Kebangkitan Yesus dan Tanda Yunus

Oleh Dr. Brant Pitre

Jonah and the Whale karya Pieter Lastman (Sumber: wikipedia.org)

Mengapa orang Kristen perdana percaya Yesus bangkit?

Ada tiga alasan utama orang Kristen perdana percaya akan Kebangkitan, perlu diketahui mereka semua ini adalah orang Kristen Yahudi.

Pertama, kubur yang kosong. Keempat Injil memberi tahu kita bahwa Yesus dikuburkan oleh Yusuf dari Arimatea setelah wafat-Nya dan kemudian ketika mereka kembali pada hari Minggu pagi, kerena mereka harus beristirahat pada hari Sabtu. Hari Sabtu adalah hari Sabat jadi mereka tidak melakukan apapun terhadap tubuh mereka pada hari Sabtu. Jadi mereka menunggu fajar pada Minggu pagi, dan oleh karena itu mereka kembali ke kubur pada hari Minggu pagi, dan apa yang mereka temukan? Kubur itu kosong. Itulah tanda pertama dari Kebangkitan, itulah motif pertama dari kredibilitas. Sekarang kita lihat bahwa kubur kosong itu perlu, tapi tidak menjadi alasan yang cukup karena kubur itu bisa dikosongkan dengan cara yang lain. Misalnya seseorang mencuri jenazah-Nya, bahkan hal itu tidak mungkin karena makam itu dijaga oleh serdadu Romawi, dan hukuman di Roma pada penjaga yang tertidur ketika melaksanakan tugas jaga adalah dieksekusi. Jika Anda seorang serdadu Romawi maka Anda tidak akan tertidur di pos jaga karena Anda akan segera dibunuh. Jadi kubur kosong itu tidak cukup, tapi pasti ada alasan lainnya.

Alasan kedua untuk mempercayai Kebangkitan adalah penampakan Yesus yang bangkit. Sekali lagi kita punya beberapa kisah yang dituliskan seperti pada Matius 28, Lukas 24, Yohanes 20-21, dan 1 Korintus 15, yang memberi tahu kita bahwa Yesus menampakan diri kepada Petrus, kepada Yakobus dan Yohanes, kepada Maria Magdalena, kepada 11 rasul, kepada Thomas, kepada 500 saudara sekaligus seperti yang St. Paulus katakan pada 1 Korintus 15. Jadi kita punya semua penampakan Yesus yang benar-benar menjadi motivasi utama bahwa  Yesus kembali. Ia hidup kembali. Ia bangkit dari alam maut.

Namun, ada alasan ketiga adalah penggenapan Kitab Suci , yang menjadi fokus utama dalam artikel ini. Alasan ini biasanya kurang diperhatikan oleh umat Kristen pada zaman modern ini. Banyak para apologis Kristen kontemporer mengatakan mengapa mereka percaya akan Kebangkitan, mereka akan mengatakan hal-hal seperti ini: para rasul percaya akan Kebangkitan dengan sangat kuat sehingga mereka mewartakannya di seluruh Kekaisaran Romawi dan mereka memberikan hidup mereka demi Kebangkitan, maka kita harus percaya juga. Dengan kata lain, argumennya adalah mengapa mereka mau mati demi suatu kebohongan. Apakah masuk akal? Argumen itu baik tapi ada beberapa masalah. Yang pertama, bukan begitu cara mereka memperdebatkan Kebangkitan. Dengan kata lain, ada semacam pemutusan perdebatan. Orang Kristen kuno tidak mengatakan bahwa Anda harus benar-benar mempercayai Petrus karena ia begitu bersemangat tentang Kebangkitan, karena orang-orang yang bersemangat mengenai suatu hal bisa juga salah. Seperti orang-orang yang hari ini memberikan nyawanya dengan ikhlas untuk terorisme radikal, tapi ketulusan mereka salah. Jadi argumen itu bersifat subjektif tetapi ada juga yang argumen yang bersifat objektif mengenai Kebangkitan Yesus, yaitu penggenapan Kitab Suci.

Jika Anda melihat 1 Korintus 15, Lukas 24, Yohanes 20, berulang kali dalam Perjanjian Baru dikatakan bahwa Yesus wafat dan dibangkitkan pada hari yang ketiga sesuai dengan Kitab Suci. Jadi ketika Anda melihat tulisan itu, maka Anda harus bertanya, kitab suci apa? Maka Anda akan mengalami suatu masalah, karena jika Anda mencari dalam Perjanjian Lama maka tidak ada nubuat Yesaya atau Yeremia atau juga Daniel yang mengatakan bahwa Mesias akan dibangkitkan pada hari ketiga. Tidak ada nubuat seperti itu. Namun semua penulis Perjanjian Baru, kebanyakan dari mereka walaupun tidak semua, mengatakan bahwa Yesus dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci. Jadi ayat apa yang mereka maksud? Ada  satu Kitab Suci dalam Perjanjian Lama yang ada hubungannya dengan ini, dan itu bukanlah nubuat prediksi seperti yang kita pikirkan, itulah kisah dalam Kitab Yunus. Yesus menghubungkan Kebangkitan-Nya dengan Perjanjian Lama hanya satu kali. Yaitu ada dalam kisah-Nya yang terkenal mengenai Tanda Yunus. Jadi saya tahu kalau Anda pernah mendengar perkataan Yesus ini dalam Misa. Dan mari kita lihat apa yang terjadi. Ingat, ketika orang-orang Farisi mendatangi Yesus dan meminta bukti tentang Mesias, mereka meminta pembuktian dan buktinya, atau melakukan suatu tanda. Bagaimana tanggapan Yesus? Yesus sangat baik kepada mereka. Ia mengatakan mereka sebagai yang jahat dan tidak setia. Ia berkata demikian:

Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.”

Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus! (Matius 12:38-41)

Apa yang Yesus lakukan? Ia menyinggung Kitab Yunus dalam Perjanjian Lama dan Ia menggambarkan dua analogi. Ia mengatakan seperti halnya Yunus berada dalam perut ikan selama tiga hari dan tiga malam begitu juga dengan Anak Manusia. Sekarang Anda bisa tahu artinya bahwa Yesus sendiri sebagai Mesias akan berada di dalam bumi selama tiga hari dan tiga malam. Kemudian Ia berkata tentang orang-orang Niniwe. Perlu diketahui bahwa Niniwe adalah kota pagan yang besar dan ibu kota Asyur yang dikunjungi Yunus dan berkhotbah di sana dan semua orang-orang di kota itu bertobat. Yesus mengatakan bahwa orang-orang Niniwe akan bangkit pada hari penghakiman dan mereka akan menghukum angkatan ini karena orang-orang Niniwe bertobat ketika Yunus berkhotbah kepada mereka, tapi ada yang lebih besar dari Yunus. Siapa itu? Ya, Ia adalah Yesus sendiri. Itulah satu hal yang Yesus singgung mengenai tiga hari nubuatan Perjanjian Lama tentang Kebangkitan.

Sekarang saya akan jujur dengan Anda, sejak lama ketika saya membaca nubuat ini dan tidak terlalu berkesan. Dengan segala hormat kepada Yesus, saya mendapatkan bahwa tiga hari dan tiga malam adalah analogi yang lemah untuk Kebangkitan. Dan juga, bagi banyak orang, kisah Yunus begitu sulit dipercaya. Bagaimana seorang manusia hidup di perut ikan selama tiga hari tanpa udara, tanpa air, tanpa makanan. Kedengarannya seperti kisah Pinokio, kan. Dan Anda bisa mendapatkan gambaran kisah Pinokio itu dalam film Disney. Kedengarannya seperti cerita rakyat atau dongeng. Dan kebanyakan tidak memikirkan Tanda Yunus ketika mereka berpikir tentang Kebangkitan. Namun suatu hari saya kembali dan benar-benar membaca Kitab Yunus, dan saya melihatnya dalam bahasa Ibrani dan ada sesuatu yang melonjak dalam diri saya. Yaitu, jika Anda membaca Kitab Yunus dengan hati-hati, Anda akan menemukan bahwa Yunus tidak hidup, ia mati. Apakah dikatakan bahwa Yunus itu hidup selama tiga hari? Dalam Yunus 1 dikatakan:

Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya. Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, katanya:

Perhatikan inilah kuncinya. Semua orang melewatkan doanya, mari kita lihat doanya.

“Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati (Sheol) aku berteriak …  Aku tenggelam ke dasar bumi (Inggris: Pit dalam Zakharia 9-11 diterjemahkan dengan kata lobang –red.); pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku.

Kita berhenti sejenak di sini. Dalam Perjanjian Lama apa itu dunia orang mati (Sheol ) dan dasar bumi / lobang (Pit)? Tempat apa yang dimaksud? Jadi Yunus pergi ke mana? Di mana Yunus berseru kepada Tuhan? Ya dari dunia orang mati. Jika Anda masih ragu, mari kita lihat baris berikutnya.

Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku …

Secara harfiah dalam bahasa Ibraninya adalah nephesh, yang merupakan kata yang sama dengan kata yang kita gunakan untuk jiwa, hidupnya. Dalam kata lain, ketika saya mati, ketika jiwa saya berada di akhir waktu.

… teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.

Jadi dalam nafasnya yang sedang sekarat, Yunus memohon belas kasihan Allah. Ia berseru kepada Tuhan dan Tuhan menjawabnya.

Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat.

Jadi apa yang dimuntahkan ikan itu? Saya memperkirakan bahwa itu adalah jenazah Yunus.

Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: “Bangunlah,”

Kata dalam bahasa Ibraninya adalah kum.  Ingat ketika Yesus berkata kepada anak perempuan, apa yang Ia katakan? Talita kum. Apa yang terjadi dengan anak perempuan itu? Bangun atau bangkit (bdk. Markus 5:41-42 –red.)

“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.” (Yunus 1:17-3-2)

Kali ini yang terjadi pada Yunus. Maka Yunus bangun dan pergi ke Niniwe, ia berkhotbah ke kota itu dan seluruh orang di kota itu bertobat. Kota itu adalah ibu kota Asyur, orang-orangnya adalah orang pagan (kafir), dan mereka jahat. Kitab Yunus mengatakan bahwa mereka tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri (Yunus 4:11). Dengan kata lain, mereka sangat tidak bermoral dan tidak tahu apa yang baik dan apa yang jahat. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi dan apa yang sedang terjadi. Mereka sepenuhnya tersesat. Namun ketika Yunus memberitakan firman kepada mereka, dan setiap orang bertobat, dari raja kafir sampai kepada hamba kafir yang berada di bawah tiang berhala, setiap orang di seluruh kota. Dan hal itu merupakan keajaiban sehingga mereka semua bertobat.

Setelah kita memahami apa yang terjadi dan apa yang kita dapatkan dari Perjanjian lama, kita kembali ke perkataan Yesus: tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Maka apa yang Yesus katakan? Sama seperti Yunus yang mati dan pergi ke dunia orang mati, dan ini ada hubungannya dengan Pengakuan Iman (Syahadat). Mengapa kita berkata Yesus turun ke tempat penantian? Karena tempat penantian dalam bahasa Inggris disebut “hell,” dalam bahasa Yunani adalah “Hades” dalam bahasa Ibraninya adalah “Sheol.” Hal itu bukan berarti Yesus itu dikutuk, tapi berarti Ia turun ke dunia orang mati. Ia benar-benar mati. Jiwa dan tubuh-Nya terpisah. Jiwa-Nya pergi ke dunia orang mati. Maka Ia turun ke dunia orang mati selama tiga hari, dan pada hari ketiga Ia dibangkitkan. Apa yang Ia lakukan? Ia melakukan persis seperti apa yang dilakukan Yunus. Ia mengutus para rasul-Nya dan menyuruh kepada semua bangsa, ke orang-orang yang tidak mengenal Allah. Ajari mereka semua yang Yesus katakan, dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Dan tebak apa yang terjadi? Bukan satu kota pagan yang bertobat, tetapi seluruh kota pagan. Dalam dua abad seluruh kekaisaran Romawi bertobat. Jutaan orang pagan yang selama berabad-abad telah menyembah berhala, allah-allah palsu, dan roh-roh jahat dan juga kuil-kuil dewa-dewi, semuanya runtuh. Satu demi satu mereka semua menjadi orang Kristen dan mereka semua mulai menyembah bukan hanya Kristus tetapi, Allah orang Yahudi yang sebelumnya mereka benci.

Jadi apa itu Tanda Yunus? Tanda ini bukan hanya mukjizat Kebangkitan, tapi juga mukjizat pertobatan orang-orang pagan. Dan Anda tidak perlu mengambil perkataan saya itu. Anda bisa kembali ke Bapa Gereja perdana yakni orang-orang Kristen kuno, yang akan saya kutip pada bagian akhir. Ketika orang-orang Kristen kuno berpendapat bahwa Yesus adalah Sang Mesias, satu hal utama yang ingin mereka tunjukkan adalah melihat seluruh dunia bertobat dan menyembah Allah Israel. Ini yang Eusebius katakan, ia seorang sejarawan Gereja abad keempat, dan mari kita lihat apa yang ia katakan. Dan ada lebih banyak lagi dalam bukunya yang berjudul The Proof of the Gospel (Demonstratio evangelica/Bukti Injil):

Lihatlah bagaimana hari ini, ya, pada zaman kita, mata kami bukan hanya melihat orang-orang Mesir, namun setiap ras manusia yang dulunya penyembah berhala … dibebaskan dari kesesatan politeisme dan iblis, dan memanggil Allah para nabi! … Ya, pada zaman kita sekarang ini, pengetahuan akan Allah Yang Mahakuasa bersinar atas mereka dan memberikan materai kepastian pada ramalan para nabi. Kalian lihat ini benar-benar terjadi, kalian tidak lagi hanya berharap untuk mendengarkannya, dan jika kalian bertanya kapan saat perubahan itu dimulai, untuk semua pertanyaan kalian, kalian tidak akan menerima jawaban lain selain saat munculnya Sang Juruselamat. … Dan siapa yang tidak akan dikejutkan oleh perubahan yang luar biasa, bahwa manusia yang sudah lama menyembah kayu, batu, dan setan-setan, binatang-binatang buas yang diberi makan dengan daging manusia, binatang melata yang beracun, segala jenis binatang, monster yang menjijikan, api dan bumi, dan unsur-unsur yang tak bernyawa di alam semesta, maka setelah kedatangan Sang Juruselamat kita, berdoa kepada Allah Yang Mahatinggi, Pencipta Langit dan Bumi, dan Tuhan para nabi yang sebenarnya, Allah Abraham dan para leluhurnya? (Eusebius dari Caesarea, The Proof of the Gospel, 1.6.20–21)

Bagaimana Anda menjelaskannya? Dan jika kita melihat setiap orang di sekitar kita, mereka masih mengalami pertobatan itu. Para bangsa masih bertobat. Apa yang sedang terjadi di Afrika, di Asia, dan apa yang terjadi di tempat-tempat di mana ada terorisme dan kemartiran orang-orang Kristen, darah para martir adalah benih Gereja. Orang-orang mempertobatkan jutaan orang, puluhan juta menjadi Kristen pada saat ini. Bagaimana Anda menjelaskannya, jika Anda seorang ateis atau agnostik? Apakah hanye kebetulan saja bahwa nabi berkata bahwa bangsa-bangsa di dunia akan menyembah Allah Israel, apakah hanya kebetulan mereka membuang semua berhala dan mulai menyembah Allah Israeltak lama setelah wafat dan Kebangkitan Yesus dari Nazaret. Apakah cuma kebetulan? Saya kira perlu iman yang lebih untuk mempercayainya. Itu lebih dari sebuah mukjizat daripada hanya percaya bahwa Yesus telah mengatakannya, dan bahwa Injil itu benar, bahwa Kristus bukan hanya Mesias tapi Putra Allah yang ilahi. Maka di akhir zaman kita melihat buktinya, ketika kita lihat bukti alkitabiah dan historis, kita masih harus menjawab pertanyaan, “Siapakah Aku ini?”

Sumber: “The Resurrection of Jesus and the Sign of Jonah”

Posted on 9 May 2020, in Kenali Imanmu, Kitab Suci and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: