25 Maret, Tanggal Penyaliban Yesus Menurut Sejarah?

Oleh Philip Kosloski

The Day of the Crucufixion (Sumber: aleteia.org)

Tradisi mengatakan bahwa tanggal 25 Maret bukan hanya tanggal wafat Yesus, tetapi juga tanggal dari berbagai peristiwa Alkitab yang tak terhitung jumlahnya

Setiap tahun semua orang Kristen di semua tempat menghidupkan kembali sengsara dan wafat Yesus Kristus pada perayaan Jumat Agung, mudah sekali kita melupakan bahwa Yesus wafat pada hari bersejarah yang spesifik.

Banyak teolog percaya bahwa tanggal wafat Yesus adalah pada tanggal 3 April 33. Ini sesuai dengan data sejarah bahwa gerhana bulan terjadi pada hari itu. Berdasarkan website the Star of Bethlehem, dikatakan bahwa, “hanya satu kali gerhana matahari Paskah Yahudi yang bisa dilihat dari Yerusalem saat Pilatus sedang menjabat. Itu terjadi pada tanggal 3 April 33 M.”

Namun, ada tradisi di abad pertengahan yang menceritakan kisah yang berbeda. Umat Kristen di masa lampau percaya bahwa Yesus wafat pada tanggal 25 Maret dan menganggap ada berbagai peristiwa penting lainnya yang juga terjadi pada hari itu.

Tanggal 25 Maret dianggap sebagai hari penciptaan Adam dan Hawa serta hari yang sama dengan ketidaktaatan mereka di Taman itu. Dan juga dihitung sebagai hari ketika Lucifer jatuh dari Surga dan ketika bangsa Israel melewati Laut Merah untuk memulai perjalanan mereka ke tanah perjanjian.

Maka tidak mengherankan juga, tradisi menyatakan bahwa pada tanggal itu juga Ishak hendak dipersembahkan sebagai korban oleh Abraham, ayahnya.

Tapi tidak berhenti di situ saja.

Tanggal 25 Maret, Gereja terus merayakan sebagai hari malaikat agung Gabriel mengunjungi Santa Perawan Maria dan kepadanya diumumkan kabar bahwa dia akan melahirkan Sang Putra Allah.

Mengapa orang Kristen menempatkan semua peristiwa penting ini pada tanggal yang sama?

Meskipun sangat kecil kemungkinan bahwa semua peristiwa ini terjadi pada tanggal yang sama, tapi orang Kristen ingin menekankan hubungan rohani yang mendalam di antara semua peristiwa itu. Hal ini mungkin paling baik diringkas oleh St. Irenaeus dari Lyon ketika ia menulis, “Simpul ketidaktaatan Hawa dilepaskan oleh ketaatan Maria. Karena apa yang Perawan Hawa sudah ikat begitu erat karena ketidakpercayaan, inilah yang Perawan Maria lepaskan melalui iman.”

Hal ini dengan jelas menunjukkan bagaimana Yesus datang untuk membawa ciptaan baru dan untuk membatalkan ketidaktaatan Adam dan Hawa dengan ketaatan yang total dan tidak tergoyahkan. Penyelarasan peristiwa-peristiwa ini mengingatkan kita bahwa Yesus datang untuk mengalahkan dosa dan maut, dan membuka pintu surga yaitu Tanah Perjanjian yang baru. Pada hari ini, Yesus datang sebagai Anak Domba Allah yang sejati yang rela mengorbankan dirinya di kayu salib. Itulah hari ketika Yesus datang ke dunia dalam rahim Maria dan hari ketika Yesus meninggalkan dunia ini ke rahim kubur.

Simbolisme rohani 25 Maret menghubungkan segala sesuatu dalam sejarah keselamatan, dengan menunjukkan penyelenggaraan Allah yang menakjubkan.

25 Maret mungkin bukan hari bersejarah penyaliban atau salah satu dari peristiwa-peristiwa lain yang sudah disebutkan di atas, tetapi ada hubungan-hubungan nyata antara peristiwa-peristiwa itu semua dan sangat dalam untuk kita renungkan.

 

Sumber: “Is March 25 the historical date of the crucifixion?”

Posted on 26 March 2021, in Kenali Imanmu and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

<span>%d</span> bloggers like this: