Blog Archives

Keberanian untuk Berpindah – Kisah Courtney Comstock

Courtney Comstock (Sumber: chnetwork.org)

Memori masa kecil mula-mula saya tentang gereja yaitu waktu saya masih di prasekolah pada pertengahan 1980-an. Ibu saya mengantar saya ke sekolah Minggu di First Southern Baptist Church di Prescott Valley, Arizona, sementara itu ibu saya ikut kebaktian dewasa. Saya tidak terlalu ingat lagi tentang masa itu kecuali belajar lagu, “Yes, Jesus loves me, the Bible tells me so (lirik versi bahasa Indonesia: Ya, Yesus sayang, Dia sayang padaku).” Kami tidak lama menjadi umat di gereja itu. Ibu saya berpindah-pindah gereja sampai menemukan gereja yang dia senangi. Ayah saya tidak ikut ke gereja bersama kami, ia sudah meninggalkan Gereja Mormon sewaktu remaja dan tidak lagi beragama. Ketika kami mencoba gereja yang berbeda-beda, saya masih ingat ikut gereja aliran Pentakosta yang jemaatnya berbicara dan bergumam dalam bahasa roh. Orang-orang maju ke depan dan menangis dengan keras sambil pendeta menumpangkan tangannya atas mereka dan dengan keras mengusir setan. Saya sangat ketakutan! Saya pikir kalau suasana seperti itu diperlukan untuk dekat dengan Tuhan, saya tidak mau ikut di dalamnya. Read the rest of this entry

Yang Hilang, Yang Ditemukan – Kisah Tony Barrett, Ph.D.

Tony Barrett, Ph.D. (Sumber: chnetwork.org)

Masa Kecil

Saya dibesarkan di beberapa gereja Baptis di sebuah kota kecil di wilayah utara Georgia, sekitar sejam di luar kota Atlanta. Pada hari Minggu pagi biasanya kami mengisi waktu dengan  pergi ke gereja atau menonton khotbah seorang pendeta Injili terkenal di TV. Saya masih ingat dengan lagu pujiannya, karena Sekolah Minggu dilakukan di basement gereja, saya juga memakai gelang WWJD, ikut kelompok remaja setiap Rabu malam, dan khotbah yang berapi-api. Mereka suka dengan lagu-lagu gospel, terutama lagu-lagu bergaya Appalachian selatan. Kadang-kadang mereka membawa saya ke konser kuartet Injili di gereja-gereja kecil di pedesaan. Biasanya, lagunya diiringi dengan piano dan kadang-kadang dengan gitar, orang-orang akan membagikan kesaksian pribadi mereka tentang bagaimana mereka mengenal Tuhan dan kadang-kadang kami melakukan persekutuan dan sekali-kali melakukan pembaptisan sekali atau dua kali setahun. Read the rest of this entry

Penghujat Yesus Menjadi Penyembah Yesus – Kisah Jeff Shott

Jeff Shott (Sumber: chnetwork.org)

Saya dibaptis pada Malam Natal 2001. Waktu itu saya berusia 6 tahun, dan keluarga saya aktif di gereja Baptis kami di Largo, Florida. Kami anggota kelompok homeschooling di gereja kami ini, sehingga kami sering ada beberapa kali di sana dalam sepekan. Di rumah dan kelas sekolah Minggu kami, kisah-kisah Kitab Suci diceritakan kembali kepada saya, dan saya diajari untuk menghafal ayat-ayat Alkitab. Saya menumbuhkan kasih yang mendalam akan Firman Tuhan dan saya ditanamkan dengan semangat penginjilan. Saya ingin berbicara tentang Yesus dengan siapa saja yang mau mendengarkan.

Saya masuk ke sekolah negeri di kelas lima, dan tahun berikutnya keluarga saya pindah ke Tennessee, yang menjadi “pusat wilayah Bible Belt.” Akhir-akhir ini, ada dua hal yang disayangkan saya, dan hal ini semakin umum terjadi pada saya sewaktu SMP: Saya mulai kecanduan pornografi, dan kedua orang tua saya bercerai. Sesudah itu, keluarga saya berhenti ke gereja, dan saya sangat kaget: saya masih ingat waktu itu saya menangis dan bertanya-tanya kenapa tidak ke gereja lagi. Read the rest of this entry

Mantan Pendeta Baptis Jadi Katolik – Kisah John Thompson

John Thompson (Sumber: ncregister.com)

“Jika Gereja inilah yang sama dan bisa dilacak akarnya sampai ke para Rasul, ya! Di sinilah tempat semua orang berada di dalamnya,” kata Thompson

John Thompson adalah seorang Katolik yang ceria, energik, dan sangat ingin menceritakan imannya kepada Kristus dengan orang lain. Ia berbicara dengan penuh keyakinan dan kepastian yang teguh ketika ia menyatakan Gereja Katolik sebagai “Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik yang didirikan oleh Kristus,” dan mengajak orang lain untuk menyelidiki sejarah dan ajaran Gereja. Read the rest of this entry

Magnet Kebenaran – Kisah Noel Culbertson

Noel Culbertson (Sumber: EWTN YouTube Channel)

Gereja Katolik tidak pernah ada dalam perhatian saya. Saya tidak punya kebencian dan dendam dengan Gereja, lebih dari ketidaktahuan dan sikap apatis orang Amerika terhadap Gereja. Namun, sepertinya banyak jalan menuju Roma, saya sudah berada di sana jauh sebelum saya menyadarinya. Kami bahagia di jemaat Baptis kami, kami ikut terlibat dalam karya pelayanan, pelajaran Alkitab, dan dikelilingi teman-teman Kristen yang luar biasa, tapi di sepanjang jalan hidup, kami dirayu oleh Mempelai Kristus yang agung. Seperti yang dikatakan G. K. Chesterton, “Seseorang yang sudah datang terlalu dekat dengan kebenaran, dan lupa bahwa kebenaran adalah magnet, dengan daya tarik dan tolaknya.” Read the rest of this entry

Dari Agnostik ke Baptis ke Katolik – Kisah Ian Murphy Ph.D.

Dr. Ian Murphy (Sumber: EWTN YouTube Channel)

Mungkin aneh jika seseorang yang punya nama khas Katolik Irlandia seperti “Ian Murphy” ternyata seorang yang berpindah keyakinan ke Gereja Katolik. Awalnya, saya ragu apakah Tuhan itu ada, akhirnya saya menjadi pengkhotbah Kristen Baptis, dan sekarang saya seorang Katolik. Di satu sisi, saya kira saya punya sesuatu yang disebut orang banyak sebagai “salah satu kisah perubahan keyakinan yang dramatis.” Perjumpaan fisik dengan peperangan rohani membawa saya keluar dari keraguan saya sebagai seorang ateis, rasa keadilan saya di tahun-tahun sebagai orang Protestan mengilhami undang-undang negara bagian dari Kongres Amerika Serikat. Saya pasti bisa memahami kalau ada seseorang yang menganggap perjalanan ini sebagai kisah perubahan keyakinan yang dramatis. Read the rest of this entry

Mengelilingi Dunia Protestan dalam 48 Tahun – Kisah Kira Ciupek

Kira Ciupek (Sumber: kira-marie-mccullough.com)

Jika Jules Verne penulis “Around the World in 80 Days (Mengelilingi Dunia dalam 80 Hari),” menuliskan kisah hidup saya, mungkin judulnya “Around the Protestant World in 48 Years (Mengelilingi Dunia Protestan dalam 48 Tahun).” Saya bukan penjelajah bumi, tapi saya seorang yang pindah-pindah gereja. Sebagian besar hidup saya, saya tidak mendalami berbagai denominasi yang saya ikuti, sekadar mengagumi keindahan dan bingung akan perbedaan denominasi-denominasi itu. Saya bergabung dengan sebuah gereja dan kemudian dengan gereja lainnya, pindah dari Texas ke Tennessee, kemudian ke California dan kembali ke Texas, coba-coba dari non-denominasi, Presbiterian, Injili Bebas (Evangelical Free), gereja Baptis Amerika, dan gereja Southern Baptist. Akhirnya pada usia 49 tahun, saya menemukan apa yang saya cari-cari sepanjang hidup saya, yaitu Gereja Katolik. Anehnya, Alkitab yang membimbing saya kepada Gereja Katolik. Read the rest of this entry

Kembali ke Iman Masa Kecil – Kisah Nickolas A. Barbin

Nick Barbin (Sumber: chnetwork.org)

Perjalanan iman saya cukup panjang, dimulai sebagai seorang Katolik, kemudian menjadi seorang Southern Baptist, kemudian menjadi seorang non-denominasi, Pentakostal, Injili Karismatik, kemudian untuk waktu yang singkat menjadi Ortodoks Yunani, dan akhirnya kembali ke Gereja Katolik. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: