Apakah Umat Katolik Percaya Penampakan Roh Api Penyucian?

Oleh Adam Blai

Api Penyucian (Sumber: stpaulcenter.com)

[PERHATIAN: Mohon dibaca secara keseluruhan, tanpa memahami dengan sepotong-sepotong]

Posisi agama Katolik sangat jelas tentang keberadaan jiwa yang tetap hidup walaupun tubuh manusia itu mati, yang diadili di hadapan Allah, dan kondisi jiwa itu abadi yang berada di surga atau di neraka. Umat Katolik juga percaya akan Api Penyucian: suatu kondisi sementara bagi jiwa yang sudah melewati pengadilan pribadi namun masih memiiki komponen dosa sementara untuk ditebus sebelum mencapai pandangan yang membahagiakan (beatific vision). Ada tradisi dalam Gereja dalam mempersembahkan Misa dan doa bagi mereka yang sudah meninggal untuk mempercepat penyucian mereka.

Banyak orang kudus yang menuliskan penampakan jiwa yang menampakan diri di hadapan mereka untuk memohonkan doa, silih, atau Misa sebagai ganti rugi atas dosa-dosa mereka. Setelah proses penyucian mereka selesai, para kudus itu sering diizinkan untuk melihat kunjungan terakhir jiwa-jiwa ini ketika mereka diangkat ke surga. Ada banyak buku yang disetujui Gereja yang menggambarkan contoh-contoh jiwa yang memanifestasikan diri kepada orang yang masih hidup untuk memberi tanda kebutuhan mereka akan doa.

Meskipun jiwa-jiwa di api penyucian kadang-kadang diizinkan untuk berbicara kepada para kudus, namun biasanya hal ini tidak terjadi pada kebanyakan orang biasa. Alkitab dengan jelas melarang untuk berbicara kepada orang mati (Ulangan 18:10-13). Melakukan hal ini berarti kehilagan kepercayaan kepada Allah dengan berupaya memintas Allah dan mencari bantuan roh atau perantara yang lebih rendah sebagai sumber penghiburan, bimbingan, atau informasi. Hal ini merupakan pelanggaran perintah pertama dalam Sepuluh Perintah Allah.

Dalam kasus para kudus yang berbicara pada roh-roh itu, mereka tidak memanggil roh-roh itu untuk meminta bimbingan, informasi atau mencari penghiburan bagi mereka. Begitu roh meminta doa, komunikasi dari dua pihak itu berhenti. Hal ini sangat menarik untuk diperhatikan, bahwa dalam kebanyakan kasus komunikasi roh yang melibatkan penyelidik paranormal, hal pertama yang dikatakan roh itu adalah: “Tolong saya.” Sayangnya, kebanyakan orang tidak tahu bagaimana mendoakan orang yang sudah meninggal dan karenanya tidak ada bantuan yang datang. Segala komunikasi di luar hal ini hampir pasti tipuan si iblis.

Beberapa indikasi yang khas bahwa jiwa manusia yang berada di api penyucian mungkin hadir dalam bentuk suara seseorang yang berjalan atau mondar-mandir, bau yang terkait dengan orang itu, mengetuk dinding, dan dalam kasus bunuh diri, ada perasaan berat dan sedih di tempat bunuh diri terjadi. Hampir selalu ada sikap sedikit ucapan dalam kasus jiwa-jiwa ini di luar frasa tunggal “Tolong saya” atau jawaban “Ya” dalam menanggapi pertanyaan “Apakah Anda membutuhkan doa?” Jiwa-jiwa api penyucian sadar akan larangan Allah untuk mencari informasi dari orang yang sudah meninggal (lihat Ulangan 18:9-14, Imamat 19:31 dan 20:6, Yesaya 8:19, dan sebagainya) dan dengan demikian jiwa-jiwa  api penyucian ini tidak akan pernah menarik orang-orang yang hidup pada dosa berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal di luar kebutuhan doa dan Misa.

Jenis kasus yang paling umum roh manusia yang menampakkan diri adalah jiwa orang-orang yang bunuh diri dan juga korban pembunuhan. Jiwa-jiwa ini biasanya membuat perasaan yang kuat dan dampak kesedihan, depresi, rasa tidak nyaman berada di tempat kematian mereka. Mereka bisa menyebabkan beberapa macam manifestasi, seperti mengetuk atau membanting yang terjadi pada saat kematian mereka atau ketika mereka dibicarakan. Seseorang harus berhati-hati karena iblis bisa mengambil keuntungan dari peristiwa bunuh diri atau pembunuhan dan berpura-pura menjadi korban di lokasi tersebut. Dan juga, iblis yang memberikan perasaan yang meyakinkan seseorang bahwa peristiwa bunuh diri atau pembunuhan masih berada di tempat itu. Jenis-jenis roh manusia lainnya yang menampakkan diri umum terjadi di gereja-gereja dan rumah keagamaan seperti pastoran atau biara.

Dalam banyak kasus di mana orang-orang terlibat dalam penyelidikan paranormal, tanda-tanda dari jiwa api penyucian dan setan keduanya hadir. Hal ini terjadi karena iblis tertarik ke tempat-tempat di mana orang berusaha berkomunikasi dengan roh. Dengan mencari pengetahuan gaib dari roh (okultisme), seseorang memberikan izin bagi si iblis untuk memanifestasikan dan menanggapi. Dalam situasi ini seringkali ada komunikasi awal, yang intinya mengatakan “Tolong saya” yang diikuti dengan jeda dan kemudian beberapa komunikasi yang manipulatif dan mendalam. Dalam situasi ini, iblis mengambil kesempatan dari pintu yang sudah terbuka. Orang-orang biasanya akan menggambarkan tanda-tanda awal yang tidak merusak dan upaya orang-orang itu untuk berdialog dengan roh yang diikuti dengan peningkatan sesuatu yang bersifat negatif dan kekerasan yang membuat mereka memanggil Gereja untuk meminta bantuan.

Jika sebuah kasus yang tampaknya adalah roh manusia yang menampakkan diri, pertolongan yang biasa digunakan adalah Misa atau mendoakan Ofisi untuk Orang Mati di lokasi tersebut. Dan tampaknya hal yang paling efektif adalah mengucapkan Misa di tempat orang itu meninggal, namun hal ini tidak diperlukan. Bagian singkat dalam Offisi untuk Orang Mati sudah digunakan dan dalam banyak kasus cara ini berhasil.Dan doa-doa itu perlu diucapkan dengan amal dan kasih. Mungkin doa tambahan lain perlu dipersembahkan juga.

Adam Blai adalah seorang ahli dalam bidang demonologi agama dan eksorsisme untuk Keuskupan Pittsburgh. Ia merupakan anggota pembantu dari Asosiasi Eksorsis Internasional di Roma selama beberapa tahun. Blai adalah penulis buku “Hauntings, Possessions, dan Exorcisms,” sebuah buku panduan lapangan untuk pertahanan melawan gangguan iblis.

Sumber: “Do Catholics Believe in Ghosts?: Church Teaching on Purgatory”

Posted on 7 August 2020, in Kenali Imanmu and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: