Rancangan Allah Lebih Baik dari Rancangan Kita

Oleh Amy Smith

Misa Daring Masa Pandemi Foto oleh Christi Marcheschi (Sumber: stpaulcenter.com)

St. Agustinus menulis demikian, “Jika Allah tampaknya lambat dalam menanggapi doa kita, itu karena Ia sedang mempersiapkan anugerah yang lebih baik. Ia tidak akan menolak kita. Allah menahan sesuatu yang belum Anda persiapkan terlebih dahulu. Ia ingin supaya Anda memiliki hasrat yang hidup untuk karunia terbesar-Nya. Semuanya itu dikatakan supaya kita selalu berdoa dan tidak berkecil hati.”

Untuk sementara waktu, saya berpikir untuk menjadi seorang dokter. Namun, setelah proses pembedaan roh (memilah-milah), Allah mengingatkan saya bahwa saya sudah berpikir untuk menjadi seorang penulis jauh sebelum saya mempertimbangkan diri dalam bidang kedokteran. Saya mengisi buku-buku catatan dengan kisah-kisah sebagai seorang anak. Saya terus memikirkan bahwa menulis merupakan karunia yang diberikan Allah pada saya. Bagaimana saya bisa berpaling dari sesuatu yang Allah kehendaki bagi saya?

Bunga Kecil (Sebutan untuk St. Thérèse dari Lisieux) menyadari bahwa waktu Allah adalah yang terbaik dalam kehidupannya juga. Ketika dia pertama kali ingin masuk biara, namun dia tidak bisa kerena Uskup berkata kalau usianya masih terlalu muda. Kemudian, dia bertanya kepada Paus apakah dia bisa masuk biara, dan Paus berkata harus melakukan apa yang dikatakan Superior biara. Dengan berani, dia mengatakan bahwa jika Bapa Paus mengizinkannya, maka Superior biara akan setuju. Paus meyakinkannya bahwa dia akan masuk biara jika Allah berkehendak. Dan tak lama kemudian, dia masuk biara. Banyak hal yang tidak sejalan seperti yang dia perkirakan, namun Allah yang mengendalikannya. Seperti yang Allah selalu lakukan.

Selama proses pembedaan roh dalam seluruh karier saya, saya belajar bahwa tidak apa-apa untuk mengubah arah. Melepaskan rencana saya untuk rencana Allah adalah hal terbaik yang bisa saya lakukan. Saya merasa bahwa Allah dapat mengendalikannya dalam Yeremia 29:11: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Seorang direktur spiritual pernah berkata pada saya bahwa terkadang kita sulit dalam memahami rancangan Allah karena kita hanya melihat bagian belakang dari selimut yang sedang Ia rancang, namun karena Ia tahu bahwa desain akhir itu, maka kita tidak perlu khawatir. Maka jangan khawatir!

Tentu saja, Maria juga menggambarkan hal ini dengan sempurna. Maria tidak sepenuhnya memahami apa rencana Allah yang akan terjadi, namun Maria terus percaya pada Allah. Seperti yang diingatkan oleh Paus Fransiskus kepada orang muda di World Youth Day 2016: “Yesus memanggil kalian untuk membuat jejak dalam sejarah.” Paus menegaskan, “Allah berharap pada kalian. Dengan kalian, dunia akan menjadi berbeda.”

Yesus selalu ada di sana, di tengah-tengah segala hal, dan Ia siap untuk menghibur kita.

Jadi, alih-alih bertanya-tanya di mana Yesus ketika saya tidak dapat mendengar suara-Nya dalam menjawab doa-doa saya, saya berusaha keras untuk tetap duduk dan menunggu. Seringkali, jawaban datang dalam peristiwa, percakapan atau keadaan sehari-hari. Seperti yang dikatakan St. Maximilian Kolbe, “Salib adalah sekolah kasih.”

Kristus telah menunjukkan kasih-Nya bagi kita di kayu salib, dan ketika kita memikul salib kita sendiri, kita lebih memahami kasih-Nya bagi kita. Dan kita sampaikan juga kepada orang lain. “Jangan pernah lupa untuk mengasihi,” menurut saran St. Maximilian Kolbe.

Saya sangat suka bagaimana Bunga Kecil menjelaskan tanggapan Yesus mengenai rasa sakit yang kita rasakan. St. Thérèse berkata bahwa Yesus itu paling dekat dengan kita ketika Ia menyembunyikan diri-Nya sendiri. Pada mulanya, hal itu tidak masuk akal, namun jika Kristus menyembunyikan diri-Nya sendiri dengan sedemikian rupa sehingga kita tidak dapat mendengar suara-Nya, karena itu Ia ingin kita berdiam diri, hanya ingin menemani kita dalam kesusahan kita.

Segala sesuatu yang Allah izinkan terjadi dalam hidup kita pasti ada alasannya, masing-masing adalah kepingan puzzle Rencana Allah bagi Anda. Kita benar-benar sedang berada dalam proses itu.

 

Amy Smith adalah editor pembantu dari National Catholic Register, di mana dia menyunting fitur-fitur dan suka menulis segala sesuatu mulai dari tentang harapan dan para kudus (santa favoritnya adalah Thérèse dari Lisieux dan Gianna Beretta Molla) hingga Jane Austen. Dia adalah pengarang buku yang berjudul “The Plans God Has for You: Hopeful Lessons for Young Women.”

 

Sumber: “God’s Plans Are Better Than Ours”

Posted on 21 August 2020, in Keluarga and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: