Advertisements

Beato Matius Yu Jung-seong

Beato Matius Yu Jung­-seong (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beato Matius Yu Jung­-seong (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun lahir: 1784
  • Tempat Lahir: Jeonju, Jeolla-do
  • Gender: Pria
  • Posisi/Status: Perjaka dari keluarga kelas bangsawan
  • Usia: 18 tahun
  • Tanggal Kemartiran: 31 Januari 1802
  • Tempat Kemartiran: Jeonju, Jeolla-do
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Matius Yu Jung-seong dipanggil juga dengan nama ‘Wan-seok’, dia lahir di keluarga bangsawan yang kaya di Jeonju, Jeolla-do. Ketika dia masih anak-anak, ayahnya yang merupakan anak tertua di keluarga itu meninggal pada usia 35 tahun. Setelah itu, dia dibesarkan di keluarga pamannya yang tinggal di Chonam, Jeonju (sekarang, Namgye-ri, Iseo-myeon, Wanju-gun, Jeonbuk). Pamannya adalah Agustinus Yu Hang-geom. Yohanes Yu Jung-cheol dan Yohanes Yu Mun-seok yang menjadi martir ketika Penganiayaan Shinyu pada tahun 1801, adalah sepupunya.

Matius Yu sangat dipengaruhi oleh pamannya Agustinus Yu dan juga keluarganya untuk menjadi seorang Katolik. Agustinus Yu mempelajari tentang doktrin Katolik tak lama setelah Gereja Katolik diperkenalkan di Korea pada tahun 1784. Dia mengajarkan Katekismus kepada keluarga dan kerabatnya dan kemudian membentuk sebuah komunitas Katolik.

Ketika Penganiayaan Shinyu terjadi pada tahun 1801, Agustinus Yu dan Yohanes Yu Jung-cheol ditangkap. Pada pertengahan bulan September tahun itu, ibu dan kerabat lainnya ditangkap dan dipenjarakan. Tak lama kemudian ibunya dibebaskan. Dia berjanji dengan bertekad untuk mati sebagai seorang martir bersama dengan kerabat lainnya. Berikut ini adalah kutipan surat yang ditulis oleh saudari iparnya Lutgardis Yi dari dalam penjara:

“Kami berlima dengan suara yang bulat dalam keteguhan keputusan kami untuk memberikan hidup kami seutuhnya kepada Tuhan bahkan dengan kemartiran. Dengan membuka hati kami masing-masing, kami mengetahui bahwa kami semua memiliki keinginan yang membara untuk mati bagi Tuhan. … dan juga, seluruh penyesalan dan kekhawatiran lenyap. Setiap hari, kami dipelihara oleh rahmat Ilahi dan cinta dan juga sukacita Ilahi yang tumbuh dalam hati kami. Dan sepertinya tidak ada kecemasan yang tersisa di dalam hati kami.”

Gubernur Jeonju meminta pihak istana untuk membuat keputusan peradilan tentang Matius Yu dan keluarganya. Tak lama kemudian, istana mengirimkan seorang petugas ke Jeonju untuk mengambil alih kasus ini. Matius Yu diasingkan ke Hoeryeong, Hamgyeong-do. Matius Yu dan saudari iparnya, Lutgardis Yi, atas nama kerabat mereka memohon pihak yang berwenang untuk menghukum mereka sesuai dengan hukum nasional. Namun demikian permohonan mereka ditolak.

Dalam perjalanan ke pengasingan bersama kerabatnya, Matius Yu berteriak di depan banyak orang bahwa gubernur mengirimkan orang Katolik ke pengasingan bukannya menghukum mereka berdasarkan hukum nasional. Kemudian, Gubernur Jeonju memerintahkan untuk membawa mereka kembali dan memasukkan mereka ke dalam penjara. Matius Yu dibawa menghadap gubernur dan dihukum dan disiksa. Setelah itu dia menandatangani surat tertulis berikut:

“Iman Katolik yang telah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya di dalam keluarga kami. Sama seperti paman saya Yu Hang-heom dan kerabat lainnya mendapat kehormatan untuk mati bagi Tuhan, saya juga berharap untuk mati seperti mereka. Apa lagi yang dapat saya katakan?”

Akhirnya, gubernur meminta keputusan peradilan berupa hukuman mati kepada istana, dan tak lama kemudian, raja memberikan izin. Matius Yu dipenggal bersama kerabatnya pada tanggal 31 Januari 1802 (28 Desember 1801 pada penanggalan Lunar). Mereka meninggal sebagai martir di tempat eksekusi di Jeonju yang disebut dengan nama Supjeong-i. Matius Yu pada saat itu berusia sekitar 18 tahun dan masih lajang.

Sumber: koreanmartyrs.or.kr

Advertisements

Posted on March 4, 2015, in Orang Kudus and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: