Mengapa Hari Raya Kabar Sukacita Dirayakan 25 Maret?

Oleh Philip Kosloski

The Annunciation karya Francisco Rizi (Sumber: aleteia.org)

Tanggal Hari Raya Kabar Sukacita ditentukan setelah menetapkan hari wafat Yesus

Di tengah-tengah Masa Prapaskah, Gereja merayakan satu pesta untuk menghormati inkarnasi Yesus Kristus dalam rahim Perawan Maria. Ini merupakan pesta yang menarik, karena menyela puasa dan matiraga Masa Prapaskah untuk merayakan kedatangan Yesus ke dunia.

Injil tidak menyebutkan kapan tanggal inkarnasi Yesus begitu pun tanggal kelahiran-Nya. Maka, orang Kristen perdana harus menetapkan hari-hari tertentu dalam kalender untuk merayakan perayaan-perayaan ini dengan mempertimbangkan tradisi lisan maupun tertulis.

Setelah pertimbangan yang cermat dan juga melalui perdebatan panjang, Gereja perdana akhirnya menetapkan Hari Raya Kabar Sukacita pada tanggal 25 Maret, dan tanggal ini merupakan tanggal yang dipilih berdasarkan wafat Yesus.

Tanggal 25 Maret untuk menetapkan Hari Raya Kabar Sukacita bisa ditelusuri kembali sampai abad ke-3 atau ke-4 dan ditetapkan bertepatan dengan hari wafat Yesus. Catholic Encyclopedia menjelaskan alasan perhitungan penanggalan ini.

Semua orang Kristen di zaman kuno (menentang semua kemungkinan astronomis) mengakui bahwa pada tanggal 25 Maret sebagai hari wafat Tuhan kita yang sebenarnya. Pendapat mengenai Inkarnasi juga terjadi pada tanggal yang sama ditemukan dalam karya pseudo-Cyprianic yang berjudul “De Pascha Computus” (sekitar 240 M). Ia berpendapat bahwa kedatangan Tuhan kita dan wafat-Nya pasti bertepatan dengan penciptaan dan kejatuhan Adam. Dan karena dunia diciptakan pada musim semi, Sang Juruselamat juga dikandung dan wafat tak lama setelah titik balik musim semi … Martirologi kuno menetapkan tanggal 25 Maret sebagai penciptaan Adam dan penyaliban Tuhan kita, dan juga kejatuhan Lucifer, hari bangsa Israel melalui Laut Merah dan juga hari Ishak dikurban.

Juga dipercaya oleh banyak orang Kristen kuno bahwa seseorang itu mati pada tanggal yang sama ketika mereka dikandung.

Pada abad ke-5, St. Agustinus menulis tentang penanggalan ini dalam bukunya yang berjudul On the Trinity, “Karena Ia diyakini telah dikandung pada tanggal 25 Maret, pada tanggal itu juga Ia menderita. Maka rahim Sang Perawan di mana Ia dikandung, di mana tak seorang pun manusia diperanakkan di sana, mengingat kubur baru tempat Ia dikuburkan, di kubur itu tidak pernah seorang pun dibaringkan di sana, baik sebelum maupun sesudahnya. Namun menurut tradisi, Ia dilahirkan pada tanggal 25 Desember.”

Tampaknya tanggal Natal di Gereja Roma ditentukan setelah menetapkan tanggal inkarnasi Yesus. Alhasil, Natal dirayakan 9 bulan setelah tanggal 25 Maret, dengan mempertimbangkan waktu perkembangan seorang anak dalam kandungan ibunya.

Maka tanggal 25 Maret adalah hari yang penuh simbolisme bagi umat Kristen perdana dan tetap menjadi hari penting bagi umat Kristen di seluruh dunia.

 

Sumber: “Why is the Annunciation celebrated on March 25?”

Posted on 25 March 2021, in Ekaristi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: