Advertisements

Arti Tengkorak di bawah Salib Yesus

Oleh Evan H. Harrington

Tengkorak di bawah Salib Foto oleh Darren and Brad (Sumber: flickr.com dan aleteia.org)

Pengantar

Gereja Katolik sangat kaya akan karya seni, baik yang berupa lukisan maupun patung. Karya seni itu memiliki nilai teologis di dalamnya. Salah satunya salib (crucifix) yang di bawah kaki Yesus ada lambang tengkorak. Sekilas, kita melihatnya seperti lambang bajak laut, dan pikiran kita mulai berpikir yang macam-macam, misalnya salib sesat bahkan berpikir bahwa Gereja Katolik sesat. Maka dari itu sebelum kita menghakimi hal ini menurut pemikiran kita yang terbatas. Mari kita mau sedikit membaca mengenai berbagai hal mengenai iman kita. Dan semoga dengan mau membaca, kita menjadi tahu dan iman kita semakin diteguhkan.

Sebuah tradisi kuno menghubungkan Golgota dengan permulaan dosa

Tempat Yesus disalib dikenal dengan berbagai nama, yakni Golgota, Kalvari (dalam bahasa Latin dari Vulgata –red.), dan Tempat Tengkorak.

Terlepas dari apa yang disebut seseorang, pentingnya lokasi Sengsara Kristus tetap menjadi tempat yang tak bisa dilukiskan bagi para pengikut-Nya. Bagi para peziarah, berdoa di tempat salib Kristus pernah berdiri dan menjadi tempat wafat Sang Juruselamat merupakan pengalaman yang nyata dan mengubah hidup kita.

Namun ada makna lebih yang jauh lebih penting mengenai tempat Sengsara Kristus ini, yang mengarah pada nama “Tempat Tengkorak.”

Di bawah bukit karang Kalvari ada sebuah kapel lain, kapel ini bukan didedikasikan untuk Kristus dan Sengsara-Nya, namun kepada Adam, manusia pertama. “Kapel Adam” ini diyakini dalam tradisi sebagai tempat peristirahatan terakhir dari bapak pertama kita.

Dengan demikian, Golgota yang disebut Tempat Tengkorak ini bukan hanya karena corak bukit batu itu yang berwarna putih tulang, namun juga karena lokasi tempat itu sebagai relikwi Adam sendiri. Tradisi, lebih dalam lagi menjelaskan bahwa pada saat Sengsara Kristus berlangsung, darah dari luka-luka-nya meresap ke bawah, sampai menutupi jenazah Adam.

Kita tidak sulit melihat simbolisme persatuan antara manusia yang telah jatuh ke dalam dosa dan darah dari Sang Juruselamat. Hal itu mengingatkan kita bahwa melalui darah Kristus kita dilingkupi dengan kehidupan yang baru. Lebih dalam lagi, tradisi memberikan sebuah ilustrasi yang indah akan Kristus sebagai Adam yang baru. Tengkorak menjadi gambaran tubuh manusia yang jatuh ke dalam dosa. Peristiwa tertutupnya tengkorak dengan darah kurban Anak Domba menghasilkan gambaran baru, yang mengingatkan kita akan perkataan St. Paulus: “Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi” (1 Korintus 15:49).

Dengan kata lain, pada saat Sengsara, Kristus meminjamkan Gambaran Diri-Nya yang Suci kepada manusia yang jatuh ke dalam dosa, dengan mengalirkan darah pengorbanan-Nya ke atas umat beriman.

Karena Golgota dianggap sebagai tempat pemakaman manusia pertama sehingga penggambaran kematian Anak Manusia seringkali dimasukkan gambar tengkorak di bawah kaki Kristus.

Inilah tengkorak Adam, dan melalui inilah kita yang tidak dapat berziarah ke Tanah Suci ditawarkan sebagian kecil apa yang ada dalam Kapel Adam. Dalam merenungkan pentingnya ikon ini, kita diajak untuk mengingat kembali kerugian besar yang dibawa oleh Adam, dan kemenangan yang jauh lebih besar yang dibawa oleh Kristus di tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yang mengubah kelemahan Adam menjadi “kesalahan yang membahagiakan” (felix culpa dalam Eksultet Vigili Paskah ditulis dengan istilah “dosa yang menguntungkan” –red.).

Kita menjadikan doa dan penghormatan kita sebagai bentuk peziarahan psikis kita ke Kapel Adam, bukan seperti yang kita ketahui dalam kenyataan, tetapi seperti yang digambarkan di bawah kaki Kristus.

Crucifixion by Carlo Crivelli (Sumber: artic.edu)

 

Bandul Salib (Sumber: etsy.com)

 

Sumber: “Why is there a skull beneath my crucifix?”

Advertisements

Posted on 9 October 2019, in Seni dalam Gereja and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: