Advertisements

6 Alasan Untuk Menjadi Seorang Imam

Oleh Tom Hoopes

Roman Collar (Sumber: pxhere.com dan aleteia.org)

Tepat sekali untuk memanggil mereka pahlawan

Sama seperti ayahnya, anak sulung saya masuk seminari, dan juga sama seperti saya juga, dia tidak menetap lagi di sana. Saya berharap anak-anak saya yang lain juga mencoba ke seminari, dan saya berdoa seseorang terpanggil menjadi seorang imam.

Inilah alasan-alasan yang saya pikir mereka harus menerima panggilan itu:

  • Jadilah imam karena dunia membutuhkan pahlawan

Saya memperhatikan sesuatu hal ketika upacara pemberian ijazah pada tahun ini di Kolese Benediktin di Kansas, tempat saya bekerja. Tepuk tangan yang paling keras dan panjang pada pagi itu diberikan kepada mereka yang melayani negara di militer dan mereka yang memasuki kehidupan religius.

Kata Yesus, “Tidak ada kasih yang lebh besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Tentara melakukannya dengan menempatkan diri mereka sendiri ke dalam marabahaya kematian yang kejam bagi kita.

Imam dan kaum religius melakukannya ketika mereka mempersembahkan hidupnya ke dalam kemartiran yang lambat laun dalam kehidupan pelayanan.

Tepat sekali untuk memanggil mereka pahlawan.

  • Jadilah imam karena tanpa imam, kita tidak memiliki akses kepada Kristus

Sebelum naik ke Surga, Kristus berkata, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Dia menepati janji-Nya dengan cara yang menakjubkan yaitu Ekaristi. Hosti Ekaristi bukan lagi roti, tetapi Kristus sendiri, Dia benar-benar hadir.

Inilah gunanya seorang imam yaitu untuk menghadirkan Ekaristi kepada kita – dan mempersiapkan kita untuk Ekaristi melalui Sakramen Baptis dan Sakramen Penguatan, membawakan kekuatan penyembuhan kepada kita dalam Sakramen Pengurapan Orang Sakit, menciptakan perkawinan-perkawinan yang tangguh untuk diterima jiwa-jiwa, dan menyediakan pengakuan dosa supaya kita menerima kebersihan.

  • Jadilah imam untuk mengampuni dosa

Pentingnya pengakuan dosa sulit untuk dilebih-lebihkan. Itulah satu-satunya sakramen yang Tuhan Yesus dirikan setelah Kebangkitan, ketika Dia mengembusi Para Rasul dan berkata, “Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni.”

Pengakuan dosa adalah bahasan yang terus menerus ditekankan sebelumnya oleh St. Yohanes Paulus II dan Paus Fransiskus seringkali menyerukan hal yang sama.
Pada tahun 2013, beliau berkata, “Saya mengaku dosa dua minggu sekali.”
Pada tahun 2014, beliau mengaku dosa di depan kamera untuk memberikan maksud, “Jangan takut mengaku dosa!”
Pada tahun 2018, atas inisiatifnya mengadakan pengakuan dosa 24 jam menjadi suatu “perhatian di seluruh dunia.”

Yesus berkata, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?”
Dalam pengakuan dosa, seorang imam memberikan karunia yang terindah yang pernah ada, lebih berharga dari seluruh dunia, yaitu dia memulihkan jiwa para peniten.

  • Jadilah imam untuk menjadi ikon hidup Kristus

Kehadiran nyata Kristus dalam Ekaristi sangat penting, namun Yesus Kristus tidak datang hanya dengan Kehadiran-Nya. Dia datang sebagai seorang manusia. Begitulah cara inkarnasi bekerja. “Seluruh kehidupan Kristus adalah ajaran yang berkesinambungan,” St. Yohanes Paulus II berkata, “sikap diam-Nya, mukjizat-Nya, gerak tubuh-Nya, doa-Nya, kasih-Nya untuk manusia, dan perhatian-Nya yang khusus untuk orang-orang kecil dan miskin.”

Yesus Kristus adalah manusia yang memiliki wajah (rupa). Hati manusia masih butuh melihat seorang manusia (pria) yang bertindak dengan cara seperti Kristus untuk memahami sepenuhnya pesan Kristus. Kita butuh seseorang yang “bertindak dalam pribadi Kristus.” Kita membutuhkan imam.

  • Jadilah imam karena dunia membutuhkan para bapak

Dalam buku terbarunya yaitu “Bapa Kami,” Paus Fransiskus berbicara tentang “masyarakat tanpa bapak” yang berkata bahwa “khususnya dalam budaya Barat, figur seorang bapak secara simbolis dipandang tidak ada, menghilang, dan tersingkirkan.

“Hal-hal berubah dari satu titik ekstrim ke titik lainnya.” Kata beliau. “Masalah di zaman ini tampaknya bukan lagi kehadiran bapak yang bersifat mengganggu, namun lebih dari itu … sikap pengabaian mereka.” Para bapak kadangkali begitu fokus dengan diri mereka sendiri dalam pekerjaan mereka, dan kadang-kadang dalam pemenuhan kebutuhan dirinya sendiri sehingga mereka melupakan keluarga mereka.”

Tanpa para bapak, meskipun orang-orang muda “dipenuhi dengan para idola, namun hati mereka itu dicuri; mereka hanyut dalam mimpi dunia hiburan dan kesenangan namun tidak diberikan pekerjaan, mereka ditipu oleh berhala uang dan merasa ditolak oleh kekayaan yang nyata.”

Seorang imam memang tidak dapat mengambil peran seorang bapak di rumah. Seorang imam bukanlah seorang bapak. Namun para imam adalah bapak sejati. Mereka yang memimpin peristiwa-peristiwa penting dalam hidup kita. Mereka sosok pria untuk menjadi model diri kita di kemudian hari. Mereka hadir dengan kita di ruangan kecil, untuk mendengarkan masalah kita, memberikan nasihat dan memberikan absolusi (pembebasan).

  • Jadilah imam untuk memperluas keluarga Anda

Terakhir, Yesus memberikan para rasul alasan yang luar biasa untuk meninggalkan keluarga mereka untuk mengikuti-Nya.

“Sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang,” kata-Nya.

Para imam berkata bahwa satu hal yang paling sulit dalam menjadi imam adalah dipindahkan dari satu paroki ke paroki lainnya. Rasanya seperti dicabut sampai ke akar-akarnya dari keluarga Anda.

Namun ikatan Anda dalam Kristus bertahan selamanya.

Sumber: 6 Reasons to be a priest

Advertisements

Posted on June 22, 2018, in Panggilan and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: