Advertisements

Beato Yohanes Yi Jeong-sik

Beato Yohanes Yi Jeong-­sik (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beato Yohanes Yi Jeong-­sik (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun lahir: 1795
  • Tempat Lahir: Dongrae, Gyeongsang-do
  • Gender: Pria
  • Posisi/Status: Katekis, Petugas militer
  • Usia: 74 tahun
  • Tanggal Kemartiran: September 1868
  • Tempat Kemartiran: Pusan
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Yohanes Yi Jeong-sik tinggal di wilayah luar Pintu Gerbang Utara di Dongnae di Gyeongsang-do. Ketika dia masih muda, dia lulus ujian dinas militer dan dia menjadi seorang perwira. Dia mengajarkan memanah kepada banyak orang. Ketika dia berusia 59 tahun, dia mempelajari Katekismus dan kemudian dia menjadi seorang Katolik. Dia memulangkan selirnya dan berusaha untuk hidup sebagai seorang Katolik yang saleh.

Yohanes Yi memperkenalkan anggota keluarganya kepada Gereja. Dia mengabdikan dirinya untuk mempelajari ajaran Gereja. Dia menghindari pakaian yang mewah dan berusaha untuk hidup sederhana, dan juga dia memperhatikan orang yang miskin dan sakit. Dia mewartakan Injil kepada orang yang bukan umat beriman. Dia juga menyediakan sebuah ruangan kecil dengan sebuah salib yang digantung di dinding, untuk tempat berdoa dan mempelajari ajaran Gereja.

Tak lama setelah dia menjadi seorang Katolik, karena semangat pengabdian kepada agamanya, Yohanes Yi ditunjuk sebagai seorang katekis. Dia memenuhi kewajibannya dengan setia. Ketika Penganiayaan Byeongin terjadi pada tahun 1866, dia berlindung bersama keluarganya di Gyeongju dan Gijang. Kemudian dia pergi ke Desa Kristen Subakgol di Ulsan dan dia tinggal bersama umat beriman.

Pada tahun 1868, nama Yohanes Yi diketahui oleh pihak berwenang di Dongnae ketika interogasi terhadap umat beriman lainnya. Polisi Dongnae memulai mencari dia di tempat dia tinggal. Ketika mereka menemukannya, mereka menangkap dia bersama dengan seluruh umat Katolik di Desa Kristen Subakgol. Ketika mendengar bahwa Yohanes Yi ditangkap, putranya Fransiskus Yi Gwan-bok dan juga keponakannya Petrus Yi Sam-geun menyerahkan diri kepada polisi.

Tak lama kemudian, Yohanes Yi dibawa ke Dongnae, di mana dia bertemu dengan anak baptisnya Martinus Yang Jae-hyeon. Mereka saling menghibur dan membuat keputusan yang tegas untuk setia kepada agama mereka. Sejak diketahui bahwa dia adalah seorang pemimpin agama Katolik, Yohanes Yi menegaskannya bahwa dia adalah seorang Katolik ketika dilakukan interogasi. Dia juga mengakui bahwa dia mengajarkan Katekismus kepada banyak orang. Dia tidak pernah mengungkapkan keberadaan umat beriman lainnya. Mereka menyiksa dia untuk memaksa dia supaya dia menyangkal imannya kepada Tuhan, namun dia tetap setia.

Yohanes Yi dan teman-temannya menjalani interogasi dan siksaan berat selama empat puluh tujuh hari di penjara. Tak seorangpun dibebaskan karena mereka tidak akan menyangkal agama mereka.

Kepala petugas Dongnae memutuskan untuk menjatuhi mereka dengan hukuman mati, dan dia mengirimkan mereka ke ‘Jangdae’ di mana Pusat Komando Militer berada. Prajurit yang bertanggung jawab untuk melakukan eksekusi tidak bersedia untuk membunuh seorang ayah dan seorang anak pada hari yang sama, namun kepala petugas memerintahkan agar mereka dibunuh pada waktu yang sama. Yohanes Yi mengucapkan dia Angelus (Malaikat Tuhan) dan membuat tanda salib sebelum dia dipenggal dan meninggal sebagai martir. Pada saat itu, musim panas tahun 1868. Yohanes Yi pada saat itu berusia 74 tahun. Keluarganya mengambil jenazah Yohanes Yi dan putranya Fransiskus dan memakamkan mereka di dekat tempat eksekusi.

Sumber: koreanmartyrs.or.kr

Advertisements

Posted on June 8, 2015, in Orang Kudus and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: