Blog Archives

Apakah Jalan ke Neraka Disusun dengan Tengkorak Para Imam?

Oleh Trent Horn

St. Yohanes Krisostomus (Sumber: wikipedia.org)

Setiap kali ada berita skandal yang melibatkan para klerus Gereja Katolik (bahkan paus sekalipun) merebak di media sosial. Saya memperhatikan, ada beberapa orang di media sosial akan membagikan kutipan yang dikaitkan dengan St. Yohanes Krisostomus, yang kira-kira berbunyi demikian: Read the rest of this entry

Mengapa Misa Katolik Sama Setiap Minggunya?

Oleh David G. Bonagura, Jr.

Perayaan Ekaristi foto oleh Jeffrey Bruno (Sumber: aleteia.org dan Instagram)

Dalam liturgi, hati berbicara dengan kuat, namun juga sekaligus pikiran kita menuntunnya …

Read the rest of this entry

Kisah Natal dalam Kitab Suci

Oleh Joby Provido

Adoration of the sheperds (Karya: Matthias Stomer) Sumber: wikimedia.org

Pendahuluan

Kisah kelahiran Kristus digambarkan secara romantis dengan sebuah palungan yang nyaman lengkap dengan lembu dan keledai, para malaikat menampakan diri kepada para gembala, dan juga kunjungan dari tiga raja. Semua itu ditunjukkan dalam gambaran kelahiran Yesus yang kita tampilkan selama Masa Natal, dan kita merindukan kenyamanan yang kita peringati dalam kisah yang hangat dan menggemaskan ini.

Namun jika kita lebih dalam lagi dalam Kitab Suci, kisah Natal tidak lebih dari kisah yang kasar sekaligus mengagumkan. Tidak ada kegemasan ataupun kenyamanan sedikitpun jika kita menelaahnya. Read the rest of this entry

Pelecehan Liturgi dan Korupsi Moral

Oleh Birgit Jones

Ilustrasi (Sumber: catholic365.com)

Pelanggaran batas tentang pelecehan liturgi di dalam Gereja adalah perdebatan panjang yang diperdebatkan oleh berbagai kalangan dalam anggota Tubuh Kristus. Selain itu, berbagai perbedaan pemikiran tentang Misa bentuk biasa dan bentuk luar biasa, tentang Semangat Konsili Vatikan II yang membawa kesempatan yang memecah belah yang tidak seperti Konsili-konsili lainnya. Kembali ke masa lampau, umat awam tidak bisa menelitinya di internet seperti saat ini, sekarang kita bisa mengandalkan internet untuk menelitinya. Pada saat ini kutipan dan dokumen lengkap Vatikan bisa didapatkan semudah mengklik tetikus, hal ini tidak bisa dilakukan pada masa lalu. Karena itu semuanya berubah, setiap pembaruan memiliki pemerhatinya masing-masing. Mereka yang mencari kreativitas dan merendahkan makna liturgi hanya melakukan apa yang mereka lakukan. Bertahun-tahun penghormatan kepada otoritas membangun sikap menerima yang hampir bersifat otomatis (sifat menerima begitu saja terhadap pelanggaran liturgi –red.). Hanya sedikit umat mempertanyakannya. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: