Blog Archives
Santa Agatha Yi Kan-nan
Agatha Yi (1813-1846) adalah salah seorang dari empat wanita yang ditangkap di rumah Karolus Hyon pada tanggal 10 Juli 1846. Agatha lahir dari orang tua pagan pada tahun 1813. Pada usia 18 tahun, dia menikah namun suaminya meninggal dua tahun kemudian. Read the rest of this entry
Santa Teresia Kim Im-i
Teresia Kim (1811-1846) adalah salah seorang dari wanita-wanita saleh yang ditangkap pada tanggal 10 Juli 1846, di rumah Karolus Hyon. Teresia lahir pada tahun 1811 di Seoul di sebuah keluarga Katolik. Sejak muda, dia sangat suka membaca kisah para kudus dan meniru kebajikan mereka. Ketika dia berusia 17 tahun, dia memutuskan untuk tetap perawan. Dia tidak memikirkan hal lain selain mencintai Allah dan melayani orang-orang di sekitarnya, terutama mereka yang berduka. Dia juga sudah biasa untuk merawat orang-orang yang sekarat. Read the rest of this entry
Santo Yosef Im Chi-baeg
Yosef Im Chi-baeg (1804-1846) adalah seorang pagan sampai pada hari dia ditangkap. Dia lahir di sebuah desa kecil di dekat sungai Han, tidak jauh dari Seoul. Ketika Yosef masih muda, ibunya meninggal, dan ayahnya begitu mencintainya. Yosef tumbuh menjadi seorang anak yang baik. Read the rest of this entry
Santa Susanna U Sur-im
Susanna U (????-1846) adalah seorang putri dari sebuah keluarga bangsawan pagan di Yungju di Provinsi Kyonggi. Pada usia 15 tahun, dia menikah dengan seorang pria dari keluarga Katolik di Inch’on, dan kemudian dia menjadi Katolik. Read the rest of this entry
Santo Laurensius Han I-hyong
Laurensius Han I-hyong (????-1846) lahir di sebuah keluarga bangsawan di Doksan di Provinsi Ch’ungch’ong. Dia memiliki karakter yang kuat dan semangat pengorbanan diri. Dia belajar katekismus ketika dia berusia 14 tahun. Beberapa minggu kemudian, Laurensius menjadi seorang Katolik yang taat. Dia menghabiskan waktu berjam-jam di depan salib sambil merenung dan menyesali dosa-dosa masa lalunya. Setiap hari Minggu dan hari-hari raya wajib dia pergi ke kapel misi sejauh empat kilometer untuk berdoa, walaupun cuaca buruk sekalipun. Selama Masa Prapaskah dia berpuasa setiap hari. Ketika dia berusia 21 tahun, dia menikah dengan seorang wanita Katolik dan tinggal di sebuah desa terpencil di dekat Yangji. Read the rest of this entry
Santo Petrus Nam Kyong-mun
Petrus Nam Kyong-mun (1796-1846) lahir di Seoul pada tahun 1796. Ketika dia masih muda, dia adalah seorang tentara, dan kemudian dia bekerja sebagai penjual kerang asin. Petrus menikah dengan Barbara Ho ketika dia berusia 22 tahun. Dia dipertobatkan oleh Petrus Pak dan dibaptis. Read the rest of this entry
Santo Karolus Hyon Song-mun
Karolus Hyon Song-mun (1799-1846) dipenggal tiga hari setelah eksekusi Pastor Andreas Kim. Karolus adalah salah seorang yang memperkenalkan Uskup Imbert ke Korea dan membantu Pastor Chastan berkeliling dalam berbagai kunjungan misi. Read the rest of this entry
Santo Antonius Kim Song-u
Antonius Kim Song-u (1794-1841) lahir pada tahun 1794 dan tinggal di Kusan di Provinsi Kyonggi. Dia seorang yang jujur dan murah hati dan juga dikenal karena dia kaya. Berdasarkan seorang saksi, Antonius adalah seorang yang berkepribadian yang hangat dan murah hati dan dia dihormati orang-orang bahkan oleh orang-orang non-Katolik. Cucu buyutnya, seperti kakeknya, yang kemudian sangat dihormati di kampung halaman mereka. Read the rest of this entry
Santa Barbara Choe Yong-i
Barbara Choe Yong-i (1819-1840) adalah putri dari Magdalena Son So-byog, salah satu dari 103 Santo-santa Martir. Barbara seorang yang sangat taat sejak dia masih gadis muda. Ketika kedua orang tuanya berusaha merancang perkawinannya, dia berkata pasangan yang dia inginkan adalah seorang Katolik yang sangat taat. Dia berkata bahwa dia tidak terlalu peduli pada suami yang bangsawan ataupun kaya. Sehingga dia menikah dengan pria yang jauh lebih tua yaitu dengan Karolus Cho yang berusia 44 tahun. Pada saat itu Barbara berusia 20 tahun. Pada tahun berikutnya, dia melahirkan seorang putra. Pasangan itu saling menguatkan dalam kebajikan dan menjalankan agama mereka dengan setia. Read the rest of this entry
Santo Yohanes Yi Mun-u
Yohanes Yi Mun-u (1810-1840) lahir di Ichon di Provinsi Kyonggi di sebuah keluarga bangsawan Katolik. Ketika dia berusia lima tahun, kedua orang tuanya meninggal. Seorang wanita Katolik yang sangat saleh mengadopsi dia dan membawa dia ke Seoul. Yohanes tidak ingin menikah, namun ibu angkatnya bersikeras supaya dia menikah. Setelah istri dan kedua anak Yohanes meninggal, dia menjalani kehidupan seorang diri dan membaktikan dirinya untuk kegiatan amal dan membantu para misionaris dan umat Katolik. Yohanes menemani Pastor Maubant dalam kunjungan-kunjungan misinya. Selama penganiayaan tahun 1839, Yohanes mengumpulkan barang-barang untuk membantu umat Katolik yang dipenjarakan. Dia mempertaruhkan nyawanya untuk menjaga para misionaris tetap tersembunyi di pegunungan dan memberitahu mereka tentang apa yang sedang terjadi. Dia juga mempertaruhkan nyawanya untuk memakamkan jenazah Uskup Imbert, Pastor Maubant dan Pastor Chastan. Kemudian dia merencanakan untuk melarikan diri ke daerah terpencil. Read the rest of this entry












Belajar juga dari Perempuan Samaria yang telah belajar pada Tuhan Yesus, tentang Air Hidup dan Penyembahan kepada Bapa di dalam…