Imamat dan Salib

Oleh Dr. John Bergsma

Chemin de croix, église Saint-Symphorien de Pfettisheim, Bas-Rhin, France foto oleh Pethrus (Sumber: wikimedia.org)

Jauh dalam narasi kisah sengsara, dalam Yohanes 19:23 kita akan melihat betapa uniknya antara imamat dan salib. Perhatikan bahwa jubah-Nya itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. Mengapa Yohanes menjelaskan hal ini? Hal ini seringkali dianggap sepele. Yesus mengenakan pakaian yang tidak dijahit dan rapi yang lebih nyaman daripada pakaian lainnya. Nah, hanya ada satu referensi mengenai jubah yang tidak dijahit dalam literatur Yahudi kuno, dan Josephus sedang membicarakan pakaian seorang imam agung:

Memang imam agung itu dihiasi dengan pakaian yang sama … berwarna biru. Pakaian ini juga merupakan jubah panjang sampai ke kaki. … Sekarang jubah ini tidak dibuat dengan dua potong, juga tidak dijahit sepanjang bahu dan sampingnya, namun sebagai satu jubah panjang yang ditenun yang memiliki lubang untuk leher. (Flavius Josephus, Antiquities of the Jews, 3.15) Read the rest of this entry

Penyaliban, Ekaristi, dan Tamid

Oleh Dr. Brant Pitre

Agnus Dei karya Francisco de Zurbarán (Sumber: wikipedia.org)

Tamid dijelaskan di beberapa tempat dalam Perjanjian Lama. Saya akan memberikan beberapa perikop mengenai Tamid, dan marilah kita lihat apa yang Alkitab katakan mengenai perjamuan kuno ini dan bagaimana Yesus menggenapinya. Kutipan pertama dari Keluaran 29, yang menggambarkan kurban harian yang akan dilakukan bangsa Yahudi di Bait Allah:

“Inilah yang harus kauolah di atas mezbah itu: dua anak domba berumur setahun, tetap tiap-tiap hari. Domba yang satu haruslah kauolah pada waktu pagi dan domba yang lain kauolah pada waktu senja. Dan beserta domba yang satu kauolah sepersepuluh efa tepung yang terbaik dengan minyak tumbuk seperempat hin, dan korban curahan dari seperempat hin anggur” (Keluaran 29:38-40). Read the rest of this entry

Bagaimana Naskah Laut Mati Ditemukan?

Oleh Dr. John Bergsma

Gua di Qumran (Sumber: wikipedia.org)

Pada awal musim semi tahun 1947, tiga orang gembala dari suku Badawi seolah-olah sedang menggembalakan kawanan ternak mereka di sepanjang pantai Laut Mati. Hal itu sepertinya janggal dan bertentangan karena bukan benar-benar padang rumput di pantai Laut Mati, di sana adalah daerah paling tandus yang pernah Anda temui, seperti di pusat kota Steubenville. Read the rest of this entry

Penyaliban – Brutalnya Salib

Oleh Dr. Brant Pitre

Yesus Berjumpa dengan Maria, Ibu-Nya (Sumber: thecatholictalks.com)

Kebanyakan orang Kristen saat ini sudah biasa dengan istilah penyaliban. Bahkan mereka yang bukan Kristen sudah pernah mendengar penyaliban, hanya dengan merujuk pada Yesus dari Nazaret. Sudah banyak diketahui bahwa penyaliban yang dialami Yesus itu sebagai cara kematian yang sangat kejam dan menyakitkan. Dan khususnya, belakangan ini semakin diperjelas dengan film The Passion of the Christ karya Mel Gibson. Bahkan mereka yang bukan Kristen, juga orang Katolik sekalipun yang menonton film itu mendapat khazanah yang brutal dari penyaliban menurut Romawi kuno. Read the rest of this entry

Penyaliban – Penghinaan di Kayu Salib

Oleh Dr. Brant Pitre

Calvary karya Paolo Veronese, abad ke-16 (Sumber: wikimedia.org)

Kehormatan dan penghinaan adalah hal yang sangat penting pada zaman kuno. Maka elemen kedua mengenai penderitaan batin berhubungan dengan salib adalah penghinaan karena disalibkan [Elemen pertama bisa dibaca di artikel Penyaliban – Brutalnya Salib]. Bahkan Cicero seorang retoris ternama membicarakan tentang salib sebagai “pohon penghinaan.” Alasan hal itu dianggap demikian karena penyaliban secara khusus hukuman bagi para budak. Seneca menyebutnya “hukuman ekstrem dan pamungkas bagi seorang budak” dan Valerius Maximus menyebutnya “hukuman para budak.” Read the rest of this entry

Mengapa Setelah Kisah Adam dan Hawa, Iblis Tidak Disebut Lagi?

Adam & Hawa di Pohon Pengetahuan yang Baik dan Jahat (Sumber: stpaulcenter.com)

Berbicara tentang Setan atau Iblis dalam Kisah Adam dan Hawa kita akan ingat tentang figur si Ular (Inggris: Serpent, Ibrani: nāhāsh). Dan memang ular itu bukan binatang biasa, tetapi si Iblis (bdk. Why 12:9, 20:2). Dan seperti pertanyaannya, benar sekali figur si Ular ini tidak muncul kembali dalam kisah-kisah berikutnya (saya batasi dalam Kitab Kejadian). Namun apakah kisah si Ular ini sudah selesai? Read the rest of this entry

Wakil Gubernur Akan Menjadi Yesuit – Kisah Cyrus Habib

Cyrus Habib (Sumber: catholicnewsagency.com)

Pada hari Kamis (18/3/2020), Wakil Gubernur Washington mengumumkan bahwa ia tidak akan mengupayakan pemilihan ulang atas dirinya, namun ia akan memasuki Serikat Yesus pada musim gugur tahun ini. Read the rest of this entry

Keberatan mengenai “Hasil Pokok Anggur”

Oleh Karlo Broussard

Perjamuan Malam Terakhir (Sumber: stpaulcenter,com)

Umat Katolik mempertahankan keyakinannya akan Ekaristi dengan mengacu kepada perkataan Kristus pada Perjamuan Malam Terakhir. Kita berpendapat bahwa Yesus berkata, “Inilah tubuh-Ku” bukan “Inilah yang melambangkan tubuh-Ku,” Ia secara harafiah menyatakan bahwa roti itu menjadi tubuh-Nya (dan anggur adalah darah-Nya). Read the rest of this entry

Kisah Perjalanan Pastor Lutheran menjadi Katolik – Kisah David Woodby

David Woodby (Sumber: chnetwork.org)

Saya tumbuh di keluarga Kristen yang sangat miskin. Meskipun kedua orang tua saya tidak pernah ke gereja, mereka berdoa sebelum makan, atau dengan berbagai cara mereka menunjukkan komitmen kepada Kristus atau Gereja-Nya, kami selalu mengatakan bahwa kami adalah orang Kristen. Read the rest of this entry

Apa itu Darah Perjanjian?

Oleh Karlo Broussard

Jesus Christ at a table with chalice and holding bread Stained glass at Calgary Alberta Canada by Posterazzi (Sumber: amazon.com)

Kurban penebusan Perjanjian Baru sudah dimulai pada Perjamuan Malam Terakhir

Ketika saatnya membela doktrin kehadiran nyata Kristus dalam Ekaristi, umat Katolik biasanya merujuk kapada kata-kata Yesus dalam Perjamuan Malam Terakhir berikut ini:

Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa (Matius 26:26-28, dengan penekanan tambahan). Read the rest of this entry

%d bloggers like this: