Author Archives: Terang Iman
Persekutuan Para Kudus
Oleh Randall B. Smith

Para Kudus (Sumber: stpaulcenter.com)
Apa yang ditakuti oleh banyak orang dalam kematian, baik kematian mereka sendiri maupun kematian orang yang mereka cintai, yaitu hilangnya hubungan dengan orang yang mereka cintai. Jika kita berpikir bahwa pergi ke surga seperti pergi ke Jakarta (hanya lebih baik), maka kita sedih karena mereka atau kita “pergi,” meskipun kita berharap itu adalah “tempat yang lebih baik.” Tetapi jika surga adalah persatuan dengan Bapa di dalam Kristus melalui Roh, dan jika Kristus hidup dan hadir di dalam diri kita masing-masing, maka kita pun tetap terhubung dengan orang-orang yang kita kasihi, bahkan secara lebih erat dan lebih penuh dalam persatuan dengan Tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang kudus. Kita percaya bahwa Kristus hidup dan Dia terus menjaga kita, mengutus Roh Kudus-Nya untuk membimbing dan menguatkan kita. Ketika orang-orang yang kita kasihi masih hidup, terkadang kita meminta mereka untuk mendoakan kita, karena kita tahu bahwa mereka akan mendoakan kita karena kasih mereka kepada kita. Janji Kristiani adalah bahwa kasih seperti ini tidak akan pernah mati (lihat Roma 8:38). Kasih itu hidup di dalam Kristus. Read the rest of this entry
Apakah Stipendium adalah Simoni?
Oleh Jimmy Akin

Mass Stipends and Simony (Sumber: catholic.com)
Jika menjual benda-benda kudus merupakan dosa, lalu bagaimana mungkin para imam bisa menerima stipendium untuk mempersembahkan Misa?
Historia Ecclesiastica Tidak Valid?
Oleh Casey Chalk

Pen burning in fire (Sumber: catholic.com)
Eusebius mungkin melakukan beberapa kesalahan, tetapi ia menunjukkan betapa Katoliknya Gereja perdana.
Dari Asbury, menjadi Pastor Anglikan-Wesley, hingga menjadi Katolik – Kisah Brook Thelander

Brook Thelander (Sumber: chnetwork.org)
Saya dibesarkan di sebuah kota kecil di selatan Nebraska. Orang tua saya bercerai ketika saya masih sangat kecil, dan ibu saya menikah lagi ketika saya berusia enam tahun. Keluarga saya adalah keluarga yang cukup normal untuk ukuran keluarga campuran, tetapi kami tidak pernah terlibat di gereja.
Tak lama sebelum saya masuk SMA, kakak laki-laki saya mengalami pertobatan yang mendalam kepada Kristus di gereja Nazaret di komunitas kami. Saya penasaran dengan apa yang menyebabkan perubahan dalam diri kakak saya. Tak lama kemudian saya bertemu dengan pendeta muda di gereja tersebut, seorang veteran Vietnam dan pemegang Sabuk Hitam dalam bela diri. Dengan cepat ia menghancurkan pandangan saya tentang pendeta sebagai orang yang lemah. Beberapa minggu kemudian, saya berlutut di depan gereja, berdoa kepada Kristus dan memohon kepada-Nya untuk menjadi Tuhan atas hidup saya. Read the rest of this entry
Dosa Asal, Tidak Adil?
Oleh Tim Staples

Pohon keluarga (Sumber: catholic.com)
Alkitab mengatakan bahwa seorang anak tidak akan disalahkan atas dosa-dosa ayahnya, tetapi kita memiliki dosa asal.
Busana Sopan di Gereja
Oleh Sarah Cain

Memilih pakaian (Sumber: catholic.com)
Apa yang Anda pakai menunjukkan apa yang Anda imani.
Dari Mana Kita Mendapatkan Perjanjian Lama?
Oleh Jimmy Akin

Image of a hand selecting a old (Sumber: catholic.com)
Saat ini, kanon Perjanjian Lama cukup menjadi kontroversi. Namun, 2.000 tahun yang lalu jauh lebih kontroversial.
Bagaimana Memahami Alkitab Secara Harfiah
Oleh Joe Heschmeyer

Memahami Tulisan (Sumber: catholic.com)
Tidak semudah yang diperkirakan, karena kata “secara harfiah” sebenarnya memiliki dua arti yang berbeda (namun saling berkaitan).
Menemukan Kembali Ekaristi – Kisah Diakon Dennis Lambert

Diakon Dennis Lambert (Sumber: chnetwork.org)
Kisah perjalanan iman ini diadaptasi dari buku Diakon Dennis Lambert yang berjudul For Real? Christ’s Presence in the Eucharist (Liguori Publications 2022).
Awal yang Baik
Saya seorang Katolik sejak kecil yang dibesarkan dalam lingkungan yang penuh dengan cinta dan kesetiaan pada iman. Keluarga saya menghadiri Misa setiap hari Minggu dan setiap hari raya. Seperti kebanyakan umat Katolik, dulu dan sekarang, keluarga Lambert memiliki tempat duduk yang favorit. Bangku kami berada di bagian tengah, bangku kedua dari altar. Saya masih ingat kebiasaan ayah saya yang suka mencondongkan tubuhnya ke depan dan ke belakang setiap tiga detik. Saya yakin dia tidak menyadari kebiasaan ini, atau menyadari kalau saya pun suka menirukannya. Read the rest of this entry



Belajar juga dari Perempuan Samaria yang telah belajar pada Tuhan Yesus, tentang Air Hidup dan Penyembahan kepada Bapa di dalam…