Advertisements

5 Tokoh Protestan yang Mempertahankan bahwa Maria Tetap Perawan Selamanya

L' Annonciation de 1644, Philippe de Champaigne (Sumber: wikipedia.org)

L’ Annonciation de 1644, Philippe de Champaigne (Sumber: wikipedia.org)

Dogma dari iman Katolik menyatakan bahwa Perawan Maria yang Terberkati bukan hanya seorang perawan ketika dia mengandung dan melahirkan Yesus namun dia tetap sebagai seorang perawan selamanya. Pada saat ini, banyak tokoh Protestan menolak hal ini, namun apakah mereka tahu bahwa tokoh mula-mula Protestan justru mempercayainya?

Inilah lima contoh dari para pemimpin besar Protestan yang menolak sebagian besar dogma Katolik, namun justru mempertahankan bahwa Maria tetap perawan selamanya, hal ini mungkin mengejutkan Anda untuk mempelajarinya:

  1. Martin Luther (1483-1546)

Lukisan Martin Luther oleh Lucas Cranach the Elder (Sumber: wikipedia.org)

Lukisan Martin Luther oleh Lucas Cranach the Elder (Sumber: wikipedia.org)

Martin Luther biasanya dianggap sebagai orang yang memicu Reformasi Protestan. Dia menolak dogma inti Katolik seperti kepausan, transubstansiasi, dan bahkan bagian dalam Alkitab tradisional. Namun dia tetap mengakui doktrin keperawanan Maria selamanya.
Ini yang dia katakan dalam khotbahnya:
“Kristus, Penyelamat kita, adalah buah yang nyata dan alami dari rahim perawan Maria … Hal ini tanpa ada kerjasama dari seorang laki-laki, dan dia tetap seorang perawan setelahnya. […] Kristus … adalah satu-satunya Putra Maria, dan Perawan Maria tidak melahirkan anak-anak lain selain Dia. Saya cenderung setuju dengan mereka yang menyatakan bahwa ‘saudara-saudara’ yang dimaksudkan di sini adalah ‘sepupu-sepupu’, bagi Kitab Suci dan orang Yahudi selalu memanggil sepupu-sepupu dengan saudara-saudara.” (Khotbah tentang Yohanes).

  1. John Calvin (1509-1564)

Lukisan John Calvin oleh Holbein (Sumber: wikipedia.org)

Lukisan John Calvin oleh Holbein (Sumber: wikipedia.org)

John Calvin memulai dengan apa yang kita kenal sekarang sebagai tradisi teologis Reformasi, yang menolak banyak dogma penting Katolik. Namun demikian, dia memberi peringatan kepada mereka yang menyempatkan untuk berdebat tentang hal itu semata-mata sebagai orang yang memiliki “kesukaan ekstrim akan perdebatan,” dia juga berpendapat bahwa mereka yang menolak bahwa Maria tetap perawan selamanya berdasarkan ayat-ayat Kitab Suci yang menyebutkan “saudara-saudari” Yesus, adalah orang-orang dengan “ketidaktahuan yang berlebihan.”

  1. Huldrych Zwingli (1484-1531)

Lukisan Huldrych Zwingli oleh Hans Asper (Sumber: wikipedia.org)

Lukisan Huldrych Zwingli oleh Hans Asper (Sumber: wikipedia.org)

Huldrych Zwingli adalah seorang tokoh Reformasi dari Swiss selama masa hidup Martin Luther. Dia bukan hanya menolak otoritas Gereja, namun tidak seperti Luther, dia benar-benar lebih jauh lagi dengan menolak kehadiran nyata Kristus dalam Ekaristi seluruhnya.
Namun dalam topik keperawanan Maria selamanya, dia menulis:
“Saya sangat percaya bahwa Maria, berdasarkan sabda dalam Injil sebagai seorang Perawan murni yang melahirkan bagi kita Putra Allah dan dalam melahirkan dan setelah melahirkan selamanya tetap seorang yang murni, Perawan seutuhnya.” (Zwingli Opera, Corpus Reformatorum, Berlin, 1905, v. 1, p. 424)

  1. Thomas Cranmer (1849-1556)

Lukisan Thomas Cranmer oleh Gerlach Flicke (Sumber: wikipedia.org)

Lukisan Thomas Cranmer oleh Gerlach Flicke (Sumber: wikipedia.org)

Thomas Cranmer adalah Uskup Agung Canterbury pada masa skisma Henry VIII dari Roma dan setelah itu dia menjadi tokoh besar dalam membangun Anglikanisme. Namun dia dan para tokoh besar Anglikan tetap mempertahankan keperawanan Maria selamanya “atas dasar otoritas Kristen kuno.”

  1. John Wesley (1703-1791)

Lukisan John Wesley oleh George Romney (Sumber: wikipedia.org)

Lukisan John Wesley oleh George Romney (Sumber: wikipedia.org)

Ajaran dan pelayanan John Wesley menyebabkan pergerakan Metodis di seluruh dunia. Dia dengan keras menolak agama Katolik, namun keperawanan Maria selamanya bukan salah satu ajaran yang dia lihat sebagai masalah.
Dalam suratnya kepada Katolik Roma, dia menulis:
“Saya percaya akan Dia [Yesus] menjadi manusia, mempersatukan sifat manusia dengan Ilahi dalam satu pribadi; yang dikandung oleh tindakan tunggal dari Roh Kudus, dan dilahirkan oleh Perawan Maria yang terberkati, yang sama seperti sebelum dia melahirkan Dia, dan selanjutnya sebagai seorang perawan murni dan tak bernoda.”

Maria yang Terberkati, Perawan Selamanya, mohon doakanlah kami!

Sumber: churchpop.com

Advertisements

Posted on June 30, 2016, in Apologetika and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: