Advertisements

Beato Paulus Oh Ban-ji

Beato Paulus Oh Ban­-ji (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beato Paulus Oh Ban­-ji (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun lahir: 1813
  • Tempat Lahir: Jincheon, Chungcheong-do
  • Gender: Pria
  • Posisi/Status: Umat awam
  • Usia: 53 tahun
  • Tanggal Kemartiran: 27 atau 26 Maret 1866
  • Tempat Kemartiran: Cheongju, Chungcheong-do
  • Cara Kemartiran: Digantung

Paulus Oh Ban-ji lahir di keluarga yang berakar sangat dalam di Jincheon, Chungcheong-do (sekarang, Sagok-ri, Iwol-myeon, Jincheon-gun, Chungbuk). Keluarganya relatif kaya, namun dia tidak tertarik untuk belajar sampai dia mencapai usia dewasanya. Setelah pernikahannya, dia memboroskan kekayaannya dengan hidup yang boros.

Sekitar tahun 1857 atau 1858, ketika dia mencapai usia 40 tahun, Paulus Oh mengetahui iman Katolik. Setelah itu, dia menjadi seorang Katolik yang tulus hati. Dia pindah ke Jijanggol di Jincheon (sekarang, Jiam-ri, Jincheon-eup, Jincheon-gun) bersama dengan keluarganya agar dapat menjalankan kehidupan agamanya dengan lebih leluasa. Di sana dia memilih kehidupan yang miskin dengan semangat Kristiani dan melaksanakan kewajiban agamanya dengan setia berdasarkan ajaran Gereja.

Kehidupan Kristianinya yang tulus hati menjadi dikenal oleh tetangga-tetangganya. Ketika Penganiayaan Byeongin terjadi pada tahun 1866, Pusat Militer Cheongju mengutus polisi ke Jijanggol. Dia ditangkap bersama seorang pemuda dan dipenjarakan di Jincheon. Pada tanggal 13 Maret (27 Januari pada penanggalan Lunar), dia dipindahkan ke Cheongju.

Di Pusat Militer Cheongju, Paulus Oh menjalani interogasi dan siksaan yang kejam. Namun dia tidak mengungkapkan apapun tentang aktivitas Gereja dan dia terus menerus mengucapkan, ‘Saya seorang Katolik, saya seorang Katolik.’ Suatu hari, sipir penjara memukul kepala Paulus Oh sampai berdarah ketika dalam perjalanan menuju sel penjaranya. Dia protes dengan berkata, “Bunuh saya jika Anda mau. Namun mengapa Anda memukul saya tanpa perintah dari kepala petugas?”

Di penjara, Paulus Oh tinggal bersama seorang pemuda yang ditangkap bersamanya dan juga Paulus Bae yang baru ditangkap dan dipenjarakan. Kepala petugas tidak berniat untuk membunuh ketiga orang itu, sehingga dia berusaha untuk membujuk mereka dengan semua cara supaya mereka mengubah pikiran mereka dan membuat mereka berkata, ‘Saya mengkhianati Tuhan.’ Namun Paulus Oh menahan godaan itu dengan iman yang kuat. Namun demikian, walaupun mereka mendapat penguatan dari Paulus Oh namun tidak menyelamatkan kedua pemuda itu jatuh ke perangkap kata-kata manis dari kepala petugas. Berikut ini surat yang ditulis Paulus Oh di penjara kepada putranya:

“Setialah kepada kewajiban Kristianimu dan tebuslah kesalahanmu. Jika kamu ditangkap, jangan ragu untuk mati sebagai martir bagi Tuhan.”

Kepala petugas menyadari bahwa dia tidak akan mengubah pikirannya, mengumumkan hukuman mati baginya. Paulus Oh tidak berhenti menyatakan imannya kepada Tuhan dengan berkata, “Saya tidak dapat mengkhianati Yesus Kristus walaupun saya harus mati sepuluh ribu kali.”  Dia dibawa ke luar Gerbang Selatan Cheongju untuk dieksekusi. Petugas yang bertanggung jawab melakukan eksekusi berusaha sekali lagi untuk membuat dia mengkhianati Tuhan. Dia memberikan Paulus Oh secarik kertas dan memerintahkan agar dia menuliskan bahwa dia akan mengkhianati Tuhan. Namun Paulus Oh dengan jujur menolaknya sambil berkata; ‘Saya tidak dapat mengkhianati Tuhan saya.’

Pada saat itu, algojo menyerang Paulus Oh dan mencekik dia sampai matidi depan banyak orang. Pada saat itu tanggal 26 atau 27 Maret 1866 (10 atau 11 Februari pada penanggalan Lunar), Paulus Oh meninggal sebagai martir. Pada saat itu dia berusia 53 tahun.

Dikatakan ketika Paulus Oh menjadi martir, sebuah pelangi muncul di langit yang cerah. Busur pelangi itu diawali dari tubuh Paulus Oh dan mencapai langit. Putranya dan beberapa umat beriman datang untuk membawa jenazahnya dan dimakamkan di dekat Jijanggol.

Sumber: koreanmartyrs.or.kr

Advertisements

Posted on May 21, 2015, in Orang Kudus and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: