Advertisements

Dimuliakanlah Nama-Mu dalam Doa Bapa Kami

Oleh Scott Hahn

The Creation of Adam (Sumber: stpaulcenter.com)

Setiap kali kita berdoa Bapa Kami, kita mengakui nama Allah sebagai yang dimuliakan (Matius 6:9 secara khusus Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini dan Alkitab Terjemahan Lama) yaitu yang kudus atau disucikan. Namun bagaimana kita memaknainya? Dan apakah kita memahami apa yang Yesus maksud?

Banyak orang akan mengaitkan kata kudus dengan hal-hal yang trensenden, menurut Rudolf Otto seorang teolog Protestan abad ke-20, yang kudus itu adalah “hal yang sepenuhnya lain.” Yang kudus itu adalah sesuatu yang sama sekali berbeda dengan apa yang kita alami dalam kehidupan kita sehari-hari. “Kudus, kudus, kudus” adalah seruan para malaikat dalam kehadiran Kuasa dan Misteri yang membangkitkan rasa takut dan takjub (Yesaya 6:2-3, Wahyu 4:8).

Beberapa ahli Kitab Suci berpendapat bahwa ketika para penulis Kitab Suci memanggil nama Tuhan, mereka dengan sadar menghindari bahasa apapun yang mungkin menunjukkan kedekatan, daripada memanggil Pribadi Tuhan sendiri. Para ahli itu menunjukkan ketika pemazmur berkata, “Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi (Mazmur 124:8)” daripada hanya mengatakan, “Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN.” Di disinilah, mereka percaya bahwa Daud secara verbal membuat jarak antara dirinya sendiri dengan Allah yang trensenden.

Dengan sendirinya gagasan itu separuhnya benar. Allah itu trensenden, berkuasa, misterius, dan disegani. Allah kita adalah Allah yang sangat mengagumkan. Ketika kita menyebut nama-Nya sebagai “dimuliakan,” kita berbuat lebih banyak daripada sekadar merasa kagum atau menyatakan keadaan yang adikodrati. Ini bukanlah praktik yang bertentangan dengan pernyataan para ilmuwan tentang milyaran tahun cahaya.

Gagasan Yesus tentang kekudusan hampir menjadi hal yang berlawanan dengan gagasan Rudolf Otto. Teolog itu melihat kekudusan itu diukur dengan kekaguman atau dengan sikap segan yang dirasakan oleh mereka yang mengimaninya. Namun, Yesus melihat kekudusan sebagai sesuatu yang dimiliki Allah sejak segala masa, sebelum penciptaan, dan bahkan sebelum ada satu malaikatpun atau umat manusia yang merasa kagum akan Yang Mahakuasa.

Bukannya Yesus menganggap bahwa Allah itu kurang misterius atau berkuasa, namun misteri dan kekuasaan Allah tidak menjadikan-Nya kudus. “Kudus” adalah nama-Nya yaitu hakikat dari identitas-Nya tidak tergantung apakah kita ini ada untuk merasakan keagungan-Nya.

Selain itu, apa yang membuat Allah itu kudus bukan dimaksudkan untuk menjauhkan Allah dari kita, melainkan untuk membuat kita dekat dengan Allah dalam keiintiman.

Berkat atau kutuk? Dalam bahasa Ibrani kata untuk kekudusan adalah “kiddushin” yang juga memiliki arti perkawinan. Ketika sesuatu itu kudus, maka akan dikonsekrasikan, dipisahkan dari segala sesuatu yang lain, inilah yang dimaksud trensenden. Dipisahkan bukan untuk diisolasi, namun untuk tujuan pribadi dan antarpribadi, bukan untuk dijauhkan tetapi untuk lebih dekat lagi.

Dalam dunia zaman kuno, konsekarasi ini diperoleh melalui perjanjian. Lebih dari sekadar kontrak, lebih dari sekadar persetujuan, perjanjian ini menciptakan suatu ikatan kekeluargaan antara pribadi-pribadi atau antara bangsa-bangsa. Perkawinan mengambil bentuk sumpah perjanjian, begitu pula dengan pengadopsian seorang anak atau memberi nama kepada bayi yang baru lahir. Hubungan-hubungan kekeluargaan yang baru ini memberikan mereka hak dan kewajiban tertentu. Pihak-pihak dari suatu perjanjian memanggil nama Allah ketika mereka bersumpah untuk memenuhi tanggung jawab mereka. Jika mereka gagal, mereka akan menerima hukuman yang benar-benar serius, karena mereka telah menempatkan diri mereka di bawah penghakiman Allah. Dengan memasuki hubungan perjanjian, pada dasarnya mereka meminta berkat atau kutuk (Ulangan 11:26). Jika mereka setia, mereka akan menerima berkat Allah. Jika mereka tidak setia, mereka akan menerima kutukan bagi mereka sendiri.

Nama Allah sendiri dijadikan sumpah. Memohon pada-Nya berarti memanggil-Nya dan menempatkan diri seseorang di bawah penghakiman-Nya. Nama Allah adalah kekuatan di balik perjanjian.

Maka nama Allah merupakan identitas dari perjanjian-Nya sendiri, identitas pribadi-Nya. Itulah yang membuktikan hubungan pribadi kita dengan Allah. Ketika kita memanggil nama “Bapa Kami!” maka Allah menanggapinya sebagai seorang Bapa dan kita menerima pertolongan-Nya. Kita juga membawa diri kita dalam penghakiman-Nya, namun penghakiman itu adalah suatu berkat bagi mereka yang berharap kepada pertolongan-Nya.

Ketika Yesus mengajarkan kita untuk berdoa, “Dimuliakanlah nama-Mu” (Matius 6:9), Yesus menunjukkan kepada kita bahwa nama Allah itu dikonsekrasikan. Nama yang kudus. Nama Allah itu tidak hanya trensenden dan misterius, namun juga intim dan pribadi dan antar pribadi. Inilah dasar dari perjanjian.

Inilah fakta yang menakjubkan, bahkan lebih menakjubkan lagi ketika kita menganggap Allah itu mengagumkan dan trensenden. Dialah segalanya, namun Dia juga adalah milik kita. Dialah Bapa kami!

 

 

Dr. Scott Hahn adalah Pendiri dan Presiden dari St. Paul Center. Dia seorang penulis lebih dari empat puluh judul buku. Bukunya yang berjudul “Understanding “Our Father”: Biblical Reflections on the Lord’s Prayer” adalah salah satu dari karya-karyanya yang paling populer, yang selangkah demi selangkah menjelaskan doa yang memilki kuasa namun sering kita doakan begitu saja.

Sumber: Understanding “Hallowed Be Thy Name”

Advertisements

Posted on 14 May 2019, in Kenali Imanmu and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: