“Rosario itu Sulit!” – 5 Kunci Memulai Rosario

Oleh Dr. Edward Sri

Our Lady of the Rosary Icon (Sumber: monasteryicons.com)

Banyak paus, orang kudus, dan pemimpin agama Kristen mengimbau kita untuk berdoa rosario. Mereka berkata bahwa doa ini memiliki kuasa yang bisa mengubah hidup Anda, memperkokoh keluarga, membawa kedamaian bagi dunia, mempertobatkan seluruh bangsa, dan memenangkan kesalamatan bagi jiwa-jiwa.

Namun apakah orang yang biasa mengalami doa rosario yang seperti dikatakan di atas?

Sayangnya, banyak umat Katolik memiliki kesan bahwa doa rosario itu tidak relevan bagi mereka. Doa rosario mungkin doa yang suci bagi orang-orang yang sangat religius, seperti para imam, biarawati, dan umat Katolik yang imannya luar biasa, tapi bukan doa bagi “umat awam biasa seperti saya.” Bahkan beberapa umat Katolik yang taat mengakui bahwa mereka agak terintimidasi dengan doa ini. Mereka menghormati dengan luar biasa akan rosario, tapi merasa sedih karena tidak begitu mencintainya. Banyak orang memandang doa ini sebagai maraton devosi Katolik. “Saya tahu kalau doa ini penting, tapi perlu 15-20 menit. Saya terlalu sibuk. Saya tidak punya waktu mendoakannya.” Alasan lainnya, “Terlalu sulit untuk tetap fokus untuk waktu selama itu. Saya lebih suka doa yang lebih singkat.”

Beberapa orang bertanya tentang rosario: Apakah semua perhatian kepada Maria mengalihkan kita dari hubungan dengan Allah? Mengapa kita mengulang doa yang sama berulang kali? Kita harus konsentrasi pada bagian mana,doanya, peristiwa/misterinya, atau keduanya? Sedangkan orang lain mengira bahwa doa rosario itu sangat membosankan, atau cara berbicara kepada Allah yang monoton, hampa, dan seperti robot, bukan sebagai pribadi dan penuh makna seperi doa-doa lainnya. “Seperti membantu membuangkan sampah untuk istri Anda. Anda tahu kalau Anda harus melakukannya, tapi kan kencan malam itu lebih mengasyikan.” Tentu saja doa rosario baik bagi Anda (seperti membersihkan gigi), tapi tidak menarik dan tidak bermakna bagi saya sebagai bacaan spiritual atau adorasi.”

Pertama Kali atau Mulai Membiasakan Doa Rosario

Jika doa rosario belum menjadi bagian kehidupan doa rutin Anda saat ini, mudah sekali untuk memulai devosi ini. Berikut ini lima kunci yang perlu Anda ketahui untuk memulai doa rosario.

Pertama, kita tidak harus mendoakan rosario sekaligus. Tentu saja, beberapa orang akan duduk dan mendoakan seluruh doa rosario dalam sekali berdoa. Tapi kita juga bisa memilih untuk membaginya, misalnya mendoakan satu atau dua dekade pada suatu waktu di berbagai kesempatan dalam hari itu: misalnya ketika perjalanan ke tempat kerja, di sela-sela tugas (misalnya ketika harus menunggu –red.), di sela-sela pertemuan (atau istirahat atau coffee break –red.), ketika melipat pakaian atau mencuci piring. Banyak orang kudus baik pria maupun wanita, bahkan juga para paus yang mendoakan rosario dengan cara seperti ini dan menemukan bahwa cara ini lebih mudah dikelola dan mendapat manfaat dalam kehidupan mereka yang sibuk.

Kedua, kita bisa mendoakannya di mana saja! Rosario itu seperti kapel portabel yang bisa kita simpan di saku kita dan kita bisa mengeluarkannya kapan saja dan di mana saja. Kalau kita menghadapi situasi yang tiba-tiba dan mendesak untuk menghadirkan Allah dalam doa, atau jika kita ingin mengisi hari kita dengan selalu mengingat Allah, yang perlu kita lakukan hanyalah menarik rosario kita dan mengarahkan hati kepada Tuhan melalui doa ini. Dan memang, rosario selalu bisa diakses. Kita mungkin mendoakannya di gereja, di kamar kita, di kantor kita. Atau bisa juga kita berdoa di dalam mobil, ketika menggunakan mesin olahraga (misalnya sambil menggunakan treadmill –red.), ketika mengantri di supermarket, atau ketika memotong rumput, atau waktu berjalan-jalan. Membawa hati kita ke dalam irama rosario adalah sesuatu yang bisa kita lakukan berselang-seling dalam hari itu.

Ketiga, kita bisa berdoa rosario dengan berbagai cara, menyesuaikan supaya sesuai dengan kebutuhan kita saat ini. Kadang-kadang kita bisa memusatkan pada kata-kata doa, contohnya memikirkan salam Gabriel kepada Bunda Maria ketika kita perlahan-lahan mengucapkan dengan penuh cinta, “Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu.” Di lain waktu kita bisa merenungkan misteri kehidupan Kristus dengan penuh doa sambil merenungkan adegan-adegan seperti kelahiran-Nya di Betlehem, transfigurasi-Nya, dan wafat-Nya di kayu salib, dan menorehkan Injil dalam hati kita. Di lain waktu kita bisa memusatkan perhatian pada nama Yesus yang tersuci, tepat di pusat setiap doa Salam Maria, dengan menyebut nama-Nya dengan lembut dan penuh cinta sebagai denyut nadi doa rosario kita.

Dua Setengah Menit yang Mengubah Hari Anda

Keempat, mudah sekali memasukkan Rosario ke dalam jadwal Anda. Apakah Anda punya waktu dua setengah menit dalam satu hari yang bisa Anda persembahkan kepada Allah? Inilah keindahan doa rosario.

Jika saya memerlukan jeda singkat dalam kehidupan saya yang singkat, hanya dua setengah menit saja, saya tinggal mengambil manik-manik rosario saya dan berdoa satu dekade untuk bersatu kembali dengan Tuhan dan dipelihara dalam Tuhan secara spiritual. Dalam satu dekade kita hanya mendoakan: satu Bapa Kami, sepuluh salam Maria, dan satu Kemuliaan. Saya bisa melakukannya dengan mudah, berhenti sejenak di sela-sela membaca e-mail, di mobil, di kantor, di sela-sela rapat, di sela-sela tugas. Bahkan saya tidak harus menghentikan beberapa hal yang sedang saya lakukan: saya bisa berdoa satu dekade sambil memasak makan malam, menyapu lantai, menggendong bayi, atau sambil berjalan ke janji temu berikutnya.

Jika ada kebutuhan mendesak yang terjadi pada hari itu, misalnya ada seseorang yang mengalami musibah, atau ketika saya harus memulai proyek besar, pasangan saya mengalami hari yang berat dan melelahkan, saya harus membicarakan sesuatu yang sulit dengan seseorang, anak saya sedang ujian, maka saya bisa mengucapkan satu dekade dengan cepat di tempat. Hanya dalam dua setengah menit, saya dapat mempersembahkan hadiah khusus bagi Allah (satu dekade doa rosario) untuk intensi tertentu.

Kelima, bahkan jika saya tidak mampu memberikan perhatian penuh saya dalam doa rosario, maka doa itu masih layak didoakan. Saya mungkin saja atau tidak selalu menghilangkan segala kekhawatiran yang terjadi pada hari itu. Mungkin saya kelelahan, terlalu lelah untuk berdoa dengan baik. Mungkin juga saya mengalami gangguan dan tidak bisa mencapai puncak keheningan. Namun demikian, kata-kata doa rosario itu alkitabiah dan kudus. Mempersembahkan satu atau dua dekade di tengah kehidupan sehari-hari, saya memberikan sesuatu yang indah kepada-Nya bahkan ketika saya bisa memberikan sesuatu di tanpa perhatian yang penuh, santai, dan tidak terbagi. Saya memberikan ruang bagi Allah dalam hari saya dan mengisinya dengan sabda pujian bagi-Nya.

 

Artikel ini adalah kutipan dari bukunya yang berjudul “Praying the Rosary Like Never Before, Encounter the Wonder of Heaven and Earth.”

 

Sumber: “The Rosary is Hard!” – 5 Keys to Get Started

Posted on 3 May 2020, in Doa Devosi, Kenali Imanmu and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: