Penjala Manusia dalam Konteks Yahudi Kuno

Oleh Dr. Brant Pitre

Fishing for Souls karya Adriaen van der Venne (Sumber: wikipedia.org)

Apa artinya menjadi penjala manusia di abad pertama? Anda mungkin melihatnya sebagai metafora sederhana. Jelas sekali apa yang nelayan lakukan? Menangkap ikan. Maka Yesus sedang menjadikan mereka penjala manusia, Ia memanggil mereka untuk mengikuti-Nya dan mengundang atau menangkap orang lain untuk menjadi murid, mengumpulkan pengikut yang akan percaya akan kabar gembira Kerajaan Allah dan memanggil orang banyak supaya bertobat. Itulah arti yang jelas dari penjala manusia. Read the rest of this entry

Kata Alkitab: ‘Memiliki Anak adalah Kebodohan’?

Oleh Trent Horn

Anak-anak (Sumber: gacoeonline.gsu.edu)

Membahas sensasi Abraham Piper di media sosial bahwa kitab Pengkhotbah menyatakan demikian

Read the rest of this entry

Kontradiksi ‘Tanah Darah’?

Oleh Jimmy Akin

Kepingan Perak (Sumber: catholic.com)

Ada pertanyaan demikian, Matius dan Lukas saling bertentangan. Matius mengatakan bahwa tanah darah disebut demikian karena dibeli dengan uang darah (Matius 27:6-7), tapi Lukas mengatakan demikian karena orang banyak tahu bahwa Yudas mati mengenaskan di sana (Kisah Para Rasul 1:18-19). Mengapa demikian? Read the rest of this entry

Prisbiter Episkopal Jadi Katolik – Kisah James Anderson

James Anderson (Sumber: EWTN YouTube Channel)

Yang paling awal dalam ingatan saya tentang iman adalah pembaptisan saya. Waktu itu hari Minggu pagi di musim semi dan saya berusia 4 tahun. Saya masih ingat dengan apa yang saya lihat ketika saya tepat berada di hadapan tempat kudus, sambil memandang umat. Pendeta Methodist kami bernama Doktor Trost, membantu saya naik ke sana, dan itulah peristiwa penting dalam hidup saya. Saya tidak ingat tentang air baptisannya atau memahami mengapa air itu penting, tapi itulah yang menjadi kenangan baik yang hangat dan unik. Read the rest of this entry

Paskah, Salib Tidak Perlu Lagi?

Oleh Joe Heschmeyer

Salib Yesus (Sumber: wallpapertag.com)

Ketika Paskah tiba, sangat menggoda untuk menghapus Jumat Agung, seolah-olah salib tidak perlu dipikirkan lagi

Read the rest of this entry

Easter, Perayaan Kafir?

Oleh Tom Nash

Happy Easter (Sumber: staffords.com)

Paskah Kristen atau dalam bahasa Inggris disebut ‘Easter’ sebagai terjemahan dari dewi pagan ‘Ishtar’ sebenarnya tidak berdasar

Read the rest of this entry

Monoteisme dan Keilahian Yesus Menurut Paulus

Oleh Dr. Brant Pitre

Kristus Raja dalam kaca patri di Annunciation Melkite Catholic Cathedral di Roslindale, Massachusetts (Sumber: wikipedia.org)

Dikatakan demikian:

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Filipi 2:9-11) Read the rest of this entry

Tidak Ada Misa Pada Jumat Agung

Oleh Philip Kosloski

Penghormatan Salib di Keuskupan Agung Boston foto oleh George Martell The Pilot Media Group (Sumber: aleteia.org)

Pada hari yang ditujukan untuk menghormati Sengsara dan Wafat Yesus, Gereja tidak mempersembahkan Misa

Read the rest of this entry

Penyaliban – Kutukan Salib

Oleh Dr. Brant Pitre

XII Station Jesus Dies on the Cross by Patricia Trudeau (Sumber: fineartamerica.com)

Ada satu elemen terakhir mengenai penyaliban dalam konteks Yahudi yang sangat penting. Salib bukan sekadar sesuatu yang kejam, bukan sekadar penghinaan baik secara publik atau sosial. [Elemen pertama bisa dibaca di artikel ‘Penyaliban – Brutalnya Salib’ dan elemen kedua bisa dibaca di artikel ‘Penyaliban – Penghinaan di Kayu Salib’]. Tapi punya signifikansi teologis dalam agama Yahudi, yaitu dianggap sebagai tanda kutukan Allah: kutukan penyaliban. Read the rest of this entry

Tradisi Yahudi dalam Tri Hari Suci

Oleh Sean Innerst

Carrying the Cross karya Giovanni Battista Tiepolo (Sumber: stpaulcenter.com)

Hari-hari raya dalam Pekan Suci, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Paskah, merupakan penggenapan tiga pesta musim semi Yahudi yang pada awalnya terjadinya bertepatan dengan peristiwa di akhir kehidupan Yesus di bumi. Kita menyebutnya tiga liturgi agung Pekan Suci, Misa Perjamuan Tuhan pada Kamis Putih malam, ibadat Jumat Agung, dan Vigili Paskah, tiga perayaan ini disebut Tri Hari Suci. Pada tahun wafat Sang Kristus, yaitu pada Paskah Yahudi pada 14 Nisan akan dimulai pada saat matahari terbenam pada hari Kamis, malam yang sama dengan perayaan Perjamuan Malam Terakhir dan selesai pada saat matahari terbenam pada hari Jumat Agung, hari wafat-Nya. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: