Santo Yohanes Pembaptis Yi Kwang-nyol

Ioannes B. Yi Kwang-nyol (Sumber: cbck.or.kr)

Yohanes Yi Kwang-nyol (1795-1839) adalah adik dari martir Agustinus Yi Kwang-hon. Yohanes menjadi seorang Katolik bersama dengan kakaknya. Yohanes memiliki kejururan, antusiasme, dan iman yang luar biasa. Tak lama setelah memutuskan untuk menjadi seorang Katolik, ia termasuk tokoh Katolik penting yang pernah berangkat ke Peking. Yohanes dibaptis ketika ia berada di Peking. Setelah ia kembali ke kampung halamannya, setiap hari ia berpantang, dan memutuskan untuk menjalani kehidupan selibat. Kehidupan rohaninya begitu luar biasa, sehingga setiap orang mengaguminya. Yohanes ingin selalu bersekutu dengan Tuhan.

Yohanes ditangkap pada tanggal 8 April 1839. Ia dipelintir dan dipukuli dengan tongkat. Kebiasaaan pada masa itu, setiap kali interogasi, algojo akan memukuli penjahat dengan tongkat sebanyak 30 kali sampai setiap tongkat itu patah. Oleh karena itu, setiap kali melakukan interogasi, 30 tongkat harus disiapkan. Hukuman cambuk dilakukan dengan menggunakan ranting-ranting yang lentur yang diikat menjadi satu, dan cambuk itu bisa membuat daging penjahat itu lepas jika dicambukkan dengan cukup keras.

Santo Yohanes Pembaptis Yi Kwang-nyol (Sumber: cbck.or.kr)

Santo Yohanes Pembaptis Yi Kwang-nyol (Sumber: cbck.or.kr)

Yohanes menanggung semua rasa sakit dan bertekad untuk memberikan kesaksian bagi imannya. Ia mengira akan dibunuh bersama dengan kakaknya Agustinus, namun berdasarkan hukum Korea kuno, dua orang bersaudara dilarang dibunuh pada hari yang sama. Sehingga, Agustinus dibunuh terlebih dahulu dan Yohanes harus menunggu di penjara. Perkataan dan perbuatannya selama ia berada di penjara membuat banyak orang terkesan.

Berdasarkan dokumen pemerintah yaitu Catatan Harian Sungjungwon, Yohanes dipenggal di luar Pintu Gerbang Kecil Barat pada tanggal 20 Juli 1839 bersama dengan tujuh orang Katolik lainnya. Ia dimahkotai kemartiran pada usia 45 tahun.

 

Sumber: cbck.or.kr

Posted on 25 December 2015, in Orang Kudus and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: