Batu Penjuru: Tidak Ada Keselamatan Dalam yang Lain

Oleh Dr. Brant Pitre

Christ Before Caiaphas by Matthias Stom (Sumber: wikipedia.org)

Saya akan menjelaskan konteks awal dari Kisah Para Rasul 4 yang mengisahkan ketika para murid ditangkap di Yerusalem karena melakukan mukjizat dan memberitakan Injil. Peristiwa ini berada dalam konteks penganiayaan awal terhadap Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Penganiayaan ini bukan dilakukan oleh orang pagan yakni Kekaisaran Romawi, melainkan oleh para pemimpin Yahudi di Yerusalem: Kayafas dan Hanas, orang yang sama yang sudah menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus sehingga Ia disalibkan di Kalvari. Jadi apa yang terjadi, orang-orang mulai mendengar kabar baik dari Petrus, Yakobus, dan Yohanes, dan para rasul lainnya, dan pertobatan mulai terjadi. Faktanya, dalam Kisah Para Rasul 4:4 dikatakan bahwa 5.000 orang laki-laki menjadi percaya setelah mendengarkan perkataan para rasul yang berkhotbah di kota itu. Jadi saya ingin Anda untuk memikirkan bahwa itu juga menjadi konteksnya. Alasan lain bahwa Petrus dan para murid ditangkap karena hal ini semakin tidak terkendali. Read the rest of this entry

Ada Bahaya Dibalik Kartu Tarot

Oleh Philip Kosloski

Lampu Tanda ‘Tarot Cards’ Foto oleh Mike Licht (Sumber: aleteia.org)

Penjualan kartu tarot meningkat dan mencapai titik tertinggi dalam rentang waktu 50 tahun terakhir

Read the rest of this entry

Horoskop Pintu Masuk Okultisme

Oleh Philip Kosloski

Horoskop (Sumber: express.co.uk)

Membaca horoskop kelihatan seperti hiburan, tapi di balik itu ada sesuatu yang jauh lebih mengerikan

Read the rest of this entry

Kasih Kristus dan Persatuan Gereja

Oleh Dr. Brant Pitre

‘The good Shepherd’ mosaic in mausoleum of Galla Placidia. UNESCO World heritage site. Ravenna, Italy. 5th century A.D. (Sumber wikipedia.org)

Dalam naskah mengenai Yesus gembala yang baik (Yohanes 10:11-18). Ada aspek lain darlam naskah ini yang sangat penting dan perlu ditekankan adalah gambaran Yesus akan kesatuan Gereja. Saya tidak tahu dengan pengalaman Anda, tapi dari pengalaman saya yang dibesarkan sebagai seorang Katolik di Amerika Serikat, sejak masa kanak-kanak, saya selalu menyadari adanya banyak denominasi Kristen yang berbeda-beda, atau banyak gereja-gereja Kristen yang berbeda, di sini seringkali kita dengan bebas menggunakan istilah jamak mengenai ini [gereja-gereja]. Dan memang ada ribuan denominasi saat ini maupun di sepanjang waktu. Dan itulah bagian kehidupan kita, jika Anda seorang Kristen yang hidup pada munculnya Reformasi Protestan yang terjadi pada abad ke-16 yang menyebabkan perkembangbiakan berbagai bentuk denominasi gereja-gereja Kristen atau komunitas gerejawi yang berbeda-beda. Read the rest of this entry

Mantan Pendeta Baptis Jadi Katolik – Kisah John Thompson

John Thompson (Sumber: ncregister.com)

“Jika Gereja inilah yang sama dan bisa dilacak akarnya sampai ke para Rasul, ya! Di sinilah tempat semua orang berada di dalamnya,” kata Thompson

John Thompson adalah seorang Katolik yang ceria, energik, dan sangat ingin menceritakan imannya kepada Kristus dengan orang lain. Ia berbicara dengan penuh keyakinan dan kepastian yang teguh ketika ia menyatakan Gereja Katolik sebagai “Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik yang didirikan oleh Kristus,” dan mengajak orang lain untuk menyelidiki sejarah dan ajaran Gereja. Read the rest of this entry

Segalanya Dipertaruhkan – Kisah Keith Nester

Keith Nester (Sumber: Keith Nester YouTube Channel)

Saya dibesarkan di keluarga pendeta United Methodist di Iowa. Seingat saya, saya sudah mengasihi Yesus. Waktu saya berusia 11 tahun, saya sudah memberikan hati saya kepada Yesus di kamp gereja. Pendeta kami itu sudah memperingatkan kalau kami tidak mengucapkan doa ini, kami bisa masuk neraka. Saya langsung masuk dalam iman dan melakukan yang terbaik untuk hidup bagi Tuhan, meskipun belajar tentang iman bukan menjadi prioritas utama saya. Akhirnya, pada usia 19 tahun, saya membuat komitmen yang lebih kuat lagi untuk mengutamakan iman saya. Tapi tak lama sebelum melakukan komitmen itu, saya pindah ke Philadelphia, Pennsylvania untuk mengejar karier dalam bidang musik. Sebagai seorang drummer, saya akan bermain dengan band saya pada malam Minggu dan ke gereja di hari Minggu, saya berusaha  mencari jalan untuk menjadi seorang pemuda Kristen. Tapi saya mengalami kesulitan, tanpa memiliki gereja yang tetap. Akhirnya saya mulai ikut bersama jemaat Calvary Chapel sambil saya menumbuhkan kecintaan saya untuk belajar Alkitab. Saya merasa cukup yakin bahwa saya menjalani kehidupan yang berpusat pada iman. Read the rest of this entry

Luther dan Pemisahan Umat Awam dari Pengetahuan Kitab Suci

Oleh Scott Hahn dan Benjamin Wiker

Martin Luther (Sumber: stpaulcenter.com)

Martin Luther menolak otoritas yang dinyatakan oleh Gereja Katolik sebagai penafsir Kitab Suci karena dua alasan.

Pertama, dalam pandangan Luther, bukti korupsi Gereja khususnya kepausan, sepenuhnya meruntuhkan klaim Gereja yang diperintahkan oleh Tuhan sebagai pemelihara ortodoksi yang punya wewenang melalui tradisi (traditio) tafsirannya. Read the rest of this entry

Kurban yang Murni: Kenapa Misa Bukan Sekadar Simbolis?

Oleh Mike Aquilina

Konsekrasi (Sumber: stpaulcenter.com)

Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam (Maleakhi 1:11)

Setiap kali umat Kristen perdana membicarakan Misa, nubuat dari Maleakhi itu pasti akan muncul. Mereka percaya kalau penggenapan yang sangat jelas terjadi dalam Misa. Read the rest of this entry

Dipanggil untuk Bermisi – Kisah Lani Bogart

Pada bulan Juni 1990, saya diterima oleh lembaga misi independen, dengan izin dari pendeta dan anggota gereja Karismatik Independen kami, kami menjual semua furnitur yang kami punya, memberikan hewan-hewan peliharaan kami, mengemasi beberapa barang kami yang tersisa, dan kami pindah ke Antigua, Guatemala untuk belajar bahasa Spanyol. Read the rest of this entry

Eksorsisme Kosmik Agung

Oleh Dr. Brant Pitre

The Crucifixion karya Andreas Pavias (Sumber: wikipedia.org)

Dalam akhir kehidupan Yesus ada bagian menarik karena akan mengingat kembali peristiwa di Taman Getsemani, kecuali penekanannya yang berbeda. Apa yang dikatakan-Nya adalah telah tiba saat-Nya dan Ia tidak berkata supaya Bapa menyelamatkan-Nya dari saat itu, melainkan Ia berkata, “Bapa, muliakanlah nama-Mu.” Jadi dalam puncak sengsara-Nya, Ia menyatakan bahwa Ia tidak menghindari saat itu, Ia hendak menerimanya dalam perbuatan yang menyatakan penerimaan akan saat itu. Allah melakukan sesuatu yang unik dalam kitab-kitab Injil. Inilah sesuatu yang Allah lakukan sebanyak tiga kali. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: