Dari Master Reiki ke Katolik – Kisah Shannara Johnson

Shannara Johnson (Sumber: chnetwork.org)

Saya lahir dan dibesarkan di Jerman pada pertengahan tahun 1960-an. Keluarga angkat saya beragama Protestan, tetapi tidak terlalu religius. Kami adalah Kristen Napas (Natal dan Paskah saja), dan di rumah kami saya tidak ingat pernah berdoa atau membaca Alkitab.

Di Jerman sekuler, semua orang yang saya kenal adalah Protestan atau Katolik, tetapi tidak ada seorang pun yang saya kenal yang benar-benar beriman. Kebanyakan orang patuh membayar pajak gereja bulanan – pajak 10 persen dari gaji –  seakan-akan menjadi polis asuransi supaya tidak masuk neraka.

Sebagai anak tunggal, saya cukup dimanjakan, suatu hak istimewa yang harus dibayar mahal ketika saya masuk sekolah dasar. Saya tidak tahu bagaimana cara bergaul dengan anak-anak lain, bagaimana cara bertengkar atau bermain dalam kelompok, dan saya adalah seorang siswa dengan nilai A semua, namun saya tidak memperoleh penghargaan apapun dari teman-teman saya. Read the rest of this entry

Mencari Keseimbangan – Kisah Cara Valle

Cara Valle (Sumber: chnetwork.org)

Perjalanan iman saya dimulai dengan mendengarkan Tuhan. Beberapa kenangan masa kecil saya adalah gereja dan doa. Orang tua saya adalah jemaat setia dari komunitas Protestan karismatik non-denominasi. Bagi mereka, gereja adalah tempat doa yang berapi-api baik dalam bentuk berbicara dalam bahasa roh, menari, bertepuk tangan, dan bernyanyi, atau menangis dalam keheningan. Saya didorong untuk mencari Tuhan dan mengungkapkan kasih saya kepada-Nya selama ekspresi itu spontan. Kedua orang tua saya menolak sesuatu yang formal dan liturgis. Mereka menyebut umat Katolik sebagai orang Kristen “KTP” yang melakukan ritual hampa tapi tidak punya kerohanian yang sejati. Read the rest of this entry

Al-Maghtas – Tempat Pembaptisan Yesus

Oleh Daniel Esparza

Lokasi Yesus Dibaptis di Sungai Yordan oleh Jeffrey Bruno (Sumber: aleteia.org)

Sejak zaman Bizantium, Betania di seberang sungai Yordan telah dianggap sebagai lokasi asli di mana Yohanes Pembaptis membaptis Yesus

Read the rest of this entry

Tempat Kediaman Keluarga Kudus di Mesir

Oleh Philip Kosloski

Ikon Keluarga Kudus (Sumber: wataninet.com)

Kemungkinan besar Yesus pertama kali bisa berjalan bukan di Betlehem atau Nazaret, melainkan di Mesir.

Read the rest of this entry

Dari Wicca menjadi Katolik – Kisah Nora Jensen

Nora Jensen (Sumber: chnetwork.org)

Saya dibesarkan oleh kedua orang tua yang penuh kasih di pegunungan Colorado yang indah. Sama sekali kami bukan orang yang religius, sebenarnya kami punya sikap anti-Kristen. Saya percaya pada Tuhan yang impersonal dan punya devosi mendalam kepada para malaikat, meskipun saya tidak yakin dari mana asal kepercayaan itu. Kedua orang tua saya bekerja keras untuk menafkahi saya dan saudara laki-laki saya, dan mereka menanamkan perasaan benar dan salah yang kuat dalam diri kami. Kami adalah keluarga yang kompak.

Urusan Keluarga, Wicca

Waktu saya berumur 11 tahun, saya dan saudara saya sedang bermain di halaman rumah. Kami menemukan lingkaran batu yang belum pernah kami lihat sebelumnya, jelas sekali kalau batu dan lingkaran itu diletakkan oleh manusiam dalam suatu pola yang menunjukkan tujuan ritual mereka. Kami berpikir bahwa para pemuja setan sudah menyelinap masuk halaman rumah kami dan membuat benda itu, kemudian kami menghancurkannya dengan menendang sebanyak mungkin batu besar supaya tidak berada di tempat asalnya. (Mengapa pemuja setan? Sampai hari ini kami bertanya-tanya mengapa kami berpikir seperti itu.)  Sesudah itu, kami berlari ke rumah untuk memberi tahu betapa hebat apa yang sudah kami perbuat. Read the rest of this entry

Natal Tak Masuk Akal Tanpa Adanya Dosa

Oleh John M. Grondelski

Christmas (Sumber: catholic.com)

Pada Misa Natal, kita akan mengucapkan bahwa kita percaya bahwa Allah dilahirkan dari seorang perawan dan menjadi manusia. Tetapi mengapa Yesus dilahirkan? Mengapa Ia datang ke dunia?

Read the rest of this entry

Facebook Menjadikanku Katolik – Kisah Meghan Foshay

Meghan Foshay (Sumber: chnetwork.org)

Saya dibesarkan di Gereja Katolik oleh kedua orang tua yang mencintai imannya. Kami mengikuti Misa setiap hari Minggu, saya menerima sakramen, tetapi saya tidak pernah sungguh-sungguh menganggap diri saya sebagai seorang Kristiani. Bahkan, saya tidak tahu apakah saya mempercayai Tuhan. Saya tidak suka ikut Misa untuk menyembah Tuhan yang saya bahkan tidak yakin Tuhan itu ada. Dan Alkitab tampaknya bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh sains di sekolah negeri. Intinya: agama tampak konyol dan membuang-buang waktu.

Sikap skeptis dan tempat bagi Tuhan

Pada tahun 2016, perubahan keyakinan saya kepada Kristus dimulai. Saya menyadari bahwa kejahatan benar-benar ada di dunia ini dan juga ada di banyak institusinya. Kemudian saya mengalami perjumpaan dengan Roh Kudus. Tak lama kemudian saya mengalami perubahan hati yang drastis dan penyesalan mendalam atas dosa-dosa yang saya lakukan, dan saya merasa “tahu” (melalui anugerah yang diberikan) bahwa Tritunggal dan Alkitab itu benar adanya. Saya tahu kalau kebingungan yang saya alami mengenai Alkitab bertentangan dengan ilmu pengetahuan hanyalah: kebingungan dari diri saya sendiri. Saya langsung tahu bahwa Iblis adalah penguasa dunia ini. Maka, saya memesan Alkitab pertama saya dan mulai membada Perjanjian Baru dengan sungguh-sungguh dan bergaul dengan orang yang lebih unggul secara rohani. Read the rest of this entry

Lingkaran Adven Menjadikanku Katolik – Kisah Mary Pomeroy

Mary Pomeroy (Sumber: chnetwork.org)

Pada hari Minggu Adven pertama tahun 2017, untuk pertama kalinya saya ikut Misa Katolik, menjadi Katolik tak pernah terlintas di benak saya. Satu-satunya alasan ada di sana untuk Misa adalah untuk melihat karangan lingkaran Adven dan penyalaan lilin. Saya tidak tahu apa-apa tentang iman Katolik kecuali berbagai hal yang diberitahukan oleh orang Protestan anti-Katolik. Sedikit yang saya ketahui bahwa saya berada di sana untuk salah satu kejutan terbesar dalam hidup saya – dan sesuatu dirancang oleh Tuhan. Read the rest of this entry

Maria Dikandung Tanpa Noda Sungguh Alkitabiah

Oleh Lucas R. Pollice

Immaculate Conception karya Giovanni Battista Tiepolo (Sumber: stpaulcenter.com)

Jika bertanya kepada orang banyak tentang Maria Dikandung Tanpa noda, bahkan termasuk umat Katolik sendiri, maka kemungkinan besar mereka akan memberi tahu bahwa itulah Yesus yang dikandung di dalam rahim Maria. Yang dikandung tanpa noda sebenarnya dalah Maria sendiri. Maka ajaran ini mengungkapkan kepada kita bahwa Maria dibebaskan dari noda dosa asal pada saat pembuahannya, dan tetap bebas dari dosa di sepanjang hidupnya. Read the rest of this entry

Apakah Tokoh Perjanjian Lama adalah Santo-santa?

Philip Kosloski

Assumption of the Virgin with Old Testament Figures karya Gaetano Gandolfi (1734 – 1802) (Sumber: nelson-atkins.org)

Bisakah kita mohon doa perantaraan kepada mereka?

 

Read the rest of this entry

%d bloggers like this: