Mengapa Langit-langit Gereja Kuno Rusuk Kayunya Terlihat?

Oleh Joby Provido

St. Mary Cathedral Sydney, Australia (Sumber: thecatholictalks.com)

Ketika kita mengunjungi gereja kuno dengan arsitektur Gotik (atau kebangkitan Gotik), orang pasti memperhatikan langit-langitnya yang berkubah. Di beberapa gereja, para arsitek membiarkan bagian langit-langitnya terbuka sehingga rusuk-rusuk balok kayunya terlihat.

Simbolisme ini bukan karena kurangnya dana. Ketika balok-balok kayu dibiarkan terbuka, kita dimaksudkan untuk melihat lunas kapal besar atau bagian paling bawah perahu itu. Bayangkan jika sebuah perahu besar dilucuti dari segala bagiannya, dan apa yang kita lihat adalah struktur bawahnya, kemudian dibalikkan dan diletakkan di langit-langit. Itulah yang ingin disampaikan supaya kita melihatnya.

Beberapa gereja menampilkan balok-balok bayu yang terbuka di sepanjang gereja, atau setidaknya di tempat bangku umat berada. Nave (panti umat) adalah tempat di mana bangku-bangku berada. Di beberapa gereja besar, area panti umat ini diapit jalan kecil di kanan dan kirinya.

Simbolisme perahu berasal dari salah satu kiasan tentang Gereja. Dalam kisah Banjir Besar, hanya mereka yang berada di Bahtera Nuh yang diselamatkan. Hal ini membarikan bayang-banyang Gereja sebagai Bahtera yang “berlayar aman di laut yang luas” untuk menghantarkan mereka yang berada di dalamnya ke tempat tujuan di mana tidak ada lagi maut, yang kita pahami sebagai keselamatan (KGK 845). Tidaklah mengherankan jika burung merpati menandari kehidupan baru dalam kisah Kejadian, sementara itu burung merpati juga menandari kehidupan baru kita dalam Kristus yaitu pada pembaptisan-Nya (Kejadian 8, Matius 3:16).

Banyak peristiwa dalam kehidupan Kristus yang dihubungkan dengan perahu di mana kita bisa menemukan makna Gereja. Contohnya, dalam peristiwa di perahu Petrus bahwa Kristus menjanjikan Petrus tidak akan menjadi penjala ikan, melainkan menjadi penjala manusia (Lukas 5:1-10). Dan juga, selama ada Kristus dalam perahu maka Ia tidak akan membiarkan perahu itu tenggelam (Markus 4:35-40), seperti yang Ia janjikan bahwa “alam maut” tidak akan menguasai Gereja (Matius 16:18). Maka tidak mengherankan bahwa perahu menjadi simbol Kristen dan masuk ke dalam arsitektur dan terminologi dalam gereja. Contohnya, kata nave berasal dari bahasa Latin yaitu navis, yang berarti kapal. Contoh lain adalah wadah dupa yang disebut navicula, yang artinya perahu.

Para ahli juga suka melangkah lebih jauh dan menyamakan Gereja dengan perahu Petrus karena Kristus akan berkhotbah dari perahu Petrus (Lukas 5:3), dan kita bersukacita karena sampai hari ini Sabda Kristus masih dikhotbahkan dari perahu yang sama.

 

Langit-langit St. Mary Cathedral Sydney, Australia (Sumber: thecatholictalks.com)

 

Katedral Jakarta

 

Katedral Bandung (Sumber: TripAdvisor)

 

Holy Name Cathedral Chicago, Amerika Serikat (Sumber: wikipedia.org)

 

Cattedrale di Santa Maria Assunta, Orvieto, Italy (Sumber: wikipedia.org)

 

Sumber: “The Ceiling of St. Mary’s Cathedral in Sydney”

Posted on 4 November 2020, in Seni dalam Gereja and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: