Advertisements

Hari Puasa & Pantang dan Masa Prapaskah

40 Hari Prapaskah (Sumber: www.catholicsistas.com/)

40 Hari Prapaskah (Sumber: http://www.catholicsistas.com/)

Terima kasih kepada RD. Yohanes Istimoer Bayu Ajie yang telah memberikan penjelasan mengenai hal ini sehingga semuanya menjadi jelas. (Di-update tanggal 9 Maret 2019)

Masa Prapaskah adalah masa pertobatan dalam menyambut Paskah Tuhan kita Yesus Kristus. Pada masa prapaskah ini umat Katolik mengisi kegiatannya dengan berdoa, puasa (dan pantang) dan amal kasih. Masa Prapaskah ini kita memperingati 40 hari Tuhan Yesus berpuasa di padang gurun dan dicobai iblis dan juga masa pengembaraan umat Israel di padang gurun setelah keluar dari tanah Mesir. Kebanyakan dari kita menghitung Masa Prapaskah dari Rabu Abu sampai Sabtu Suci. Dan muncul angka 46 hari. Kok bisa begitu?

Ternyata perhitungan hari pantang dan puasa dan Masa Prapaskah itu berbeda, namun keduanya berjumlah 40 hari [1]. Unik kan?

Masa Prapaskah

Dasar perhitungan Masa Prapaskah bukan dimulai dari Rabu Abu. Masa Prapaskah dimulai pada Minggu Prapaskah I dan berakhir pada Kamis Putih (sore) sehingga Masa Prapaskah sendiri selama 40 hari. Hal ini sesuai dengan dokumen gereja yang bernama “Perayaan Paskah dan Persiapannya” (LItterae Circulares De Festis Paschalibus Praeparandis et Celebrandis / Circular Letter Concerning the Preparation and Celebration of the Easter Feasts) yang dikeluarkan oleh Kongregasi Ibadat Ilahi (Congregatio de Cultu Divino) pada tanggal 16 Januari 1988[2]. Kita lihat dokumen tersebut pada nomor 23 untuk melihat dasar permulaan Masa Prapaskah:

Hari Minggu Prapaskah I adalah permulaan Masa suci terhormat 40 hari. Dalam Perayaan Ekaristi Minggu ini dapat diungkapkan misalnya dengan prosesi masuk yang diiringi nyanyian Litani Para Kudus. Uskup harus mengadakan perayaan para pendaftaran para pelamar dalam gereja katedral atau juga dalam gereja lain, sesuai dengan kebutuhan pastoral. [3]

Setelah itu kita lihat di dokumen yang sama pada nomor 27:

Selama Pekan Suci, Gereja merayakan misteri keselamatan yang diselesaikan oleh Kristus pada akhir hidup-Nya di dunia, diawali dengan perjalanan mesianis-Nya memasuki kota Yerusalem.

Masa Prapaskah berakhir sampai dengan hari Kamis pada pekan ini. Trihari Suci Paskah dimulai dengan Misa petang Perjamuan Tuhan, dilanjutkan sampai Jumat Agung dengan perayaan sengsara Tuhan dan Sabtu Suci, untuk mencapai puncaknya pada Malam Paskah, dan diakhiri dengan ibadat petang (Vesper) pada Minggu Paskah. [4]

Sebagaimana yang dijelaskan dalam Katekese Liturgi Romo Bayu, hal serupa disampaikan oleh Romo Joseph Previtali pada homilinya pada Minggu Prapaskah I. Romo Joseph Previtalli mengatakan tentang istilah “Minggu Invocabit” yang merupakan permulaan Masa Suci Quadragesima yang kita sebut sebagai Masa Prapaskah [5]. Istilah quadragesima ini memiliki arti empat puluh.

Sampai di sini maka jelaslah Masa Prapaskah tepat 40 hari.

Masa pantang dan puasa

Hari Puasa dan pantang tidak menghitung hari Minggu. Dalam Masa Prapaskah terdapat enam hari Minggu, dengan rincian 5 hari Minggu dalam Minggu Prapaskah I sampai Minggu Prapaskah V dan satu hari Minggu Palma. Alasannya, hari Minggu tidak dihitung sebagai masa pantang dan puasa karena semua hari Minggu memperingati kebangkitan Kristus. Jadi pada hari Minggu ini tidak diperbolehkan untuk berpuasa dan melakukan tindakan silih termasuk pada Masa Prapaskah.

Maka jika menghitung hari puasa dan pantang dari Masa Prapaskah, maka 40 hari dikurangi enam hari minggu menjadi 34 hari. Hari pantang dan puasa ini ditambah dengan Rabu Abu, Jumat Agung dan Sabtu Suci maka menjadi 37 hari. Tiga hari lainnya diperoleh dari hari Kamis, Jumat, Sabtu setelah Rabu Abu. Maka menjadi genap bahwa masa puasa dan pantang menjadi 40 hari.

Sekilas Bacaan Rabu Abu dan Minggu I Quadragesima

Jika kita memperhatikan bacaan Injil pada permulaan hari puasa dan pantang (Rabu Abu) dan permulaan Masa Prapaskah pada Minggu Prapaskah I. Maka ada sedikit petunjuk. Mari kita lihat:

Bacaan Injil Rabu Abu: Matius 6:1-6,16-18 yang memberikan pengajaran tentang beramal, berdoa, dan berpuasa.

Bacaan Injil Minggu Prapaskah I: Matius 4:1-11 (Tahun Liturgi A), Markus 1:12-15 (Tahun Liturgi B), dan Lukas 4:1-13 (Tahun Liturgi C). Semuanya mengisahkan Tuhan Yesus berpuasa di padang gurun selama 40 hari.

Maka jelaslah pula tentang quadragesima (empat puluh hari), pertama kali diucapkan pada Minggu Prapaskah I bukan pada Rabu Abu.

Kesimpulan

Perhitungan 40 hari dalam Masa Prapaskah menyertakan hari Minggu, sedangkan perhitungan 40 hari puasa dan pantang mengecualikan hari Minggu[6]. Silakan melihat gambar di bawah ini. Sungguh indah kan?

Catatan kaki:

    1. Mengurai Kusut Prapaskah oleh RD Yohanes Istimoer Bayu Ajie
    2. Circular Letter Concerning the Preparation and Celebration of the Easter Feast
    3. Perayaan Paskah dan Persiapannya oleh Page Gereja Katolik di Facebook
    4. Circular Letter Concerning the Preparation and Celebration of the Easter Feast
    5. Invocabit Sunday: Temptation – What is it and how do we resist it?
    6. Mengurai Kusut Prapaskah oleh RD Yohanes Istimoer Bayu Ajie
Advertisements

Posted on March 18, 2016, in Kenali Imanmu and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: