Advertisements

Santo Karolus Hyon Song-mun

Santo Karolus Hyon Song-mun (Sumber: cbck.or.kr)

Karolus Hyon Song-mun (1799-1846) dipenggal tiga hari setelah eksekusi Pastor Andreas Kim. Karolus adalah salah seorang yang memperkenalkan Uskup Imbert ke Korea dan membantu Pastor Chastan berkeliling dalam berbagai kunjungan misi.

Dia lahir di Seoul pada tahun 1799. Ayahnya menjadi mertir pada tahun 1801 dan istri dan anaknya meninggal di penjara pada tahun 1839. Kakak perempuannya yaitu Benedikta Hyon juga menjadi martir sebelumnya. Karolus mengabdikan seluruh hidupnya untuk membantu pada misionaris dan umat Katolik. Dokumen Tahta Suci memuji dia demikian, “Kontribusinya begitu banyak, dan dia memiliki kebajikan yang tinggi dan kepribadiannya yang hangat, lembut, dan sederhana.”

Pada tahun 1838, ketika penganiayaan dimulai, Karolus ingin menyerahkan dirinya kepada aparat pemerintah untuk menjadi saksi imannya, namun para misionaris menghentikan dia untuk melakukannya dan diminta supaya dia tetap hidup untuk memelihara umat Katolik. Sebelum Uskup Imbert menjadi martir, beliau mempercayakan Gereja Korea kepada Karolus. Bukti ini menunjukkan betapa tinggi Uskup Imbert dan orang-orang Katolik menghargainya. Karolus menguatkan umat yang baru menjadi Katolik dan pergi mengunjungi berbagai tempat misi kunjungan untuk mengumpulkan barang-barang untuk orang miskin dan memelihara kehidupan spiritual umat.

Ketika penganiayaan selesai, dia menyunting kisah singkat para martir (Catatan Harian Kihae) untuk disebarkan di antara umat Katolik. Dia sering mengirimkan utusan ke Peking untuk berhubungan dengan para misionaris. Dia menemani Pastor Andreas Kim dalam pelayaran yang penuh badai ke Shanghai dalam perahu kayu kecil. Setelah dia kembali ke Seoul, dia mengambil risiko yang berbahaya dengan mendaftarkan rumah Pastor Kim atas namanya. Ketika Karolus mendengar penangkapan Pastor Kim, dia memindahkan semua uang dan harta gereja ke sebuah rumah yang baru dia beli.

Beberapa hari kemudian, polisi dengan mudahnya menangkap Karolus di rumah barunya. Buruh pengangkut barang yang membawa barang bawaan milik Karolus membuka jalan bagi mereka. Ketika para penangkap menyerbu rumah itu, mereka menemukan Teresia Kim, Agatha Yi, Katarina Chong, Susanna U dan beberapa wanita lainnya. Pada waktu itu tanggal 10 Juli 1846. Mereka semua ditangkap bersama-sama. Di penjara, Karolus menguatkan sesama para tahanan.

Ada yang mengatakan bahwa Karolus disiksa dengan kejam, dan yang lainnya berkata dia bebas dari siksaan. Bagaimanapun juga, dia dijatuhi hukuman penggal. Berdasarkan catatan pemerintahan (Hyonjong-shilok), Hyo Song-mun dijatuhi hukuman penggal pada tanggal 19 September 1846 (20 Julo berdasarkan kalender Lunar). Catatan pemerintahan lainnya (Catatan Harian Sungjongwon) menunjukkan hal yang sama.

Karolus dipenggal di Saenamt’o pada tanggal 19 September 1846 dan dia meninggal dengan damai dan berani berdasarkan kesaksian Katarina Kim. Dia berusia 50 tahun ketika dia menjadi martir.

Sumber: cbck.or.kr

Advertisements

Posted on February 21, 2018, in Orang Kudus and tagged , , . Bookmark the permalink. 6 Comments.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: