Kontradiksi ‘Tanah Darah’?

Oleh Jimmy Akin

Kepingan Perak (Sumber: catholic.com)

Ada pertanyaan demikian, Matius dan Lukas saling bertentangan. Matius mengatakan bahwa tanah darah disebut demikian karena dibeli dengan uang darah (Matius 27:6-7), tapi Lukas mengatakan demikian karena orang banyak tahu bahwa Yudas mati mengenaskan di sana (Kisah Para Rasul 1:18-19). Mengapa demikian?

Nama sesuatu bisa memiliki lebih dari satu arti, dan kedua penjelasan itu bisa selaras.

Kenyataan bahwa Matius dan Lukas mencatat ungkapan yang berbeda dari tradisi mengenai nasib Yudas menunjukkan bahwa kedua ungkapan itu benar-benar beredar di masyarakat pada zamannya.

Tahu akan tradisi Matius, beberapa orang tahu bahwa para imam membeli tanah itu dan menyebutnya “Tanah Darah” karena dibeli dengan uang darah. Sedangkan beberapa orang lagi, tahu akan tradisi Lukas, tahu bahwa nasib berdarah Yudas dan karena alasan itu menyebut tempat itu sebagai “Tanah Darah.” Beberapa orang Yerusalam mungkin tahu kedua versi informasi itu seperti para pembaca saat ini, dan menyebut “Tanah Darah” karena kedua alasan itu.

Ada paralel mengenai hal ini di dalam Alkitab. Para penulis Kitab Suci dan para pendengarnya sering memandang bahwa satu nama memiliki lebih dari satu makna.

Contoh lain adalah nama kota Bersyeba (Be’er-sheva) bisa bermakna “Sumur Tujuh” atau “Sumur Sumpah,” dan penulis kitab Kejadian mempertahankan lebih dari satu tradisi tentang maknanya. Penulis mencatat bahwa di tempat Abraham menggali sumur, memberikan tujuh ekor domba kepada Abimelekh (Kejadian 21:30-32). Penulis juga menuliskan bahwa kemudian Ishak menggali sumur dan bersumpah dengan Abimelekh di tempat itu (Kejadian 26:31-33). Oleh karena itu, para pembaca kitab Kejadian pada zaman kuno menyadari kedua tradisi itu dan memandangnya sebagai penjelasan pelengkap untuk nama Bersyeba. Dengan demikian disebut Bersyeba karena kedua alasan tersebut.

Demikian pula, Tanah Darah disebut demikian karena dibeli dengan uang darah dan karena kematian Yudas.  Perhatikan juga bahwa Lukas berkata bahwa Yudas membeli sebidang tanah dan ia mati mengenaskan sehingga orang banyak menyebut tempat itu “Tanah Darah,” tapi Lukas tidak menyebutkan Yudas mati di sana. Mungkin juga mati di sana, mungkin juga tidak.

Salah satu penjelasan akan muncul terlebih dahulu, tapi keduanya beredar di abad pertama, dan keduanya berkontribusi pada mengapa orang banyak menyebut tanah itu demikian.

Jimmy Akin seorang apologet senior Catholic Answers yang menulis buku ‘A Daily Defense’ yang memuat artikel ini.

Sumber: “How Did the Field of Blood Get Its Name?”

Posted on 20 April 2021, in Apologetika, Kitab Suci and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: