Mengapa Yusuf Pergi ke Betlehem?

Oleh Jimmy Akin

View of Bethlehem in the Palestinian Authority from the Hill of David, from the monastery of the Discalced Carmelite nuns (Sumber: catholic.com)

‘Tidak ada orang yang akan melakukan sensus dengan cara seperti ini!’ Benarkah?

Mengutip pernyataan seorang arkeolog Inggris yang bernama William M. Ramsay:

“Lukas adalah seorang sejarawan tingkat tinggi; bukan hanya pernyataan-pernyataannya tentang fakta yang dapat dipercaya; ia memiliki pengertian sejarah yang benar … Singkatnya, penulis ini harus disejajarkan dengan para sejarawan terbesar” (The Bearing of Recent Discovery on the Trustworthiness of the New Testament, bab 18).

Meskipun demikian, banyak orang modern yang skeptis (banyak di antaranya hanya mengulangi apa yang dikatakan oleh para skeptis lainnya) memperlakukan Lukas seolah-olah ia mengalami kebingungan historis yang tidak masuk akal, terutama yang berkaitan dengan narasi kelahiran Yesus dengan berkata,

Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi gubernur di Siria. Lalu semua orang pergi mendaftarkan diri, masing-masing ke kotanya sendiri. Yusuf pun pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud (Lukas 2:1-4 TB2).

Salah satu kritikan para skeptis terhadap perikop ini adalah pernyataan bahwa Yusuf pergi dari Nazaret ke Betlehem karena ia berasal dari garis keturunan Daud.

Inilah biasanya ejekan bermula.

Kata orang yang skeptis, “Ini konyol! Daud hidup seribu tahun sebelum zaman Yesus! Kekaisaran Romawi tidak akan pernah melakukan sensus dengan cara seperti ini! Mereka tidak akan pernah meminta rakyat untuk pergi ke suatu tempat salah seorang nenek moyangnya berdomisili seribu tahun yang lalu! Tak seorang pun akan tahu hal itu! Maksud saya, apakah kamu tahu kota tempat nenek moyangmu tinggal seribu tahun yang lalu?”

Terlepas dari kebencian yang dilontarkan oleh beberapa orang yang skeptis terhadap topik ini, kritik mereka salah sasaran. Mereka salah membaca apa yang dikatakan Lukas.

Sebelumnya, Yusuf hanya disebutkan satu kali dalam Lukas, yaitu ketika malaikat Gabriel datang untuk mengumumkan kelahiran Yesus:

Dalam bulan yang keenam malaikat Gabriel disuruh Allah pergi ke kota bernama Nazaret di Galilea, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria (Lukas 1:26-27 TB2).

Perikop ini mengindikasikan tiga hal tentang Yusuf: (1) ia bertunangan dengan Maria; (2) ia berasal dari keluarga Daud; dan (3) ia tampaknya memiliki hubungan dengan Nazaret, karena di sanalah Maria berada ketika malaikat menampakkan diri. Hanya itu yang kita ketahui.

Jadi, mari kita baca perikop kedua yang membahas tentang Yusuf (2:1-4) dan lihatlah apa yang akan dikatakan oleh salah satu pembaca biasa Injil Lukas tentang perikop ini.

Lukas memberi tahu kita bahwa “semua orang pergi mendaftarkan diri.” Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah Lukas tidak memberi tahu kita jenis pendaftaraan seperti apa yang dimaksud. Ia berharap pembaca sudah mengetahuinya dari peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari itu. Banyak orang beranggapan bahwa ini adalah sensus pajak, tetapi kita tidak tahu pasti. Mungkin saja itu adalah sesuatu yang lain. Bahkan, ada kemungkinan besar bahwa ini adalah pendaftaran sumpah setia seperti yang kita miliki dalam catatan-catatan lain, ketika penduduk Kekaisaran Romawi bersumpah setia kepada Kaisar Agustus.

Bagaimanapun juga, rakyat harus berada di suatu tempat supaya bisa berpartisipasi dalam pendaftaran, jadi mereka pergi “masing-masing di kotanya sendiri .” Tentu saja, ini hanya berlaku untuk orang-orang yang berada di luar kota mereka selama periode pendaftaran. Jika Anda sudah berada di kota Anda sendiri, Anda tidak perlu pergi ke mana pun.

Apakah Romawi mengharuskan rakyatnya untuk pergi ke kota mereka sendiri untuk mendaftarkan diri jika mereka berada jauh dari kota mereka? Ya, mereka mengharuskannya. Pada tahun 104 M, Gubernur Romawi di Mesir, Gaius Vibius Maximus, mengeluarkan sebuah dekrit yang menyatakan,

Karena pendaftaran per rumah tangga sudah dekat, maka perlu untuk memberitahukan kepada semua orang yang karena alasan apa pun tidak berada di wilayah mereka untuk kembali ke rumah mereka masing-masing supaya mereka dapat melakukan urusan pendaftaran umum dan melanjutkan dengan sungguh-sungguh usaha pertanian yang diharapkan dari mereka (baris 20-27 dalam Adolf Deissmann, Light from the Ancient East, 268).

Jadi, jika Anda berada jauh dari kota asal Anda, Anda perlu pulang kampung untuk mengikuti acara semacam ini.

Kemudian Lukas berkata, “Yusuf pun pergi.” Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa pada saat pendaftaran, Yusuf sedang berada jauh dari “kotanya.” Oleh karena itu, ia kembali ke sana.

Di manakah dia pada saat itu? Lukas mengatakan bahwa ia datang “dari kota Nazaret di Galilea.” Oke, jadi dia berada di Nazaret di Galilea. Hal ini tidak mengherankan mengingat fakta bahwa ia telah bertunangan dengan Maria, yang ada di Nazaret ketika malaikat menampakkan diri.

Jadi, di manakah “kota asal” Yusuf? Lukas mengatakan bahwa ia pergi “ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem.” Jadi, Betlehem adalah “kota asal” Yusuf.

Sekarang kita sampai pada pernyataan yang benar-benar menyulut para skeptis: “Karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud .”

Lukas menyertakan kalimat ini untuk membantu menjelaskan mengapa Betlehem adalah “kota asal” Yusuf, tetapi para skeptis menarik kesimpulan yang tidak beralasan dari hal ini dan berasumsi bahwa setiap orang di Kekaisaran Romawi diharuskan untuk kembali ke tempat di mana salah satu nenek moyang mereka tinggal seribu tahun yang lalu.

Apakah Lukas mengatakan itu? Tentu saja tidak! Tidaklah praktis untuk melakukan sensus atau pendaftaran lainnya dengan cara seperti itu. Dan bukan hanya jelas bagi kita, tetapi juga jelas bagi Lukas dan para pembaca Injil Lukas. Semua orang tahu bahwa tidak ada persyaratan seperti itu dalam sensus Romawi, dan baik Lukas maupun para pembacanya tidak akan pernah berkhayal bahwa ada orang yang membuat kesimpulan yang konyol seperti itu.

Seandainya Lukas bisa berbicara dengan nada skeptis modern sambil menyindir, kita bisa dengan mudah membayangkan dia ingin mengatakan sesuatu seperti, “Jangan bodoh. Jelas bukan itu yang saya maksudkan!”

Jadi apa yang dia maksudkan? Apa yang akan disimpulkan oleh pembaca abad pertama dari apa yang Lukas tuliskan?

Kesimpulan logisnya adalah Betlehem adalah “kota asal” Yusuf karena ia memiliki hubungan kontemporer dengan Betlehem, karena “ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud.” Dengan kata lain, kota itu adalah tempat tinggalnya karena dia adalah seorang keturunan Daud.

Dan tidaklah mengherankan. Pusaka adalah hal yang sangat penting di Israel kuno. Seluruh negeri adalah pusaka dari Allah (Keluaran 32:13), dan setiap suku mewarisi bagian tanah tertentu (Bilangan 34:18). Wilayah ini harus dipelihara, dan sebidang tanah tidak boleh dipindahkan dari satu suku ke suku lainnya (36:1-9). Bidang tanah hanya dapat “dijual” untuk sementara waktu (hanya disewakan) kepada orang lain, dan pemiliknya akan mendapatkannya kembali pada tahun Yobel (Imamat 25:13-16). Ini termasuk rumah-rumah di kota-kota yang tidak bertembok seperti Betlehem (ayat 31).

Lalu, bagaimana kita dapat menjelaskan pernyataan Lukas beberapa ayat berikutnya?

Setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke Galilea, ke kota mereka Nazaret (2:39 TB2).

Inilah bagian akhir dari narasi kelahiran Yesus menurut Lukas, sehingga harus dibaca dalam konteks yang mendahuluinya. Kesimpulan logis yang Lukas harapkan dari para pembacanya adalah bahwa Nazaret juga merupakan “kota asal” Yusuf dan Maria.

Dengan kata lain, mereka memiliki dua tempat tinggal: Tempat tinggal Yusuf di Betlehem dan tempat tinggal bersama di Nazaret.

Mengapa mereka memiliki dua tempat tinggal? Apakah mereka kaya? Sama sekali tidak. Lukas menceritakan bahwa ketika mereka mempersembahkan kurban pascakelahiran bagi Maria, mereka mempersembahkan “sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati” (2:24). Itulah persembahan yang diperintahkan untuk seorang perempuan miskin yang tidak mampu membeli seekor domba (Imamat 12:8).

Oleh karena itu, kita tidak boleh membayangkan bahwa Yusuf dan Maria adalah orang kaya dan memiliki dua rumah yang mewah. Sebaliknya, kita harus menyimpulkan bahwa kediaman ganda mereka adalah situasi yang didasarkan pada tuntutan ekonomi.

Bahkan saat ini, banyak orang yang harus tinggal jauh dari rumah keluarganya untuk mencari pekerjaan, dan mereka tidak hanya tinggal di jalanan. Mereka menemukan semacam akomodasi di tempat kerja, tetapi mereka masih menganggap rumah keluarga mereka sebagai tempat tinggal utama, dan mereka pulang ke sana secara berkala. Biasanya, ada anggota keluarga lain yang tinggal di sana secara permanen. Pola ini banyak terjadi di berbagai negara di dunia.

Sebagai contoh, jika pasangan suami istri berasal dari Sinaloa, Meksiko, lalu datang ke Arizona untuk mencari pekerjaan, mereka akan memiliki tempat tinggal sementara di Arizona dan tempat tinggal utama keluarga mereka di Sinaloa. Hal yang sama juga berlaku bagi mereka yang bermigrasi untuk bekerja di tempat lain di Amerika, di Afrika, Asia, Filipina, dan di Timur Tengah.

Kesimpulan logis yang Lukas harapkan dapat diambil oleh para pembacanya dari data-data ini adalah bahwa Yusuf memiliki tempat tinggal di Betlehem, yang merupakan tempat tinggal utamanya yang sah (sesuai dengan praktik pewarisan hak milik orang Yahudi), sehingga ke sanalah Yusuf pergi untuk melakukan pendaftaran. Namun, karena alasan ekonomi, dia menghabiskan sebagian besar waktunya di Nazaret dan juga tinggal di tempat tinggal yang sederhana di sana.

Tidak ada cemoohan yang diperlukan. Ini semua masuk akal jika Anda membaca apa yang dikatakan Lukas dan menafsirkannya dengan bijaksana.

 

Sumber: “Why Did Joseph Go to Bethlehem?”

Posted on 10 December 2024, in Apologetika and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. 🙏💐👍 Selamat menjalankan masa advent

    Like

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.