Melindungi Keluarga Anda dari Serangan Roh Jahat

Oleh Patti Maguire Armstrong

Salib dan Lilin (Sumber: ncregister.com)

Seorang asisten dari seorang eksorsis memberikan bimbingan praktis bahwa ‘kehidupan sakramental  memberikan perlindungan luar biasa’ bagi seluruh anggota keluarga dan juga berakar pada ajaran Gereja.

Asisten eksorsis bukanlah pekerjaan yang bisa Anda temukan dalam iklan lowongan pekerjaan. Selain menjadi seorang istri dan ibu, inilah yang dilakukan oleh Katleen Beckman dalam pelayanan Gereja dalam bidang eksorsisme dan pelepasan. Pekerjaan lain yang dia kerjakan untuk Gereja adalah mewartakan pesan Injil melalui radio dan TV Katolik, menyelesaikan kursus di Asosiasi Eksorsis Internasional di Universitas Kepausan Regina Apostolorum di Roma, dan juga ikut membantu dalam mendirikan Foundation of Prayer for Priests yaitu pelayanan doa dan kurban untuk kekudusan dan perlindungan bagi para kaum klerus.

Dalam bukunya keempatnya yang berjudul A Family Guide to Spiritual Warfare, Beckman menjelaskan bahwa setan berperang melawan keluarga karena keluarga adalah bagian penting bagi rencana keselamatan Allah. Dia menjelaskan demikian, “Fakta nyata ini mengharuskan anggota keluarga Anda menjadi pejuang rohani terlatih yang secara aktif mengamankan rumah Anda dan menjaganya dari aktivitas si jahat.” Dia juga menceritakan pengalaman pribadinya juga menunjukkan bagaimana cara keluarga “membersihkan” dan melindungi rumah tangga dengan menggunakan perlengkapan senjata rohani Gereja.

Beckman berbincang-bincang dengan National Catholic Register tentang bagaimana rasanya menjadi asisten eksorsis.

Bagaimana Anda bisa bekerja dalam pelayanan pembebasan dari roh jahat?

Mgr. John Esseff [salah satu pendiri Institut Paus Leo XIII] yang mendorong saya untuk meniru teladan Bunda Maria dengan membantu para presbiter dalam pelayanan ini, beliau yang membantu saya dalam melakukan pembedaan roh (discernment) untuk panggilan ini. Saya hanya menanggapi undangan untuk melayani di institut dan tim eksorsis keuskupan.

Sebenarnya pekerjaan seperti apa yang Anda lakukan?

Tempat pelayanan saya di Seminari Mundelein untuk Institut Paus Leo XIII, saya menjadi fasilitator studi kasus bagi para siswa klerus selama enam tahun dan sekarang melayani di luar gedung institut dengan menjadi dewan penasihat. Sedangkan di keuskupan, saya sudah bertugas di dalam tim eksorsis selama 13 tahun. Kami punya seorang presbiter yang ditunjuk sebagai eksorsis dan seorang presbiter lainnya yang memimpin eksorsisme kecil.

Tim kami terdiri dari pria maupun wanita yang melayani kedua presbiter dan hadir di semua ritual eksorsisme mayor maupun minor. Kami adalah para pendoa intersesi juga menjawab doa-doa dan litani yang diucapkan imam dalam ritual itu; kami juga mengatur logistik berupa tempat pelayanan dan membantu umat yang menerima pelayanan itu. Kadang-kadang, kami harus mengekang seseorang supaya tidak mencelakai dirinya sendiri, imam, dan juga Sakramen Mahakudus yang selalu dihadirkan dalam ritual itu. Sebagai seorang administrator, saya juga mendampingi orang tersebut sebelum, selama, dan sesudah menerima pelayanan dan juga saya mencatat laporannya secara teratur.

Hal seperti apa yang membuat orang-orang mencari pelayanan dari eksorsis?

Sejak saya menjadi siswa untuk ikut kursus di Asosiasi Eksorsis Internasional di Roma, pelatihan yang saya terima termasuk mengamati kasus-kasus sulit para eksorsis di Amerika dan juga di Eropa. Ada berbagai macam alasan mengapa umat mencari seorang eksorsis,tapi menurut pengalaman saya ada beberapa hal yang paling menonjol yaitu 1) sinkretisme agama; 2) praktik-praktik New Age, ilmu sihir, dan metode-metode penyembuhan alternatif; 3) kecanduan seks, pornografi dan narkoba yang tidak diobati; 4) kutuk yang disebabkan oleh praktisi okultisme atau kutuk generasi (keturunan); 5) pelecahan seksual, emosional atau fisik dalam keluarga; 6) perjanjian dengan setan demi mendapatkan uang atau ketenaran.

Ada perbedaan yang penting dalam pelayanan pembebasan dari roh jahat: penindasan (serangan setan dari luar, seperti dalam kitab Ayub), obsesi (serangan setan dari dalam, seperti pikiran kronis untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain), dan kerasukan (setan mengambil alih bagian tubuh seseorang atas undangan dari kehendak orang itu). Kategori ini dianggap sebagai aktivitas setan yang luar biasa dan seringkali memerlukan bantuan imam untuk eksorsisme minor ataupun mayor.

Berapa usia rata-rata umat yang mencari bantuan eksorsisme?

Untuk buku saya A Family Guide to Spiritual Warfare, saya melakukan survey dari rekan-rekan eksorsis di wilayah pantai barat dan timur Amerika. Mereka melaporkan usia rata-rata ada di rentang usia 20 sampai 50 tahun. Sedangkan, di keuskupan saya sendiri, usia rata-ratanya antara 18 sampai 40 tahun.

Apakah mereka akan dirujuk untuk melakukan penilaian psikiatri?

Evaluasi psikiatri merupakan cara yang bermanfaat untuk pembedaan roh  (discernment) dan juga untuk penyembuhan semua orang. Setiap ordinaris setempat memutuskan suatu protokol untuk menyesuaikan sumber dayanya dengan yurisdiksinya. Banyak keuskupan memerlukan evaluasi psikiatri untuk semua ritus eksorsisme yang akan dilakukan. Untuk eksorsisme kecil, evaluasi kesehatan mental mungkin bisa jadi pilihan. Saya menasihati para pemohon yang menuntut pelayanan ini bahwa Gereja peduli tentang penyembuhan seseorang seutuhnya, kami tidak bisa pilih-pilih. Catholic Medical Association menjadi pilihan yang bagus untuk konsultasi kesehatan mental Katolik.

Bagaimana cara yang paling umum yang Anda pakai untuk melihat setan masuk ke dalam kehidupan seseorang?

  1. Bagi umat Katolik, mereka seringkali menjauhkan diri dari sakramen dan doa.
  2. Sinkretisme agama, membawa ritual pagan dan takhayul dari budaya masuk ke dalam agama Katolik, seolah-olah keduanya bisa dijalankan bersama-sama.
  3. Perkawinan yang tidak sah (kumpul kebo); pasangan atau anak-anak kecanduan narkoba, alkohol, pornografi, permainan-permainan okultisme, musik okultisme, literatur okultisme, dan juga media okultisme.
  4. Luka yang belum sembuh dari dosa yang tidak disesali, seperti aborsi berkali-kali, perselingkuhan berantai, praktik okultisme, kekerasan fisik dan emosional baik di rumah maupun di tempat kerja.

Apakah ada cara yang bisa dilakukan orang itu sendiri tanpa membutuhkan bantuan dari eksorsis?

Umat bisa melindungi diri sendiri dengan menghidupi kehidupan sakramental: menerima Sakramen Mahakudus sesering mungkin dan rutin mengaku dosa. Sakramen-sakramen ini jauh lebih kuat daripada Ritus Eksorsisme yang berupa sakramentali, bukan sakramen itu sendiri. Rosario juga menjadi senjata ampuh melawan setan. Kami pernah menyaksikan jeritan setan (“Hentikan manik-manik itu! Itu menyiksa kami!”) selama eksorsisme berlangsung.

Kehidupan sakramental memberikan perlindungan luar biasa. Doa harian diperlukan untuk membedakan roh. Perlengkapan senjata Allah dalam Efesus 6 adalah perlindungan yang diperlukan.

Apa yang terjadi selama proses pelepasan?

Yang dilakukan adalah ritual liturgis yang hanya didoakan oleh eksorsis diosesan dengan izin uskupnya untuk orang yang kerasukan setan. Eksorsis ini dibantu oleh tim awam pria dan wanita yang menyaksikan, melakukan doa intersesi, dan melindungi pemohon pelayanan, imam yang melakukan pelayanan dan Sakramen Mahakudus dari kekerasan manifestasi setan yang sering terjadi dalam ritual itu.

Eksorsisme kecil terdiri dari dua pembebasan, seperti doa Paus Leo XIII (yang hanya didoakan kaum klerus dengan izin ordinaris wilayah). Selain itu, setiap imam dapat mendoakan doa eksorsisme kecil untuk seseorang yang mencari pembebasan dari roh jahat dalam kategori yang bukan kerasukan.

Di dalam keluarga, dengan otoritas baptisan, otoritas suami-istri, dan otoritas orang tua, maka doa pembebasan dapat didoakan oleh mereka yang berwenang. Saya menjelaskan hal ini dalam buku saya.

Bolehkan Anda menceritakan contoh setan yang merasuki dan menindas seseorang?

Ada “lampiran” dalam buku saya yang berisikan kasus-kasus nyata yang sudah saya saksikan. Berikut ini beberapa contohnya:

  1. Seorang pria muda kerasukan setelah orang tuanya (yang melakukan pemujaan setan/Satanis) memberikan anak ini kepada Iblis ketika masih ada dalam kandungan. Bunda Maria ikut membantu membebaskannya setelah beberapa kali eksorsisme.
  2. Seorang nenek Katolik yang ditindas setan setelah ikut kelompok doa yang menyamar sebagai kelompok Rosario Katolik, tapi pemimpin kelompok itu adalah tukang sihir terlatih yang diam-diam mengutuk nenek itu secara naïf sehingga membiarkan mereka menusuk jarinya untuk melakukan perjanjian darah.
  3. Seorang siswa SMA yang kecanduan berat pornografi menyebabkan ia bermanifestasi seperti ular dengan suara parau berteriak, “Saya butuh porno, saya tidak bisa hidup tanpa pornografi.”
  4. Seorang presbiter sepuh pasca operasi mengalami penindasan oleh roh-roh jahat yang mengejek imamatnya dan mencemoohnya: “Kami akan membawamu ke neraka karena sudah menyia-nyiakan hidupmu, kamu presbiter yang tidak baik!”
  5. Seorang mahasiswi kedokteran yang kelelahan terobesesi dengan setan setelah menyuntikkan propofol secara illegal untuk membantunya tidur. Tak lama kemudian setan bermanifestasi dengan berkata, “Kamu milikku dan kamu tidak akan pernah bisa bebas dari obat ini.” Dengan cepat dia menjadi kecanduan, dan harus menghentikan residensi (magang) untuk direhabilitasi, dan dia dibebaskan setelah dilakukan eksorsisme kecil.

Kendati demikian, tidak semua yang menerima eksorsisme itu dibebaskan. Beberapa orang menolak untuk bekerja keras dalam membangun kehidupan rohani dan terus menjalin relasi dengan Yesus Kristus, sehingga mereka mengakhiri proses yang sedang berlangsung.

Bagaimana cara Anda melindungi diri sendiri dan keluarga Anda?

Saya mengasihi Tuhan Yesus Kristus dan sudah menjadi komunikan harian selama lebih dari 30 tahun, dan pada saat yang sama saya juga ikut adorasi Sakramen Mahakudus. Sepanjang hari saya sering berdoa Rosario karena saya suka untuk merenungkan peristiwa-peristiwanya.

Saya punya seorang pembimbing rohani yang merupakan seorang presbiter yang hidupnya kudus, ia rutin membantu saya dan menjadi bapa pengakuan saya sehingga memungkinkan saya untuk menerima sakramen itu dengan sering. Saya mengikuti aturan St. Ignatius untuk melakukan pembedaan roh dan pemeriksaan batin di malam hari. Penting sekali supaya apa yang dilakukan itu bukan sekadar mencentang kotak dalam daftar yang harus dilakukan setiap hari, tapi karena kasih kepada Tuhan dan jiwa-jiwa.

Adapun bagi keluarga, saya percaya kalau mereka menerima jauh lebih banyak berkat daripada serangan rohani. Kami membicarakan pertempuran rohani sesuai kebutuhan dan bisa mengetahui kapan ada seorang anggota keluarga yang mengalami penindasan, dan kami saling mendoakan. Anak kecil rentan terhadap pembalasan dendam setan, maka beberapa eksorsis lebih memilih anggota tim yang berusia dewasa.

Apakah secara pribadi Anda merasakan serangan balasan dari roh jahat?

Selama bertahun-tahun membantu eksorsisme, hanya ada beberapa kali saya mengalami pembalasan pribadi yang mungkin ada kaitannya dengan serangan roh jahat. 1) Saya pernah didorong ke bawah dua kali dengan mengalami luka ringan. 2) Saya pernah diserang secara verbal oleh setan yang berbicara melalui orang yang kerasukan. 3) Sesaat sebelum eksorsisme, tiba-tiba saya mengalami kelelahan fisik dan hilang setelah doa dimulai.

Saya tidak pernah mengalami ketakutan selama eksorsisme berlangsung. Sebaliknya, saya kagum dengan kuasa Yesus Kristus yang bekerja dalam diri imam; kagum dengan daya guna sakramentali seperti Rosario, air suci, garam yang sudah diberkati, relikwi (yang paling membuat setan tersiksa, yang dengan lantang mengucapkan perlawanan dan kata-kata kasar terhadap sakramentali), juga Kitab Suci dan salib.

Kami menyaksikan kekuatan iman dalam pertempuran yang sangat nyata demi keselamatan jiwa-jiwa yaitu kemenangan Kristus atas roh-roh jahat.

 

Patti Maguire Armstrong adalah pembawa acara talk show “Ladies of Another View” dan penulis serta jurnalis yang memenangi penghargaan. Dia adalah editor pelaksana dan penulis bersama serial terlaris “Amazing Grace” yang diterbitkan oleh Ascension Press. Buku-buku terbarunya adalah “Holy Hacks: Everyday Ways to Live Your Faith & Get to Heaven” dan “Big Hearted: Inspiring Stories from Everyday Families.” Dia memiliki gelas B.A. dalam bidang pekerjaan sosial dan MA dalam bidang administrasi publik dan bekerja di kedua bidang itu sebelum tinggal di rumah untuk bekerja sebagai penulis lepas. Patti dan Mark, suaminya, tinggal di North Dakota tempat membesarkan sepuluh anaknya. Follow di Twitter di @PattiArmstrong dan baca blognya di PattiMaguireArmstrong.com.

 

Sumber: “How to Protect Your Family From Spiritual Attacks”

Posted on 11 June 2022, in Kenali Imanmu and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: