Monthly Archives: February 2016
Santa Barbara Yi Chong-hui

Barbara Yi Chong-hui (Sumber: cbck.or.kr)
Barbara Yi Chong-hui (1799-1839) adalah putri dari Magdalena Ho Kye-im, kakak perempuan dari Magdalena Yi Yong-hui dan juga bibi dari Barbara Yi. Seseorang dapat melihatnya bahwa dia benar-benar berasal dari keluarga martir. Read the rest of this entry
Santo Yohanes Pak Hu-jae

Ioannes Pak Hu-jae (Sumber: cbck.or.kr)
Yohanes Pak Hu-jae (1799-1839) adalah putra dari martir Laurensius Pak. Yohanes lahir di Youngin sekitar tahun 1798 atau 1799. Kemudian ia pergi ke Seoul bersama dengan keluarganya, dan mencari nafkah dengan membuat sepatu jerami. Read the rest of this entry
Santa Barbara Kwon Hui

Barbara Kwon Hui (Sumber: cbck.or.kr)
Barbara Kwon Hui (1794-1839) berasal dari keluarga martir. Dia adalah istri dari Agustinus Yi Kwang-hon, ibu dari Agatha Yi dan kakak ipar dari Yohanes Yi Kwang-nyol. Read the rest of this entry
Santa Maria Pak K’un-agi

Maria Pak Kun A-gi (Sumber: cbck.or.kr)
Lusia Pak Hui-sun (1801-1839) dan Maria Pak K’un-agi (1786-1839) adalah kakak beradik yang lahir pada keluarga kaya di Hanyang. Adiknya yaitu Lusia Pak Hui-sun, dikenal karena kecantikannya, dan pada usia dini dia dipanggil untuk menjadi dayang istana yang akan menemani ratu di istana kerajaan. Dia seorang yang pandai dan memiliki kemampuan, sehingga dia dengan cepat dipromosikan. Dia orang yang sangat fasih dalam bahasa, baik bahasa Korea maupun Mandarin. Di sisi lain, kecantikannya menjadi sumber permasalahan. Pada usia lima belas tahun, raja yang masih berusia tujuh belas tahun menemukannya, dan tertarik pada kecantikannya, kemudian raja berusaha untuk merayunya. Read the rest of this entry
Santa Maria Won Kwi-im

Maria Kwon Kwi-im (Sumber: cbck.or.kr)
Maria Won Kwi-im (1819-1839) lahir pada tahun 1819 di Yongmori, Kyuanggun. Dia kehilangan ibunya ketika masih kecil, maka dia mengikuti ayahnya yang mengembara sambil mengemis makanan. Ketika dia berusia 9 tahun, salah satu kerabatnya yaitu Lusia Won yang merupakan seorang Katolik yang sangat saleh, membawa Maria dan mengajarkan doa-doa dan ajaran Gereja. Lusia Won juga mengajarkan cara membordir supaya Maria bisa mencari nafkah. Maria seorang yang sangat cerdas, ramah juga saleh. Bibinya merasa bangga akan pengabdian dan kesetiaan Maria. Maria dibaptis ketika berusia 15 tahun. Tak lama kemudian, dia menerima lamaran pernikahan. Namun dia menolak untuk menikah karena ingin mempersembahkan dirinya bagi Allah. Pada tahun berikutnya, dia menata rambutnya dengan bentuk rambut yang menyatakan bahwa dia adalah seorang wanita yang sudah menikah. Read the rest of this entry


Belajar juga dari Perempuan Samaria yang telah belajar pada Tuhan Yesus, tentang Air Hidup dan Penyembahan kepada Bapa di dalam…