook Nick Switzer)

Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. (Yoh 6:55-56)

Read the rest of this entry

Duduk, Berdiri, dan Berlutut – Arti Simbolis Seluruh Tata Gerak Misa

Oleh Lorelei Savaryn

Adoremus in æternum oleh Lawrence OP (Sumber: flickr.com)

Berlutut. Berdiri. Duduk. Berdiri. Duduk. Berlutut. Berdiri. Duduk. Berdiri. Wah!

Read the rest of this entry

7 Alasan Untuk Ikut Bernyanyi Dalam Misa Kudus

Oleh Alex R. Hey

Buku Lagu Pujian (Sumber: epicpew.com)

Saya sedih sekali karena melihat tidak seorang pun ikut bernyanyi dalam suatu Misa. Bahkan ini menjadi pemandangan rutin saya. Saya menghadiri Misa di sebuah Paroki yang bentuknya melingkar, sehingga mudah sekali untuk melihat orang-orang. Bahkan bagian Misa yang sama setiap minggunya nyaris tidak dinyanyikan. Tidak peduli baik lagu pujian tradisional ataupun lagu pujian yang saat ini, sangat sulit bagi orang-orang untuk bernyanyi. Kenyataannya, kadang-kadang saya merasa hanya saya sendiri yang bernyanyi. Read the rest of this entry

5 Kutipan Orang Kudus tentang Ekaristi dalam Semangat Natal Sejati

Misa Natal di Basilika St. Hyasintus di Chicago oleh Frank Malawski (Sumber: wikimedia.org / Replikasi: aleteia.org)

Oleh Philip Kosloski

Banyak orang kudus selama berabad-abad mengakui hubungan Ekaristi dengan kelahiran Yesus.

Natal pada dasarnya berfokus pada kelahiran Yesus dan misteri Inkarnasi, namun juga banyak hubungan indah dengan salah satu sakramen yang Yesus dirikan kemudian pada Perjamuan Malam Terakhir. Sakramen Ekaristi sering dihubungkan langsung dengan kelahiran Yesus, dan Misa sendiri dibandingkan dengan hari Natal. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: