Advertisements

Yunia, Rasul Wanita Benarkah?

Ikon Andronikus, Athanasius dari Christianoupolis dan Yunia (Sumber: wikipedia.org)

Yunia adalah seorang Kristen pada abad pertama yang namanya tercantum dalam Roma 16:7. Ada pandangan dari para ahli kitab suci Perjanjian Baru bahwa konon Yunia ini seorang wanita dan termasuk dalam bilangan para rasul. Dalam kitab suci bahasa Indonesia tidak akan terlalu kentara karena diterjemahkan menjadi Yunias. Namun dalam beberapa terjemahan bahasa Inggris ini ada beberapa yang menulis “Junia” (King James Version) dan ada yang menulis “Junias” (Revised Standard Version Catholic Edition).

Mengutip tulisan dari Romo Charles Grondin ada beberapa masalah dengan interpretasi perikop ini:

  • Masih diperdebatkan apakah nama Yunia (wanita) atau Yunias (pria). Perbedaannya adalah di mana tanda aksen itu ditempatkan. Manuskrip tertua yang masih ada tidak terdapat tanda aksen. Para ahli umumnya berpegang pada gagasan bahwa nama itu adalah nama wanita, namun yang lainnya berpegang pada sejarah (dan bahkan sampai dengan saat ini) dan berpendapat bahwa nama itu adalah nama pria. Di luar ayat Roma 16:7, Yunia(s) tidak disebutkan dalam Alkitab maupun dalam tulisan-tulisan Gereja perdana.
  • Ayat ini pula diterjemahkan dengan berbagai macam terjemahan sehingga ada perbedaan makna dari anggapan bahwa nama itu adalah seorang rasul:

*King James Version (KJV): “. . . who are of note among the apostles . . .”

*New American Bible (NAB) dan New Revised Standard Version (NRSV): “. . . they are prominent among the apostles . . .”

*English Standard Version (ESV): “They are well known to the apostles . . .”

*New Jerusalem Bible (NJB): “Greetings to those outstanding apostles, Andronicus and Junias, my kinsmen and fellow-prisoners, who were in Christ before me.”

*Douay–Rheims Bible (DRB): “Salute Andronicus and Junias, my kinsmen and fellow prisoners: who are of note among the apostles.”

*Alkitab Terjemahan Baru (TB): “Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku.”

*Alkitab Terjemahan Lama (TL): “Salam kepada Anderonikus dan Yunias, keluargaku dan kawanku di dalam penjara, yang termasyhur di antara rasul-rasul, dan yang juga terlebih dahulu daripada aku beriman kepada Kristus.”

*Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS): “Sampaikan juga salam saya kepada Andronikus dan Yunias. Mereka sesuku bangsa dengan saya dan pernah masuk penjara bersama-sama saya. Sebelum saya percaya kepada Kristus, mereka sudah lebih dahulu percaya. Mereka terkenal di antara para rasul.

Dalam bahasa Inggris lebih jelas perbedaan maknanya, namun saya juga sertakan dalam berbagai terjemahan bahasa Indonesia. Ayat ini telah diterjemahkan oleh beberapa orang sebagai rujukan langsung kepada dua nama yang disebutkan (Andronikus dan Yunias) sebagai anggota para rasul, namun terjemahan lainnya menerjemahkan bahwa kedua nama itu hanya dikenal oleh para rasul. Tidak ada cara yang pasti untuk menerjemahkan atau memahami ayat ini.

  • Sekalipun kita menerima pandangan nama itu sebagai bentuk feminim (ada kemungkinan tetapi tidak pasti) dan juga nama itu mengacu sebagai anggota para rasul (sangat dapat diperdebatkan), kita masih menghadapi kebuntuan dengan kenyataan bahwa istilah rasul tidak selalu berarti mereka ini ditahbiskan sebagaimana yang kita pahami pada saat ini. Makna kata rasul secara sederhananya adalah dia yang diutus. Paulus mencatat bahwa Yesus menampakan diri kepada lima ratus orang (1 Korintus 15:6), mungkin Dia berpesan untuk mewartakan Injil di mana pada saat itu mungkin Yunia hadir. Menurut tradisi, Maria Magdalena yang disebut “Rasul untuk para rasul” [1], namun tak seorang pun yang menggunakan istilah rasul kepada seorang wanita untuk menjadi bagian Dua Belas Rasul.

Terlalu banyak elemen yang masih diperdebatkan dan diperbantahkan untuk menjelaskan apa yang dikatakan St. Paulus pada ayat tersebut. Apa yang kita ketahui di sini selain dari ayat tersebut, yaitu tidak ada referensi bagi seorang wanita untuk memegang jabatan Gereja yang memerlukan tahbisan. Kenyataannya, jika para pendukung gagasan rasul wanita itu benar, maka akan sangat aneh jika satu-satunya rasul wanita ini hilang dari sejarah. Keunikan dirinya akan membuat sesuatu yang berbeda dalam penghormatan kepadanya di antara umat Kristen perdana.

Jika Yunia menjadi petunjuk yang mendukung penahbisan wanita di Gereja perdana, mengapa tidak ada contoh lain yang bisa kita telaah? Dalam Perjanjian Baru kita menemukan teladan-teladan wanita yang berperan penting dalam Gereja perdana, namun tidak seorang pun dari mereka memegang jabatan Gereja yang memerlukan tahbisan.

Arti perikop ini jauh dari kejelasan, dan kesaksian-kesaksian yang luar biasa dari perikop lain dalam Kitab Suci dan Tradisi bertentangan dengan anggapan Yunia sebagai rasul wanita.

Catatan kaki:

[1] Istilah ini disebut pertama kali oleh St. Hippolitus dari Roma (170-235) karena perintah Yesus kepada Maria Magdalena untuk mengumumkan kabar baik kebangkitan-Nya kepada murid-murid yang lain (de Flon, Nancy dan John Vidmar, OP. 2007. The Da Vinci Code & Tradisi Gereja. Yogyakarta: Kanisius)

Referensi: “Was Junia a Female Apostle?”

Advertisements

Posted on 2 March 2019, in Kitab Suci and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: