Penting Mana Natal atau Paskah?

Christmas and Easter (Sumber: catholicworldreport.com)

Berbicara tentang dua hari raya Kristen yaitu Natal dan Paskah, kita sering ditanyakan mana yang lebih penting dari keduanya. Natal atau Paskah? Sebagai umat Katolik kita dihadapkan dengan pilihan yang sulit? Dan memang benar. Nah, bagaimana kita menjawabnya?

Dalam sebuah buku yang berjudul Joy to the World: How Christ’s Coming Changed Everything (and Still Does), Dr. Scott Hahn memberikan jawaban mengenai hal ini, dan menurut saya jawaban ini yang paling tepat untuk disampaikan umat Katolik jika menghadapi pertanyaan tersebut. Jawabannya adalah keduanya penting. Dan sepanjang sejarah, para orang kudus sudah memperhatikan bahwa Natal dan Paskah terkait satu sama lain. Dalam adegan-adegan Natal selalu ada antisipasi misteri Paskah.

Dalam kelahiran dan kebangkitan-Nya, malaikat mengabarkan berita itu. Dalam kelahirannya diberitakan oleh melaikat kepada St. Yusuf (Mat 1:20) dan Bunda Maria (Lukas 1:26-38). Demikian pula ketika Ia bangkit, malaikat memberitakan kebangkitan-Nya (Matius 28:5-8, Markus 16:5-7, Lukas 24:4-8, Yohanes 20:11-13).

Ketika Tuhan Yesus memulai kehidupan-Nya di dunia, Ia lahir di sebuah gua yang digunakan sebagai kandang, dan tempat tidurnya adalah ranjang dari batu yang dipotong kemudian wadah batu itu disimpan di dinding sebagai tempat makanan bagi binatang. Begitu pula ketika Ia wafat, Ia dibaringkan di tempat batu dalam kubur. Ada juga yang membayangkan kalau palungan itu terbuat dari kayu, sehingga Yesus dibaringkan di atas kayu pada saat dilahirkan dan juga ketika penyaliban-Nya.

Kita juga bisa memperhatikan bahwa ketika Yesus dilahirkan dan dimakamkan ditemani oleh orang yang bernama Maria dan Yusuf. Ketika Ia dilahirkan, Ia ditemani Bunda Maria dan St. Yusuf (Lukas 2:4-7). Ketika Ia dimakamkan, Ia dibaringkan oleh Yusuf dari Arimatea dan juga di sana ada Maria Magdalena dan Maria yang lain (Matius 27:57-61, Markus 15:45-47, Lukas 23:50-55, Yohanes 19:38).

Ketika lahir dan wafat-Nya,  Kristus dibungkus dengan lampin dan kain lenan (bdk. Lukas 2:7 dan Yohanes 19:40).

Kemudian ada hubungan antara Betlehem yang artinya adalah “rumah roti” dengan Perjamuan Malam Terakhir Yesus, ketika Ia memberikan tubuh-nya sebagai Roti Hidup. Dengan dibaringkan di palungan, bayi Yesus sudah menampakkan diri-Nya sebagai “makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal” (Yohanes 6:27, 55).

Peristiwa penyunatan Yesus adalah antisipasi akan pertumpahan darah dari hukuman mati yang Ia terima. Dan juga menggambarkan kebangkitan-Nya sebagai penanggalan daging yang fana (Kolose 2:11).

Nah, setelah membaca hubungan erat dari kedua peristiwa penting dalam iman Kristen di atas. Maka dari itu, Natal bukanlah hari raya yang menjadi ancaman akan pentingnya Paskah. Atau, Natal tidak menjadi hari raya saingan dari Paskah. Keduanya saling meneguhkan. Keduanya menyatakan ekspresi kasih Ilahi yang sama dan dirancang oleh Penyelenggaraan Ilahi yang sama.

Posted on 21 December 2020, in Ekaristi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: